Review Infinix Zero 4: Lebih Seimbang!
Di tahun 2016 kemarin, Infinix cukup sukses mengusung smartphone dengan fitur kamera unggulan yaitu Infinix Zero 3. Infinix melanjutkan seri smartphone ‘Zero’ yang merupakan kasta tertinggi dari line-up produk mereka, yaitu melalui dua produk terbaru Infinix Zero 4 dan Zero 4 Plus.
Kedua produk ini tentunya kembali didatangkan sebagai smartphone dengan senjata pamungkas pada sektor kamera. Terutama untuk Zero 4 Plus, yang kembali menawarkan kamera utama bersensor 20MP. Namun untuk produk yang pertama kami ulas di bawah ini adalah Infinix Zero 4. Seperti apa kemampuan dari smartphone yang satu ini, mari kita simak ulasannya di bawah ini.
Desain

Infinix Zero 4 membawa desain yang jauh berbeda dari versi sebelumnya, Zero 3. Zero 4 membawa konsep metal uniboy yang kokoh. Masih tetap dengan bentuk ‘kotak,’ tapi kali ini memiliki sudut-sudut yang lebih tumpul dari versi sebelumnya. Meskipun terlihat lebih elegan dan juga kuat dengan material metal, namun Infinix Zero 4 justru kurang unik terlihat dan hampir mirip dengan smartphone berbody metal kebanyakan.
Posisi kamera juga kini berada di bagian tengah, dengan modul besar yang menonjol keluar. Infinix Zero 4 juga kini telah dilengkapi dengan sensor finger print yang terletak dibawah sensor kamera utama.
Berbeda dengan kebanyakan smartphone dengan finishing metal lainnya, biasanya terasa licin digenggaman. Namun untuk Zero 4 terasa kokoh ditangan karena pada bagian sudut-sudutnya dibentuk sedemikian rupa agar pas dengan buku-buku pada jari tangan.
Perangkat ini juga dibekali dengan casing transparan untuk menambah proteksi. Tetapi ukuran smartphone ini terbilang cukup besar di genggaman, dan bila pengguna menggunakan casing pelindung tersebut akan membuatnya semakin besar digenggaman. Sebenarnya Infinix mengkalim, desain yang tidak ramping ini sendiri sebenarnya punya alasan, yaitu untuk memberikan sirkulasi udara yang lebih baik pada smartphone. Sering kali kita temui, smartphone dengan desain unibody apalagi yang menggunakan material metal sangat mudah menghantarkan panas, yang membuat pengguna tidak nyaman saat mengenggamnya.
Panel depan layar memiliki lapisan pelindung layar Gorilla Glass 4 dengan kontur 2,5D, yang sepertinya sudah menjadi tren smartphone terkini. Tombol power dan volume terletak di bagian kanan. Tombol kapasitif dengan format tiga titik berada di bagian depan. Tapi sayangnya tiga titik tombol kapasitif ini tidak memiliki backlit untuk memudahkan dilihat. Akan lebih baik lagi jika tersedia pilihan agar pengguna bisa mengkustomasi tombol kapasitif tersebut.
Dibagian bawah terdapat dua buah grill untuk speaker dan microphone, serta slot MicroUSB. Sedangkan dibagian atas terdapat lubang jack 3,5mm. Sementara itu,dual slot SIM card tersedia di bagian kanan sedangkan untuk slot MicroSD terpisah di sisi sebelah kiri.
Spesifikasi
Jika dilihat dari spesifikasi, Infinix Zero 4 sendiri sebenarnya bukan produk paling pamungkas yang diluncurkan oleh Infinix di tahun ini. Karena Infinix masih punya Zero 4 yang memiliki spesifikasi paling tinggi dari line up produk mereka. Disebut sebagai suksesor Zero 3, sebenarnya spesifikasi Zero 4 sendiri tidak lebih baik dari Zero 4. Hanya beberapa aspek fitur saja yang membuat Zero 4 bisa dikategorikan sebagai penerus Zero 3.
Zero 4 dibekali dengan layar IPS 5,5 inci dengan resolusi Full HD, SoC MediaTek MT6753, (Octa-Core 1,3 GHz + GPU Mali-T720 MP4) RAM 3GB serta internal storage 32 GB. Ya, ini terbilang standar melihat sebelumnya pada Zero 3, Infinix menyematkan SoC MediaTek Helio X10 yang dipadukan dengan RAM 3GB.
Zero 4 memiliki sensor kamera utama dengan resolusi 16MP F/2.0 yang dilengkapi dengan OIS dan laser auto-focus. Sedangkan kamera depan menggunakan kamera beresolusi 8MP F/2.2 yang dilengkapi dengan lampu flash.
