Direct Release: Perekrutan “Kaki Tangan”di Industri Telekomunikasi Terus Meningkat

Reading time:
November 28, 2016
Kaspersky-Lab-5-800x450

28 November 2016

Perusahaan penyedia layanan telekomunikasi merupakan target utama serangan siber. Mereka mengoperasikan dan mengelola jaringan, transmisi suara dan data, serta menyimpan sejumlah besar data sensitif. Hal ini menjadikan mereka sebagai sasaran yang menarik bagi penjahat siber untuk mencari keuntungan finansial, dan juga bagi aktor yang melakukan serangan ditargetkan yang disponsori oleh suatu negara, bahkan kompetitor.

Berdasarkan laporan intelijen Kaspersky Lab mengenai ancaman keamanan yang dihadapi industri telekomunikasi, demi mencapai tujuan mereka maka para penjahat siber tidak segan-segan menggunakan kaki tangan untuk mendapatkan akses ke jaringan telekomunikasi dan data pelanggan. Adapun kaki tangan tersebut bisa direkrut dari karyawan perusahaan telekomunikasi melalui jaringan terselubung atau dengan memeras karyawan tersebut dengan menggunakan informasi dari hasil peretasan yang berhasil mereka dapatkan melalui open sources.

Para pelaku kejahatan siber sering menggunakan kaki tangan mereka sebagai bagian dari ‘toolset’ berbahaya, untuk membantu mereka dalam menerobos perimeter perusahaan telekomunikasi dan melakukan aksi kejahatan. Penelitian terbaru oleh Kaspersky Lab dan B2B International mengungkapkan bahwa 28% serangan siber dan 38% serangan yang ditargetkan kini melibatkan aktivitas berbahaya melalui orang dalam atau insiders. Laporan intelijen ini meneliti cara-cara populer yang melibatkan insiders di industri telekomunikasi terutama terkait skema aksi kejahatan serta memberikan contoh untuk hal-hal apa saja dipergunakan insiders.

Karyawan Yang Terjerat

Menurut para peneliti di Kaspersky Lab, para penyerang menjerat atau melibatkan karyawan telekomunikasi dengan cara berikut:

  • Menggunakan sumber data yang tersedia secara publik atau yang telah dicuri sebelumnya untuk menemukan informasi mengenai karyawan dari perusahaan yang ingin diretas. Penjahat siber kemudian memeras individu yang ditargetkan dan memaksa mereka untuk menyerahkan kredensial perusahaan, memberikan informasi tentang sistem internal atau mendistribusikan serangan spear-phishing atas nama individu tersebut.
  • Merekrut insiders yang bersedia melalui pengumuman di jaringan terselubung atau melalui jasa “black recruiters”. Insiders ini memang dibayar untuk jasa mereka dan juga dapat diminta untuk mengidentifikasi rekan kerja yang bisa dijerat melalui aksi pemerasan.

Aksi pemerasan ini semakin populer seiring dengan insiden pembobolan data online yang semakin banyak terjadi, seperti aksi kebocoran data pengguna situs Ashley Madison, karena penyerangan ini menyediakan materi yang dapat digunakan untuk mengancam atau mempermalukan seseorang. Bahkan, data kebocoran terkait pemerasan telah berkembang secara  luas, terlihat dari  Public Service Announcement yang dikeluarkan oleh  FBI pada 1 Juni untuk memperingatkan konsumen pada risiko dan potensi dari dampak yang bisa terjadi.

Insiders Menjadi Kebutuhan

Menurut para peneliti Kaspersky Lab, jika serangan terhadap penyedia layanan selular direncanakan, penjahat akan mencari karyawan yang dapat menyediakan akses jalur cepat ke pelanggan dan data perusahaan atau kartu SIM duplikat/yang diterbitkan kembali secara ilegal. Jika target adalah penyedia layanan Internet, para penyerang akan mencoba untuk mengidentifikasi karyawan yang mampu memetakan jaringan dan melakukan serangan man-in-the-middle.

