Review Smartphone Android Moto Z

Reading time:
January 25, 2017

Bila dibandingkan enam bulan lalu, smartphone kelas premium bisa dikatakan sudah semakin mendekat ke Indonesia. Enam bulan lalu, hampir tidak ada smartphone kelas premium yang bisa dibeli secara resmi di Indonesia. Namun, menjelang akhir tahun 2016, beberapa smartphone premium mulai terlihat hadir atau akan segera hadir di Indonesia, termasuk salah satunya adalah produk yang menjadi topik utama dari artikel ini, Moto Z.

Review Smartphone Android Moto Z

Moto Z pertama kali diperkenalkan Lenovo di acara Tech World 2016, yang digelar di San Francisco, AS, bulan Juni 2016 lalu. Smartphone unik dengan konsep modular, melalui aksesori yang disebut Moto Mods, itu akhirnya dirilis resmi pada bulan September 2016. Kini, di awal tahun 2017, smartphone itu akhirnya resmi masuk ke Indonesia.

Penasaran dengan apa yang ditawarkan Lenovo di smartphone Moto Z ini? Kami akan mengulasnya melalui artikel review ini!

Desain

Moto Z - 05

 

Smartphone Moto Z ini hadir dengan desain yang bisa dikatakan berbeda bila dibandingkan dengan beberapa smartphone terakhir yang ditawarkan Lenovo dengan mengusung brand “Moto”. Bodi dari smartphone ini mengusung desain unibody, dengan bahan kombinasi metal, plastik, dan kaca. Secara umum, bodi perangkat ini, walaupun hanya berketebalan 5.2 mm, tetaplah terasa sangat kokoh, suatu hal yang seharusnya memang ditawarkan oleh sebuah smartphone premium.

Moto Z - 03

Bodi smartphone ini terbilang cukup nyaman ketika dipegang, serta tidak licin. Sayangnya, pemilihan bahan bodi yang membuatnya tidak terasa licin saat dipegang itu membawa sedikit imbas buruk. Bercak minyak dari tangan pengguna sangat mudah sekali menempel di bodi depan dan belakang smartphone ini.

Moto Z - 04

Secara keseluruhan, smartphone ini memiliki dimensi 153.3 x 75.3 x 5.2 mm. Tidak bisa dikatakan ringkas untuk sebuah smartphone dengan layar 5.5″, tetapi tetaplah merupakan salah satu yang tertipis. Sayangnya, ketipisan itu tidak bisa mengakomodasi kamera smartphone ini, sehingga kamera terpaksa dibuat menonjol, sekitar 2 mm dari bodi belakang. Hal ini membuat pengguna harus ekstra hati-hati ketika meletakkan Moto Z agar kamera tidak tergores oleh kotoran atau permukaan kasar di tempat pengguna meletakkannya.

Moto Z - 14

Moto Z mengusung layar 5.5″ AMOLED yang disebut bisa menampilkan 16 juta warna, dengan resolusi 2560 x 1440 piksel. Bila dibandingkan dengan ukuran sisi depan perangkat, layar di Moto Z ini memiliki rasio sekitar 72%. Angka tersebut bisa dikategorikan cukup baik, walaupun bukan yang terbaik mengingat beberapa smartphone premium sudah hadir dengan rasio di atas 75%. Layar ini juga dilindungi oleh Gorilla Glass 4.

Moto Z - 06

USB Type C sudah diusung oleh smartphone premium ini, dengan port ditempatkan di sisi bawah. Sayangnya, Lenovo tidak melengkapi smartphone ini dengan konektor audio 3.5 mm. Namun, Lenovo menyertakan aksesori di paket penjualan untuk mengatasi kesulitan pengguna akibat tidak adanya konektor tersebut. Tombol power, volume up, dan volume down ditempatkan di sisi kiri, sementara tray SIM card bisa diakses dari sisi atas.

