Direct Release: Alibaba Resmikan Platform Riset Terbuka Luohan Academy

Reading time:
June 30, 2018
Pada 26 Juni 2018 Luohan Academy resmi dibentuk di Hangzhou Tiongkok

Enam penerima hadiah Nobel dan para akademisi hebat dunia akan menjawab tantangan perubahan sosial yang muncul dari teknologi digital

Hangzhou, Tiongkok, 29 Juni 2018 – Alibaba Group bersama para penerima hadiah Nobel dan  pakar ilmu sosial terbaik dunia secara resmi membentuk platform riset terbuka Luohan Academy. Institusi ini dibentuk untuk menghadapi berbagai tantangan universal yang dihadapi oleh masyarakat dunia akibat perkembangan teknologi digital yang semakin pesat. Pada awal pembentukannya, institusi ini akan berfokus pada sektor ekonomi digital. Seiring dengan perkembangan institusi ini, Luohan Academy hendak bekerja sama dengan badan-badan riset internasional untuk menjawab tantangan di area lain.

Luohan Academy akan fokus meneliti dampak dari teknologi terhadap masyarakat di masa depan. Saat ini, teknologi digital tidak hanya mengubah pasar dan perekonomian, namun lebih dari itu, berpotensi untuk meningkatkan kualitas kehidupan umat manusia. Luohan Academy juga akan melengkapi fungsi dari DAMO Academy milik Alibaba, sebuah program riset global yang fokus dalam pengembangan teknologi.

“Perkembangan teknologi yang semakin pesat telah mengubah berbagai aspek kehidupan masyarakat secara cepat pula. Jadi saat kita melihat berbagai keuntungan dari teknologi, penting juga bagi kita untuk memahami tantangan yang akan kita hadapi serta bagaimana kita dapat bekerja sama untuk menjawab tantangan tersebut,” ujar Jack Ma, Executive Chairman Alibaba Group.

Jack Ma menambahkan bahwa Alibaba merasa terpanggil untuk menggunakan teknologi, sumber daya, dan hal lainnya untuk membantu masyarakat dalam merangkul berbagai perubahan yang disebabkan oleh teknologi. “Ini sebabnya kami membentuk Luohan Academy, sebuah platform riset yang terbuka dan berbasis kolaborasi, dan kami juga mengundang para akademisi di dunia untuk bergabung dalam kolaborasi ini,” ujar Jack Ma.

Pada konferensi pertama yang diadakan di Hangzhou minggu ini, komite Luohan Academy berhasil merumuskan dan meresmikan misi dari institusi ini. Beberapa di antaranya adalah menyiapkan masyarakat dalam menghadapi perubahan struktural yang dibawa oleh teknologi yang semakin canggih seperti big data, machine learning, kecerdasan buatan, dan robotika. Institusi ini juga akan mempelajari revolusi digital yang akan datang untuk membantu masyarakat dan individu di seluruh dunia.

“Saya merasa kita hidup di zaman peralihan. Di satu sisi kita mendapatkan berbagai kemudahan yang dihasilkan oleh perubahan teknologi, namun di sisi lain kita juga mendapatkan berbagai tantangan. Kita harus berpikir bagaimana masyarakat akan menghadapi hal ini, terutama pada bidang ekonomi. Maka dari itu diperlukan langkah yang matang dalam memanfaatkan teknologi dan ilmu sosial guna mendapatkan hasil terbaik untuk masyarakat. Jangan sampai kita berkata tidak pada teknologi-teknologi baru hanya karena mereka memunculkan tantangan yang baru,” ujar Markus Brunnermeier, Edwards S. Sanford Professor of Economics, Princeton University dan anggota akademisi Luohan Academy.

Nama Luohan sendiri diambil dari filosofi ajaran Buddha Tiongkok di mana terdapat 18 orang yang telah tercerahkan dan terbebas dari keinginan duniawi. Orang-orang ini merepresentasikan kebijaksanaan, keberanian, dan kekuatan.