Namun, perlu dipahami juga bahwa ancaman insiders ini bervariasi. Para peneliti Kaspersky Lab mencatat dua contoh yang tidak umum, salah satunya melibatkan karyawan telekomunikasi yang nakal untuk membocorkan 70 juta panggilan oleh narapidana, dimana insiden ini melanggar hak istimewa Antara pengacara dan terdakwa. Dalam contoh lain, seorang teknisi  SMS Center Support terlihat di sebuah forum populer Darknet untuk menunjukkan kemampuan mereka mencegat pesan yang berisi OTP (One-Time Password) untuk  otentikasi dua langkah yang diperlukan ketika login ke rekening nasabah di sebuah perusahaan fintech populer.

“Faktor manusia sering menjadi titik terlemah dalam keamanan TI perusahaan. Teknologi sendiri tidaklah cukup untuk melindungi organisasi sepenuhnya dari penjahat siber yang tidak ragu untuk mengeksploitasi kerentanan insiders. Perusahaan juga harus mulai melihat diri mereka melalui sudut pandang penjahat siber ketika melakukan penyerangan. Jika nama perusahaan Anda, atau beberapa data Anda, mulai muncul di papan pesan underground community, maka seseorang, di suatu tempat telah menargetkan perusahaan Anda. Semakin cepat Anda mengetahui, semakin baik pula Anda dapat mempersiapkan diri,” tutur Denis gorchakov, ahli keamanan di Kaspersky Lab.

Dalam rangka melindungi organisasi dari ancaman insiders, Kaspersky Lab memberi saran sebagai berikut:

  • Berikan edukasi bagi staf Anda mengenai perilaku  keamanan siber yang bertanggung jawab dan potensi bahaya yang mungkin timbul, serta perkenalkan kebijakan yang kuat dalam menggunakan alamat email perusahaan;
  • Gunakan Threat Intelligence Service untuk memahami penjahat siber yang mungkin menargetkan perusahaan Anda dan untuk mengetahui apakah seseorang menawarkan “jasa” insiders dalam organisasi Anda;
  • Membatasi akses ke informasi dan sistem yang paling sensitif;
  • Lakukan audit keamanan infrastruktur TI perusahaan secara reguler.

Baca lebih lanjut tentang insiders dan ancaman siber lainnya yang dihadapi perusahaan telekomunikasi di Securelist.

Share

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

October 29, 2026 - 0

Review Lenovo Legion Pro 5i Gen 10: Laptop Gaming Premium dengan RAM 32 GB Paling Worth It?

Ini adalah laptop High Performance kelas atas yang super worth…
October 28, 2026 - 0

Review HP Omnibook Ultra 14 (2026): Super Tipis, Desain Mewah, Performa Maksimal

Ini adalah laptop kelas premium dari HP yang beneran mewah!…
October 26, 2026 - 0

Review Infinix XBOOK 14 Neo: Laptop 2026 yang Terjangkau, Ringan, dng Warna Bodi Ceria

Laptop dengan nama “NEO” ini ternyata harganya mulai dari 7…
October 23, 2026 - 0

Review Axioo Hype Ai 5 (G3): Kencang & Irit dgn Intel Core Series 3 Wildcat Lake, Harga Terjangkau!

Ini salah satu laptop “Core 5 Series 3” paling terjangkau…

Gaming

November 1, 2026 - 0

Bungie Bagikan Status Unvaulting Destiny 2 & Destiny Legacy

Bungie mengungkap progres Destiny 2 Unvaulting, jadwal pemulihan hingga 2028,…
November 1, 2026 - 0

Audio-Technica Umumkan ATH-M50xSTS-WL StreamSet Untuk Streamer & Gamer

Audio-Technica ATH-M50xSTS-WL menawarkan headset wireless yang dilengkapi mikrofon profesional, noise…
October 31, 2026 - 0

Dune: Awakening Umumkan Expansion Gratis Blood and Ice

Dune: Awakening siapkan konten ekspansi gratis Blood and Ice untuk…
October 31, 2026 - 0

Honkai: Star Rail Version 4.7 Bawa Kisah Penutup Planarcadia Arc

Honkai: Star Rail Version 4.7 akhirnya membawa kisah penutup dari…