 

Moto Z - 51

Fingerprint scanner tersedia di Moto Z dan diposisikan di bawah layar. Uniknya, berbeda dengan beberapa produsen yang menggunakan fingerprint scanner di bawah layar sebagai tombol “Home” untuk Android, fingerprint scanner di smartphone ini benar-benar hanya berfungsi sebagai scanner saja. Tombol navigasi, termasuk “Home” di smartphone ini menggunakan tombol virtual di layar.

Cukup disayangkan, fungsi yang ditawarkan oleh fingerprint scanner di Moto Z benar-benar hanya untuk mendukung sistem keamanan perangkat saja. Fungsi “lain” yang ditawarkan oleh fingerprint scanner itu hanyalah untuk mengunci perangkat, yaitu dengan menekannya saat perangkat berada dalam keadaan tidak terkunci. Penempatan sensor ini di bawah layar juga membuat bezel di sisi tersebut menjadi terlihat sangat tebal.

Moto Z - 12

Smartphone ini mendukung penggunaan dual Nano SIM yang dipasang melalui tray yang bisa diakses dari sisi atas perangkat. Slot Nano SIM kedua merupakan slot hybrid yang harus dibagi penggunaannya dengan Micro SD. Untungnya, mengingat kapasitas storage cukup besar, hingga 64 GB, yang ditawarkan oleh Moto Z, bisa jadi banyak pengguna yang tidak perlu menambahkan Micro SD. Smartphone ini sendiri mendukung penggunaan Micro SD hingga kapasitas 256 GB.

Moto Z - 13

Konektor khusus, yang sejauh ini hanya ada di perangkat dari keluarga Moto Z, ditempatkan di sisi belakang smartphone. Konektor tersebut digunakan untuk menghubungkan perangkat ke Moto Mods. Terdapat juga magnet di sisi belakang yang berguna untuk menempelkan Moto Mods ke bodi smartphone ini.

Spesifikasi

Sebagai smartphone yang diposisikan untuk kelas premium, terlebih lagi menjadi produk flagship mereka, Lenovo membekali Moto Z dengan spesifikasi yang terbilang tinggi. SoC yang digunakan oleh smartphone ini adalah Snapdragon 820, salah satu SoC terkencang yang tersedia saat ini. Varian Snapdragon 820 yang digunakan adalah varian “Lite” yang menawarkan prosesor quad-core, dengan konfigurasi 2x Kryo 1.6 GHz + 2x Kryo 1.8 GHz, dengan GPU Adreno 530.

Moto Z - 28

Untuk menunjang kinerja SoC tersebut, Moto Z dilengkapi dengan RAM DDR4 4 GB, kapasitas minimal yang memang seharusnya tersedia di smartphone premium saat ini. Sementara untuk storage internal, varian yang hadir di lab. pengujian kami ini mengusung storage internal 64 GB. Bila kapasitas itu dirasa masih kurang, pengguna bisa menambahkan Micro SD hingga kapasitas 256 GB.

Moto Z ini hanya dilengkapi dengan baterai dengan rating kapasitas 2600 mAh. Rating kapasitas ini mungkin akan dirasa kurang besar, terutama mengingat SoC Snapdragon 820 sendiri dianggap sebagai SoC yang tidak terlalu hemat energi, yang bisa saja berimbas pada waktu pemakaian yang cenderung pendek. Untungnya, Lenovo punya cara mengatasi kapasitas baterai ini, yaitu melalui Moto Mods. Hal ini akan kami bahas di bagian lain artikel ini.

Moto Z - 29

Beralih ke kamera, Moto Z mengusung kamera utama dengan sensor 13 MP, yang dilengkapi dengan lensa f/1.8, laser autofocus, dual-tone LED flash, serta optical image stabilizer (OIS). Sementara untuk selfie, terdapat kamera 5 MP dengan lensa f/2.2 dan LED flash. Untuk perekaman video, kamera utama smartphone ini mendukung perekaman hingga resolusi 4K UHD di 30 fps, atau Full HD di 60 fps. sedangkan kamera selfie bisa merekam video Full HD di 30 fps.

