Direct Release: Samsung QLED TV Raih Sertifikasi Bebas “Burn-In”

Reading time:
July 27, 2018
samsung tv

Samsung QLED TV baru saja menjadi TV pertama yang bersertifikat bebas “burn-in” oleh video, sebuah majalah teknologi Jerman yang terkenal.

Evaluasi menyeluruh majalah ini menilai kerentanan terhadap “burn-in” dan afterglow yang dapat merusak kualitas gambar secara permanen. Hasil tes membuktikan bahwa TV Samsung bebas dari keduanya, dan menunjukkan apa yang membuat QLED TV menjadi televisi paling tahan lama di pasar saat ini.

 

Lebih Detil Mengenai Burn-in

‘Burn-in’ mengacu pada fenomena di mana gambar statis (seperti logo saluran, atau status pemain yang biasa ada dalam dalam games konsol), jika ditampilkan untuk jangka waktu panjang, meninggalkan bekas permanen pada layar.

Dilakukan bersama dengan connect Testlab, sebuah laboratorium pengujian terkenal di dunia, tes stres 72 jam mengevaluasi kemampuan sebuah TV untuk menampilkan performa tingkat kinerja yang kita butuhkan di TV saat ini, dengan fokus khusus pada tampilan video HDR (high-dynamic-range).

Pada beberapa jenis layar, efek memori akan terus bersinar setelah satu menit penggunaan TV jika elemen gambar statis ditampilkan di layar mereka dalam luminositas tinggi. Dalam pengujian, TV dibuat untuk menampilkan pola kotak-kotak pada bidang hitam pekat dan sangat terang untuk periode waktu yang lebih lama. Para insinyur yang melakukan tes menambahkan elemen teks variabel dan bingkai putih intermiten ke gambar uji sehingga pendeteksian still otomatis untuk TV HDR modern tidak dapat dijalankan. Ini membantu penguji membuat kondisi serupa seperti dalam game HDR. Selain analisis standar, penguji menggunakan gambar abu-abu gelap dengan nilai kecerahan 10 nits – yang akan menunjukkan jika piksel gelap menjadi cerah. Hasil penyelidikan ini menunjukkan bahwa QLED TV tidak terpengaruh oleh “Burn-In” dan afterglow, dan gambar diam dapat ditampilkan pada layar tanpa resiko, berapa lama pun durasi pemutarannya.

Samsung QLED TV Image 1

Mengapa “Burn-In” Menjadi Penting

Menilai kerentanan TV terhadap “Burn-in” adalah kunci untuk menentukan berapa lama TV tersebut akan bertahan – dan pada akhirnya, apakah TV itu sepadan dengan uang yang Anda keluarkan. Meskipun semua layar akan meredup seiring dengan waktu, efek negatif “Burn-in” pada kualitas gambar dapat secara signifikan mempersingkat ketahanan TV.

Rata-rata, berdasarkan penggunaan yang tipikal, konsumen harus mengharapkan kualitas gambar TV mereka bertahan kurang lebih 7 hingga 10 tahun. Apa yang menarik untuk diperhatikan adalah definisi istilah – ‘penggunaan tipikal’ – telah berkembang dalam beberapa tahun terakhir dengan munculnya tontonan video secara maraton (binge-watching) dan pengembangan fungsi ‘smart TV’ yang menarik. Sekarang, pada hari-hari biasa, kita dapat menyalakan TV untuk menonton episode terbaru acara favorit, memulai sesi bermain game dengan teman-teman, atau mengelola perangkat IoT rumah tangga.

Tentang menikmati konten dinamis, akhir-akhir ini, begitu banyak acara dan permainan favorit yang menampilkan dukungan HDR, yang berarti video itu lebih cerah dan lebih imersif daripada konten biasa. Namun, seiring berjalannya waktu, konten HDR dapat melemahkan TV – mempercepat burn-in dan mengurangi masa pakainya. 

Selain itu, seperti yang diilustrasikan oleh fungsi inovatif seperti Magic Screen with Ambient Mode yang memungkinkan QLED TV menampilkan gambar yang indah dan meningkatkan estetika ketika dimatikan, Samsung terus mengeksplorasi cara untuk membantu konsumen mendapatkan lebih banyak manfaat dari televisi. Setiap fungsi baru membuat TV dipakai untuk waktu yang lebih lama, sehingga masalah daya tahan seperti burn-in menjadi lebih penting dari sebelumnya.

