Direct Release: Rangkaian Linux Container Adalah Hal Baru; Tidak Demikian Halnya dengan Kepemimpinan Red Hat dalam Open Source

Reading time:
October 7, 2016
red-hat

Bulan Agustus yang lalu menandai seperempat abad sejak Linus Torvalds mengirim email monumental yang mengumumkan peluncuran kernel Linux. Sesuatu yang dahulu hanya merupakan sistem operasi bagi para penggemar kini telah menjadi daya penggerak di balik setiap inovasi perusahaan TI, bahkan menjadi standardisasi teknologi dalam hal datacenter. Sebagaimana yang telah disoroti oleh berbagai laporan analis, open source, khususnya Linux, telah menjadi pilihan default dalam pemanfaatan-pemanfaatan perusahaan TI, seiring semakin bertambahnya para CIO yang lebih memperhatikan “keterbukaan” teknologi mereka. Dalam 25 tahun terakhir, Linux dan open source telah mengubah dunia.

Saat ini, open source merupakan realitas perusahaan enterprise, dan di era cloud hibrid dan teknologi heterogen seperti sekarang ini, pelanggan kini dapat memanfaatkan hal-hal terbaik dari open source di empat footprint datacenter. Pilihan, fleksibilitas, dan kolaborasi merupakan prinsip-prinsip dasar dari open source.

Namun, mungkin dalam hal inovasi-lah, kekuatan nyata dari open source bersinar paling gemilang saat ini.

Cloud computing seperti yang kini kita kenal tidak akan ada tanpa dasar yang fleksibel dan skalabel yang disediakan oleh distribusi-distribusi Linux berkelas enterprise. Hal yang sama juga berlaku untuk teknologi-teknologi big data yang berbasis proyek open source Hadoop, yang memerlukan kemampuan komputasi berkinerja tinggi dari kernel Linux agar dapat dijalankan pada skala enterprise. Dan saat ini, open source adalah daya penggerak di balik inovasi terkini: Linux container.

Container sedang menggerakkan evolusi kilat dari rangkaian enterprise computing, tetapi meskipun inovasi ini terjadi dengan cepat, solusi-solusi berkelas enterprise, yang semakin tangguh dan terstandardisasi demi mengatasi kerasnya komputasi bisnis, menjadi lambat untuk diikuti. Di sinilah Red Hat memimpin, menjembatani antara inovasi dan enterprise dengan pengalaman selama 15 tahun dalam membangun infrastruktur perusahaan-perusahaan Fortune 500 dan lebih dari 10 tahun dalam menghadirkan inovasi yang stabil bagi para pengembang. Walaupun inovasi upstream ada dalam DNA kami, Red Hat menjadi yang terdepan dalam menjembatani antara inovasi tersebut dengan kebutuhan perusahaan modern, dan Linux container tidak berbeda dari Linux atau open cloud sebelumnya.

Dunia yang berpusat pada container belum tercipta

Namun, inovasi upstream saja tidak cukup untuk mendorong adopsi. Meskipun startup dan perusahaan-perusahaan teknologi raksasa mendorong pemanfaatan container, aplikasi-aplikasi enterprise bersifat unik, dengan kebutuhan spesifik tersendiri, mulai dari siklus hidup dan manajemen mutu hingga keamanan dan code hardening. Aplikasi-aplikasi tersebut dapat dikatakan menjalankan dunia ini, dan Linux lazimnya berada pada pusat aplikasi-aplikasi itu. Artinya, untuk memasuki ruang Linux container, seluruh vendor, terlepas dari skala atau solusi, kini merupakan vendor Linux, dengan semua ujian dan permasalahan yang mengikuti. Para vendor Linux tersebut harus memberi jawaban kepada manajer-manajer TI, para CIO dan pengambil keputusan lainnya terkait pertanyaan-pertanyaan berikut:

  • Bagaimana dukungan terhadap Linux Anda?
  • Seberapa amankah Linux Anda?
  • Apakah Linux Anda akan mendukung investasi yang ada?
  • Apakah Linux Anda dikembangkan berdasarkan standar-standar industri?
  • Bagaimana bentuk ekosistem yang mendukung distribusi Linux Anda?

Red Hat memiliki jawaban atas pertanyaan-pertanyaan di atas. Bahkan, kami telah berhasil menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut selama 15 tahun, bangkit dari dunia UNIX yang retak dan distribusi Linux yang berlainan melalui Red Hat Enterprise Linux sebagai platform enterprise Linux terkemuka di dunia.

Keamanan, khususnya, sangatlah penting. Demikian juga halnya mempertahankan investasi TI yang ada saat ini dan menjaga stabilitas untuk masa depan. Setiap inovasi, termasuk Linux container, memiliki tantangan yang signifikan dalam area tersebut. Dengan kepemimpinan selama hampir 15 tahun dalam mendorong pemanfaatan open source di perusahaan, Red Hat sangat berpengalaman dalam menangani kebutuhan tersebut, baik dari segi teknologi maupun dukungan. Pertanyaan-pertanyaan sulit tentang keamanan container sangat berarti. Banyak vendor di bidang ini menghindari pertanyaan-pertanyaan tersebut atau mencoba menjawab dengan pengumuman-pengumuman ala kadarnya. Namun, ketika Anda meneliti “jawaban” tersebut lebih dalam, Anda mungkin akan menyadari bahwa jawaban tersebut tidak bermakna.