Selain desain peningkatan fitur yang ada pada Zero 4 yang paling signifikan adalah penambahan fingerprint dan juga sensor Gyroscope. Sementara untuk kapasitas baterai, sedikit peningkatan dimana Zero 4 menggunakan baterai berkapasitas 3200mAh. Tapi dapat diprediksi, bahwa dengan penggunaan SoC MediaTek MT6753 yang dipadukan dengan baterai berkapasitas lebih besar, akan membuat Zero 4 lebih hemat daya dibandingkan Zero 3. Zero 4 juga dilengkapi dengan adaptor charger yang menduukung pengisian cepat XCharge 3A. Lebih lengkapnya akan diulas pada pengujian baterai. Sayangnya untuk produk review yang kami terima hanya unit handset dan charger saja, jadi untuk keseluruhan box penjualan belum bisa diulas lebih detail.
Uji Peformance
AnTuTu 6.0.1
Aplikasi benchmark yang satu ini adalah salah satu yang paling banyak digunakan untuk mengukur kekuatan sebuah perangkat Android. Beberapa hal yang diuji di AnTuTu antara lain User Experience (UX), CPU, RAM, GPU, dan I/O. Semakin tinggi hasilnya, semakin baik.
Geekbench 3
Geekbench 3 digunakan untuk menguji kemampuan prosesor. Angka yang ditampilkan akan menjadi hasil uji yang cukup konsisten dan bisa digunakan untuk acuan yang cukup baik. Skor single core akan menggambarkan kenyamanan penggunaan sehari-hari.
3DMark
Aplikasi benchmark yang satu ini digunakan untuk mengetahui indikator performa gaming maksimum. 3DMark akan menguras kemampuan 3D dan prosesor smartphone yang terkait dengan kemampuan gaming. Demo benchmark yang kami gunakan adalah Ice Storm Unlimited.
PCMark
PCMark adalah aplikasi bencmark yang digunakan untuk menampilkan kemampuan menyeluruh dari sebuah smartphone untuk kebutuhan sehari-hari, termasuk browsing, performa olah video dan gambar.
Jika dilihat dari performance yang ditampilkan, Infinix Zero 4 sepertinya memang tidak bisa dibilang smartphone terbaik dikelasnya. Bahkan jika dibandingkan dengan generasi sebelumnya, sangat terlihat berbeda antara performa dari Infinix Zero 3 yang menggunakan SoC MediaTek Helio X10 dengan Zero 4 yang menggunakan SoC MediaTek MT6753. Namun smartphone ini tetap mampu mengakomodir kebutuhan sehari-hari pengguna. Termasuk kebutuhan kerja, multimedia dan game-game ringan. Penggunaan SoC kelas ‘menengah’ ini tampaknya menjadi strategi tersendiri bagi Infinix untuk menghadirkan smartphone dengan performance keseluruhan yang lebih seimbang.
Tidak dipungkiri, Zero 3 yang menggunakan SoC X10 menjadi salah satu performance pioneer dikelasnya. Tapi dari segi manajemen daya, perangkat tersebut menjadi salah satu yang paling boros untuk urusan baterai. Lalu dengan menggunakan SoC yang lebih ‘rendah’ bagaimana kemampuan dari Infinix Zero 4, anda bisa simak pembahasannya dihalaman berikutnya.
Kamera
Lagi-lagi, Infinix Zero menghadirkan hasil jepretan kamera yang cukup memukau penggunanya. Terlihat dari beberapa hasil gambar yang kami abadikan menggunakan kamera Zero 4, meski dengan resolusi sensor yang lebih kecil yaitu 16 MP F/2.0, namun kamera di Zero 4 masih tergolong sangat memuaskan. Detail gambar terlihat rapih, serta warna dan kontras juga terlihat optimal, baik di ruangan gelap maupun di outdoor dengan cahaya cukup. Walaupun pada beberapa kondisi auto, dynamic range masih terlihat sempurna, misalnya pada bayangan gelap hanya terlihat hitam pekat. Tapi untuk pengambilan lebih optimal, pengguna bisa mengambil gambar dengan mode Pro. Dengan mode ini pengguna bisa lebih leluasa mengatur parameter gambar mulai dari shuter speed, ISO, aperture dan juga exposure. Berikut foto-foto yang diabadikan menggunakan Infinix Zero 4.
Sementara untuk kamera depan masih terbilang standar, karena memang perangkat yang satu ini lebih difokuskan pada kamera utama. Tapi juga tidak mengecewakan, dengan kamera 8MP yang juga dilengkapi dengan lampu flash, pengguna bisa leluasa mengambil gambar di ruang gelap maupun terang. Selain itu angle gambar yang luas memudahkan pengguna saat mengambil gambar selfie.