 

Bagaimana QLED TV Bebas dari “Burn-In”

Sumber daya tahan QLED TV terletak pada penggunaan quantum dots anorganik oleh Samsung. Beda dari teknologi layar dengan bahan organik, quantum dots tidak melemah seiring waktu. Hal ini memungkinkan QLED TV untuk menawarkan kualitas gambar yang luar biasa yang tidak hanya berlangsung lebih lama dari layar lainnya, tetapi dijamin bebas “Burn-In”.

Para ahli di Video bukan yang pertama dalam menguji ketahanan Samsung. Faktanya, situs ulasan TV yang dipercaya oleh industri – Rtings.com – baru-baru ini melakukan serangkaian ujian yang mengukur retensi gambar pada lusinan TV dari merek terkemuka di pasar. Bagian penting dari ujian ini yang mencerminkan kondisi penggunaan yang tipikal adalah penempatan logo berwarna-warni di TV selama 10 menit dan mengukur berapa menit untuk melihat apakah gambar yang ada dapat menghilang.

 

Tersertifikasi bebas dari efek gambar yang tidak diinginkan Tes ketahanan 72 jam Memory effect
Tes ini mensertifikasi Samsung QLED TV dengan label ꞌno burn-inꞌ dan ꞌno afterglowꞌ. Para ahli dari video menguji layar dengan pola kotak-kotak dan gambar abu-abu selama 72 jam. Beberapa layar menampilkan memory effect setelah beberapa waktu – tapi tidak demikian halnya dengan Samsung QLED TV.

 

Samsung QLED TV lulus dari tes tersebut dengan nilai sempurna untuk kualitas gambar dan ketiadaan burn-in. Namun, ketika mengalami pengujian yang sama, layar lainnya bernasib jauh kurang baik, mereka  menampilkan burn-in. Dengan ini, semakin menegaskan ketahanan QLED TV merupakan yang paling unggul di industri ini.

Komitmen Samsung bagi Konsumen

Penilaian Rtings dan sertifikasi dari video adalah hasil dari komitmen teguh Samsung untuk menawarkan yang terbaik kepada konsumen dalam hal kualitas gambar.

Doochan Eum, Vice President Visual Display Business Samsung Electronics, menjelaskan, “Konsumen tidak ingin memiliki TV yang dibuat tidak tahan dengan keperluan penggunaan TV saat ini . Quantum Dot yang membuat TV lebih tahan lama dan kemampuan untuk mengekspresikan 100 persen volume warna memungkinkan QLED TV menyajikan tingkat kualitas gambar yang konsisten dan menawan selama bertahun-tahun yang akan datang.”

Share
Tags:

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

October 29, 2026 - 0

Review Lenovo Legion Pro 5i Gen 10: Laptop Gaming Premium dengan RAM 32 GB Paling Worth It?

Ini adalah laptop High Performance kelas atas yang super worth…
October 28, 2026 - 0

Review HP Omnibook Ultra 14 (2026): Super Tipis, Desain Mewah, Performa Maksimal

Ini adalah laptop kelas premium dari HP yang beneran mewah!…
October 26, 2026 - 0

Review Infinix XBOOK 14 Neo: Laptop 2026 yang Terjangkau, Ringan, dng Warna Bodi Ceria

Laptop dengan nama “NEO” ini ternyata harganya mulai dari 7…
October 23, 2026 - 0

Review Axioo Hype Ai 5 (G3): Kencang & Irit dgn Intel Core Series 3 Wildcat Lake, Harga Terjangkau!

Ini salah satu laptop “Core 5 Series 3” paling terjangkau…

Gaming

October 30, 2026 - 0

ASUS Rilis ROG Swift OLED PG259QWS Ace & Strix OLED XG259QWPG Ace

ASUS ROG merilis monitor gaming kelas OLED 720Hz dan 540Hz…
October 30, 2026 - 0

Sony Hadirkan Cover Transparan Prism Collection Untuk DualSense & PS5

Sony merilis cover transparan bernama Prism Collection untuk DualSense dan…
October 30, 2026 - 0

Thrustmaster Luncurkan TCA Sky Yoke Flight Sim Controller

Thrustmaster TCA Sky Yoke hadirkan controller flight sim dilengkapi tujuh…
October 29, 2026 - 0

Valve Tambahkan Dukungan CD Drive ke Steam Frame dalam Hitungan Menit

Valve tambahkan dukungan CD drive ke kernel Steam Frame setelah…