Dahulu Linux hanya digunakan oleh para penggemar saat pertama kali muncul di awal tahun 90-an. Kini, Linux merupakan tulang punggung dunia digital, dan Red Hat memegang peranan utama dalam mendorong adopsi tersebut melalui inovasi-inovasi yang dipimpin oleh Red Hat, seperti SELinux untuk meningkatkan keamanan. Agar adopsi container dapat terjadi dengan penuh makna di dunia enterprise, kita memerlukan pemimpin yang dapat menjembatani antara inovasi dengan kebutuhan-kebutuhan enterprise. Saya percaya pemimpin tersebut adalah Red Hat.

Standar adalah kunci lain untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar keamanan dan interoperabilitas. Itulah sebabnya Red Hat merupakan salah satu pendiri Open Container Initiative dan Cloud Native Computing Foundation. Open Container Initiative bertujuan untuk menetapkan standar-standar industri yang jelas mengenai image format untuk Linux container, sedangkan Cloud Native Computing Foundation menangani infrastruktur dan tuntutan orkestrasi container yang lebih luas, yang merupakan faktor-faktor utama bagi adopsi yang sesungguhnya.

Landasan yang lebih aman dan stabil bagi container, tanpa mengorbankan inovasi

Semua manfaat container dapat dilupakan apabila perusahaan dipaksa untuk membongkar infrastruktur dan sistem yang ada hanya demi melakukan kontainerisasi. Kami memahami kebutuhan yang teramat besar akan stabilitas dalam seluruh operasi, terlepas dari faktor inovasi. Dengan peluncuran Red Hat Enterprise Linux 7 dua tahun lalu, serta solusi-solusi berkelas enterprise kami lainnya, Red Hat telah menunjukkan keahlian kami dalam menghadirkan inovasi sambil mempertahankan pemanfaatan TI yang telah ada sebelumnya.

Kami melakukan hal yang sama untuk Linux container dengan Red Hat OpenShift. Bukanlah suatu kebetulan jika OpenShift dikembangkan di atas tulang punggung platform enterprise Linux terkemuka di dunia. OpenShift juga tetap merupakan platform enterprise container berbasis Docker dan Kubernetes yang pertama dan yang paling komprehensif, yang menjembatani antara inovasi open source upstream dengan stabilitas enterprise.

Melalui pengumuman-pengumuman kami pada bulan Juni lalu dalam acara Red Hat Summit, Red Hat kini menyajikan rangkaian solusi kelas enterprise terluas di industri ini untuk memanfaatkan Linux container dan infrastruktur container di seluruh perusahaan. Mulai dari pengembangan aplikasi cloud-native lokal hingga transformasi bisnis menyeluruh melalui container, Red Hat menjadi tenaga penggerak bagi solusi-solusi untuk hampir setiap kebutuhan yang dapat dibayangkan, yang kesemuanya dibangun di atas suatu platform (OpenShift) dan sebuah sistem operasi (Red Hat Enterprise Linux) yang telah menjadi landasan bagi perusahaan-perusahaan Fortune 500.

Kebangkitan Linux selama 25 tahun terakhir telah mengajarkan kita banyak pelajaran penting tentang inovasi yang dapat diterapkan untuk container. Inovasi membutuhkan sebuah tujuan, dan tujuan upaya-upaya kami dalam bidang container adalah untuk mendorong perusahaan di masa depan tanpa mengorbankan perusahaan di masa kini.

Share
Tags:

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

October 29, 2026 - 0

Review Lenovo Legion Pro 5i Gen 10: Laptop Gaming Premium dengan RAM 32 GB Paling Worth It?

Ini adalah laptop High Performance kelas atas yang super worth…
October 28, 2026 - 0

Review HP Omnibook Ultra 14 (2026): Super Tipis, Desain Mewah, Performa Maksimal

Ini adalah laptop kelas premium dari HP yang beneran mewah!…
October 26, 2026 - 0

Review Infinix XBOOK 14 Neo: Laptop 2026 yang Terjangkau, Ringan, dng Warna Bodi Ceria

Laptop dengan nama “NEO” ini ternyata harganya mulai dari 7…
October 23, 2026 - 0

Review Axioo Hype Ai 5 (G3): Kencang & Irit dgn Intel Core Series 3 Wildcat Lake, Harga Terjangkau!

Ini salah satu laptop “Core 5 Series 3” paling terjangkau…

Gaming

October 30, 2026 - 0

Razer Hadirkan Reclusa Mini 65%, Keyboard Ringkas Dengan Magnetic Switch

Razer Reclusa Mini tampil sebagai keyboard gaming berskala 65% dengan…
October 30, 2026 - 0

ASUS Rilis ROG Swift OLED PG259QWS Ace & Strix OLED XG259QWPG Ace

ASUS ROG merilis monitor gaming kelas OLED 720Hz dan 540Hz…
October 30, 2026 - 0

Sony Hadirkan Cover Transparan Prism Collection Untuk DualSense & PS5

Sony merilis cover transparan bernama Prism Collection untuk DualSense dan…
October 30, 2026 - 0

Thrustmaster Luncurkan TCA Sky Yoke Flight Sim Controller

Thrustmaster TCA Sky Yoke hadirkan controller flight sim dilengkapi tujuh…