Moto Z - 30

Smartphone ini dilengkapi dengan paket sensor yang terbilang lengkap, dengan disertakannya accelerometer, gyroscope, proximity sensor, magnetometer, serta orientation sensor. Selain itu, terdapat juga berbagai sensor pendukung fitur atau kemampuan smarphone ini, seperti fingerprint scanner, ambient light sensor, gravity sensor, rotation vector sensor, linear acceleration sensor, step counter, dan lain sebagainya. Satu hal yang menarik, memanfaatkan kamera depan dan sensor-sensor yang ada, Moto Z dibekali dengan fitur keamanan tambahan yang bisa dimanfaatkan pengguna, termasuk membuka kunci perangkat dengan fitur face recognition dan fitur mengunci layar otomatis saat smartphone berada di dalam saku pengguna.

Moto Z - 31

Untuk konektivitas seluler, smartphone ini mendukung GSM, 2G, 3G, dan 4G. Khusus untuk 4G, smartphone ini mendukung band 3, 5, 8, dan 40, sehingga kompatibel dengan 4G dari seluruh operator seluler di Indonesia. Standar 4G yang didukung smartphone ini adalah LTE-A 2CA Cat. 6, yang mendukung kecepatan download hingga 300 Mbps dan upload hingga 50 Mbps. Moto Z juga mendukung WiFi 802.11 a/g/b/n/ac dan Bluetooth 4.1.

Moto Z - 52

Saat pertama tiba di lab. pengujian kami, sistem operasi yang digunakan Moto Z adalah Android 6.0.1 Marshmallow “vanilla”, dalam artian hampir tidak ada aplikasi 3rd party yang disertakan di dalamnya, kecuali untuk Moto Mods. Namun, sebelum review ini dipublikasikan, ada update yang dihadirkan Lenovo untuk smartphone ini. Update tersebut mengusung Android 7.0 Nougat untuk Moto Z ini!

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

June 18, 2026 - 0

Review ASUS ROG Zephyrus Duo (2026): Kencang “Pol” Buat Multitasking & Gaming AAA

Laptop Gaming kekinian tuh harusnya kayak gini. Ini adalah “ASUS…
May 27, 2026 - 0

Review Polytron Luxia with AMD Ryzen 5: Rp 7 Jutaan, Kencang, Upgradeable, 5X USB, ADP+

Ini dia Laptop pertama Polytron dengan prosesor AMD Ryzen. Harganya?…
May 25, 2026 - 0

Review Acer TravelMate X4 14 AI: Laptop Bisnis AI Cepat, Ringan & Produktif

Kata siapa bisnis UMKM ga butuh Laptop canggih?! Apalagi sekarang…
May 21, 2026 - 0

Review ASUS Zenbook DUO 2026 (UX8407AA): Desain Baru, Makin Kokoh, Makin Kenceng!

Kerja serius pakai laptop thin and light biasa? Kurang mantap…

Gaming

June 20, 2026 - 0

Epic Games Akan Rombak Store Launcher Supaya Lebih Cepat

Epic Games siapkan perombakan besar untuk Epic Games Store, dan…
June 20, 2026 - 0

Sony Mulai Andalkan AI untuk Masa Depan PlayStation

Sony mengungkap rencana penggunaan AI untuk pengembangan game, PS Store,…
June 19, 2026 - 0

Tanggal Rilis GTA 6 Hilang dari Situs Rockstar, Picu Kekhawatiran Akan Delay

Akibat hilangnya tanggal rilis GTA 6 dari situs Rockstar Games…
June 19, 2026 - 0

Pasar Game Global Cetak Rekor Pendapatan di Tengah Gelombang PHK

Pendapatan pasar game global tembus $201,6 miliar pada 2025, di…