Komite Akademisi Luohan Academy mencakup para pemenang Nobel dan akademisi dari seluruh dunia seperti:

  • Patrick Bolton, Barbara dan David Zalaznick Professor of Business dari Columbia Business School
  • Markus Brunnermeier, Edwards S. Sanford Professor of Economics dari Princeton University
  • Bengt Holmstrom, Pemenang Nobel 2016, Paul A. Samuelson Professor of Economics dari Massachusetts Institute of Technology
  • Lars Peter Hansen, pemenang Nobel 2013, David Rockefeller Distinguished Service Professor in Economics, Statistics dari Booth School of Business & The College, University of 
Chicago
  • Preston McAfee, mantan Chief Economist dan Vice President Corp di Microsoft
  • Christopher Pissarides, Pemenang Nobel 2010, Regius Professor of Economics dari London School of Economics
  • Yingyi Qian, Distinguished Professor dan Dean School of Economy and Management dari Tsinghua University
  • Alvin Roth, pemenang Nobel 2012, The Craig and Susan McCaw Professor of Economics dari 
Stanford University
  • Thomas Sargent, pemenang Nobel 2011, W.R. Berkley Professor of Economics and Business dari New York University
  • Michael Spence, pemenang Nobel 2001, William R. Berkley Professor in Economics & Business, dari New York University Stern
  • Steve Tadelis, Professor of Economics, Business and Public Policy, Haas School of Business dari University of California Berkeley
  • Neng Wang, Chong Khoon Lin Professor of Real Estate & Professor of Finance dari Columbia 
Business School
  • Shangjin Wei, Professor of Finance and Economics, Professor of International Affairs, dan N.T. Wang Professor of Chinese Business and Economy dari Columbia University
  • Wei Xiong, Trumbull-Adams Professor of Finance, dari Princeton University
  • Chenggang Xu, Quoin Professor in Economic Development, University of Hong Kong, Professor of Economics dari Cheung Kong Graduate School of Business
Share
Tags:

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

October 29, 2026 - 0

Review Lenovo Legion Pro 5i Gen 10: Laptop Gaming Premium dengan RAM 32 GB Paling Worth It?

Ini adalah laptop High Performance kelas atas yang super worth…
October 28, 2026 - 0

Review HP Omnibook Ultra 14 (2026): Super Tipis, Desain Mewah, Performa Maksimal

Ini adalah laptop kelas premium dari HP yang beneran mewah!…
October 26, 2026 - 0

Review Infinix XBOOK 14 Neo: Laptop 2026 yang Terjangkau, Ringan, dng Warna Bodi Ceria

Laptop dengan nama “NEO” ini ternyata harganya mulai dari 7…
October 23, 2026 - 0

Review Axioo Hype Ai 5 (G3): Kencang & Irit dgn Intel Core Series 3 Wildcat Lake, Harga Terjangkau!

Ini salah satu laptop “Core 5 Series 3” paling terjangkau…

Gaming

October 29, 2026 - 0

Valve Tambahkan Dukungan CD Drive ke Steam Frame dalam Hitungan Menit

Valve tambahkan dukungan CD drive ke kernel Steam Frame setelah…
October 29, 2026 - 0

Sony Hadiahkan US$50 Ribu Untuk Hacker Penemu Komponen Jailbreak

Sony membayar hadiah US$50.000 untuk hacker yang melaporkan celah keamanan…
October 29, 2026 - 0

Epic Games Akan Latih AI Untuk Dukung Unreal Engine

Epic Games akan mengubah EULA Unreal Engine agar game yang…
October 29, 2026 - 0

Nintendo Switch 2 Lite Dikabarkan Pakai Chip Samsung yang Hemat Daya

Nintendo Switch 2 Lite dirumorkan memakai platform Samsung 8LPU+ yang…