Direct Release: Layanan OTT Kini Semakin Beragam: Apa Kekhawatiran Penyedia Layanan dan Operator Telekomunikasi?

Reading time:
April 22, 2016
OTT

Sebuah survei menyebutkan bahwa 65% penyedia layanan memiliki kekhawatiran akan dampak dari ancaman keamanan yang dapat menyerang setiap domain tunggal yang terhubung ke dalam jaringan mereka. Apa yang perlu dilakukan penyedia layanan untuk mengatasinya?

Dewasa ini, kita telah dibanjiri oleh beragam layanan yang hadir untuk mengakomodir gaya hidup modern masa kini. Layanan tersebut juga hadir untuk melengkapi kecepatan dan kapasitas yang ditawarkan 4G. Konsumen pun semakin dimanjakan dengan berbagai pilihan tersebut. Hal ini memang terlihat menguntungkan bagi semua pihak. Akan tetapi, di balik hal tersebut timbul kekhawatiran dari penyedia layanan danoperator telekomunikasi.

Kekhawatiran tersebut muncul ke permukaan karena akan ada lebih banyak lagi perangkat yang digunakan untuk mengakses layanan, lebih banyak data yang diperlukan, semakin banyak aplikasi, pesatnya perkembangan jaringan, dan model pengiriman yang terus berkembang untuk menyambut adopsi cloud di dalam jaringan. Kesemuanya tentu akan menghadirkan peluang serta tantangan bagi pihak penyedia layanan. Hal ini merupakan sebuah badai yang membuka tantangan bagi penyedia layanan untuk terus berkembang dan meningkatkan kualitas layanannya, meskipun harus berhadapan dengan derasnya risiko serangan yang terus berkembang dan mengancam jaringan mereka, aplikasi, dan layanan yang ditawarkan, serta beragam perangkat yang terus bertambah banyak.

Meningkatkan kekhawatiran penyedia layanan dari sisi keamanan

Dalam sebuah studi dari F5 dan Heavy Reading[1] yang diikuti oleh berbagai penyedia layanan dunia, terungkap bahwa lebih dari 65% responden menyatakan “kekhawatiran” atau “kekhawatiran yang amat sangat” tentang dampak ancaman keamanan ke depannya terhadap setiap domain tunggal yang terhubung ke jaringan mereka. 83% dari operator telekomunikasi merasa sangat khawatir dengan langkah yang diambil untuk mengamankan data center mereka, sementara 76% responden menyuarakan kekhawatirannya tentang mengamankan jaringan IMS dan SGi, dan perangkat yang digunakan pelanggan.

Kekhawatiran tersebut muncul seiring dengan semakin banyaknya penyedia layanan yang mengubah keseluruhan infrastruktur jaringan mereka untuk menyambut 4G, bahkan 5G di beberapa negara. Apabila dianalogikan, hal tersebut sama seperti menjelajahi sebuah perairan yang belum dipetakan. Penyedia layanan harus terus berjuang demi tetap kompetitif dan memperoleh keuntungan bisnis, meskipun sedang melakukan migrasi jaringan dalam rangka mengakomodir potensi perangkat yang terhubung. Proyeksi di industri menyebutkan bahwa akan ada 7 hingga 8 perangkat Internet of Things – mulai dari perangkat wearable, smartwatch, perlengkapan rumah, dan sebagainya – yang digunakan oleh satu orang di tahun 2020 mendatang.

Menghadapi derasnya pertumbuhan industri

Di samping besarnya jumlah perangkat terkoneksi, rata-rata trafik mobile per bulannya juga diperkirakan akan terus meningkat hingga 6 kali lipat pada tahun 2015 hingga 2020, dari rata-rata 495 Mb per bulan per pengguna menjadi 3,3 Gb per bulan per pengguna[2]. Lalu, bagaimana penyedia layanan dapat menghadapi tantangan tersebut? Peningkatan tersebut pasti akan terjadi dan dibutuhkan solusi yang inovatif dan transformatif. Solusi keamanan tradisional tidak dapat mengikuti perkembangan tersebut, dan bisa jadi meninggalkan celah yang dapat mengancam jaringan dan pendapatan penyedia layanan.  Penyedia layanan dapat mengadopsi solusi virtual dan platform berkinerja tinggi yang secara khusus disesuaikan untuk ekosistem jaringan 4G dan 5G yang memiliki kemampuan sebagai berikut:

  • Memiliki kemampuan untuk skalabel dalam rangka menangani concurrency yang sangat tinggi dari perangkat IoT dan dari layanan generasi berikutnya;
  • Mampu menyediakan mode keamanan multi-faceted demi memitigasi berbagai ancaman keamanan yang terus berkembang di lintas perangkat, domain jaringan, dan semua aplikasi di manapun mereka diterapkan.