Baterai
Berikutnya adalah pengujian performa dari manajamen daya dan baterai dari Zero 4. Pada tahap ini kami kembali melakukan pengujian dengan menggunakan aplikasi benchmark PCMark. Dan hasil yang di dapat, ternyata kemampuan daya dari Zero 4 masih berada di rata-rata kemampuan smartphone saat ini, yaitu dengan skor 7 jam 18 Menit. Tapi ini tentu sudah lebih baik dari pada versi sebelumnya, diman Zero hanya berhasil menyentuh angka pengujian 5 Jam 57 menit.
Sementara untuk pengisian, karena perangkat ini dilengkapi dengan adaptor pengisian cepat 9V/1,5A maka waktu pengisian dari kondisi kosong hingga penuh juga tergolong sangat cepat, Untuk baterai berkapasitas 3200mAh, perangkat ini hanya mebutuhkan waktu sekitar 1 jam 25 menit.
Kesimpulan
Dari segi desain, Infinix Zero 4 sepertinya mencoba mengikuti tren yang berkembang dengan material metal unibody dan tambahan fitur fingerprint. Infinix Zero 4 terlihat lebih ‘gagah,’ dan memiliki durabilitas yang baik dengan pelindung layar Gorrila Glass 4, tapi sebenarnya desain secara keseluruhan sedikit menghilangkan sedikit kesan ‘unik’ yang sempat mereka bawa di Zero 3 dengan frame metal dan cover body belakang dengan material polycarbonate transparan.
Infinix Zero 4 yang merupakan penerus dari Zero 3, bisa dibilang perangkat ini menghadirkan komposisi yang lebih seimbang antara performa, fitur kamera dan juga manajemen daya. Jika dilihat dari performa dapur pacunya. Zero 4 menggunakan spesifikasi yang tidak begitu hebat. Tapi sudah cukup untuk kebutuhan standar pengguna saat ini, seperti aktivitas browsing, sosmed, chating, dan aktivitas multitasking lainnya. Dengan begitu, kebutuhan ‘tenaga’ pada smartphone juga tidak terlalu banyak memforsir daya pada baterai.
Sementara untuk kebutuhan kamera, meskipun tidak lagi se’wah’ Zero 3 yang menggunakan sensor 20 MP, tapi bisa Zero 4 masih boleh diadu kemampuannya dengan smartphone lain dikelas harga yang sama. Karena Infinix sendiri masih punya Zero 4 Plus dengan harga sedikit lebih tinggi, yang ‘lebih’ dalam segala hal mulai dari ukuran layar, dapur pacu, hingga sensor kamera, yang menjadi senjata pamungkas mereka.
Pada kemampuan manajemen daya, perangkat ini dibekali baterai dengan kapasitas yang lebih besaryaitu 3200mAh yang dipasangkan dengan prosesor yang tidak terlalu boros. Sehingga jika dibandingkan dengan versi sebelumnya manajemen daya berubah dari ‘boros’ menjadi optimal. Pengisian cepat dengan aksesoris fast charging XCharge memberikan keuntungan sendiri bagi pengguna saat melakukan pengisian daya.
Satu lagi kelebihan yang ditemui pada Zero 4, yaitu slot dual SIMCard yang terpasang dedicated, membuat pengguna leluasa memasang SIMcard tanpa harus bergantian dengan slot MicroSD. Jadi pengguna bisa menambah kapasitas memori sesuai keinginan mereka.
Infinix Zero 4 dibanderol dengan harga Rp 2.999.000.
Kelebihan:
– Kamera baik
– Desain kokoh
– Performa optimal
– Dual SIM Standby
– Dukungan aksesoris Fast Charging
Kekurangan
– SoC kelas menengah lawas
– Desain mainstream
| Produk | Infinix Zero 4 |
| Layar | 5.5” FHD (1920 x 1080 piksel) |
| SoC/Processor | MediaTek MT6753 Octa Core 1.3GHz ARM Cortex-A53 |
| GPU | Mali-T720 |
| Memory/Storage | 3 GB/32 GB |
| Baterai | 3200 mAh |
| Konektivitas | Dual-SIM Stanby, Micro, 2G/3G/4G, Wi-Fi 802.11 a/b/g/n, Wi-Fi hotspot, Bluetooth® 4.1 |
| Kamera | Kamera belakang: 16 MP + LED flash Kamera selfie: 8 MP+ LED Flash |
| Sistem Operasi | Android 6.0 |
| Harga | Rp. 2.999.000 |




