Di dalam ekosistem jaringan 4G, atau 5G di beberapa negara, kemampuan untuk menangani koneksi yang tinggi tiap detiknya (CPS) menjadi kunci. Dan dengan menerapkan solusi perlindungan firewall berkinerja tinggi dan Virtual Network Function (VNF) dapat diubahsuai, penyedia layanan dapat mengamankan perangkat, jaringan, serta layanan yang didesain khusus untuk jaringan 4G/5G sambil terus menjaga tingkat kualitas layanan. Dengan begitu, penyedia layanan dapat menciptakan sebuah Firewall Jaringan Carrier-Class (CCNFW) yang fleksibel, lincah, dan kaya fitur, demi meminimalisir segala ancaman di semua domain jaringan yang terus berkembang dan juga memungkinkan migrasi yang efektif dan efisien dari jaringan menuju 4G, 5G, dan cloud.

Sehingga pada akhirnya, penyedia layanan dimungkinkan untuk terus meningkatkan kinerja jaringan secara signifikan dan membuka jalan untuk terus berkembang, sambil mengamankan jaringan serta layanan mereka, demi terus melayani kebutuhan pelanggan.

***

Andre_Iswanto

Tentang Penulis

Andre Iswanto adalah Senior Field System Engineer di F5 Networks Indonesia. Ia bertangung jawab dalam menangani penjualan, membuat perencanaan strategis untuk materi teknis maupun non-teknis, memberikan solusi arsitektur dan keamanan untuk keseluruhan sistem IT, serta memfasilitasi pelatihan dan kerja sama dengan mitra-mitra F5.

[1] Service Provider Survey: The Future of Mobile Service Delivery: https://f5.com/mobile-service-delivery-report (perlu melakukan registrasi terlebih dahulu)

[2] Cisco Visual Networking Index: http://www.cisco.com/c/en/us/solutions/service-provider/visual-networking-index-vni/index.html

Share
Tags:

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

October 29, 2026 - 0

Review Lenovo Legion Pro 5i Gen 10: Laptop Gaming Premium dengan RAM 32 GB Paling Worth It?

Ini adalah laptop High Performance kelas atas yang super worth…
October 28, 2026 - 0

Review HP Omnibook Ultra 14 (2026): Super Tipis, Desain Mewah, Performa Maksimal

Ini adalah laptop kelas premium dari HP yang beneran mewah!…
October 26, 2026 - 0

Review Infinix XBOOK 14 Neo: Laptop 2026 yang Terjangkau, Ringan, dng Warna Bodi Ceria

Laptop dengan nama “NEO” ini ternyata harganya mulai dari 7…
October 23, 2026 - 0

Review Axioo Hype Ai 5 (G3): Kencang & Irit dgn Intel Core Series 3 Wildcat Lake, Harga Terjangkau!

Ini salah satu laptop “Core 5 Series 3” paling terjangkau…

Gaming

October 29, 2026 - 0

Valve Tambahkan Dukungan CD Drive ke Steam Frame dalam Hitungan Menit

Valve tambahkan dukungan CD drive ke kernel Steam Frame setelah…
October 29, 2026 - 0

Sony Hadiahkan US$50 Ribu Untuk Hacker Penemu Komponen Jailbreak

Sony membayar hadiah US$50.000 untuk hacker yang melaporkan celah keamanan…
October 29, 2026 - 0

Epic Games Akan Latih AI Untuk Dukung Unreal Engine

Epic Games akan mengubah EULA Unreal Engine agar game yang…
October 29, 2026 - 0

Nintendo Switch 2 Lite Dikabarkan Pakai Chip Samsung yang Hemat Daya

Nintendo Switch 2 Lite dirumorkan memakai platform Samsung 8LPU+ yang…