Direct Release: F5 Networks: Musim Liburan, Musimnya Penipuan

Reading time:
December 18, 2018

Laporan Phishing & Fraud 2018 dari F5 Networks mengungkap puncak serangan phishing

F5 Networks

Indonesia, 17 Desember 2018 – Musim liburan ternyata tak hanya musim untuk menikmati suguhan khas serta kebersamaan yang sangat berharga bersama keluarga. Musim liburan juga menjadi momen memuncaknya serangan phishing di mana para penjahat berusaha menipu Anda melalui email, pesan singkat, dan situs palsu demi memperoleh informasi pribadi.

Masih ingat dengan modus penipuan ‘Pangeran Nigeria’? Para scammers alias penipu di dunia maya kini sudah lebih kreatif. Dulu mereka mengirim email berisi kisah dramatis, mengklaim ada harta warisan yang menanti Anda dan berujung pada permintaan untuk memberikan informasi perbankan untuk ‘mencairkan’ harta tersebut. Penipuan phishing saat ini lebih canggih dan agresif, berpura-pura menjadi seseorang atau entitas yang dikenal dan memainkan emosi korbannya agar mau menyerahkan uang.

Pada 2017 lalu, Indonesia menempati urutan ke-9 jumlah serangan phishing, yakni satu phishing insiden per 2.380 email. Laporan terbaru F5 yang bertajuk 2018 Phishing and Fraud Report: Attacks Peak During the Holidays menyebutkan, insiden penipuan (fraud) pada Oktober, November, dan Desember melonjak 50% dari rata-rata tahunan. Phishing masih menjadi vektor serangan teratas yang memberi akses ke penyerang untuk membuka informasi pribadi seperti kredensial login dan nomor kartu kredit.

Riset yang menggunakan data dari berbagai sumber ini menelusuri secara khusus fenomena phishing dan aktivitas penipuan yang memuncak di musim liburan. Yakni dimulai pada awal Oktober dan terus berlangsung hingga Januari. Termasuk diantaranya tren phishing dan fraud selama setahun, perusahaan yang paling sering menjadi korban serangan phishing, serta bagaimana perusahaan dan pelanggan bisa mempertahankan diri terhadap serangan phishing dan fraud.

Sorotan Laporan:

  • Umpan phishing yang umum digunakan sudah diketahui dan seharusnya menjadi fokus utama dalam pelatihan soal keamanan. Umpan phishing yang paling sukses adalah memainkan emosi seseorang seperti keserakahan, rasa khawatir, terdesak, dan rasa takut.
  • Berpura-pura menjadi seseorang atau entitas yang terkenal adalah taktik utama. Sebanyak 71% serangan phishing pada periode 1 september – 31 Oktober 2018 menggunakan modus mengaku dari perusahaan terkenal, khususnya di industri teknologi. Dalam periode tersebut, 10 perusahaan terkenal namanya disalahgunakan.
  • Lembaga keuangan adalah sasaran serangan phishing yang tumbuh paling cepat di musim liburan. Namun,diperkirakan akan ada kenaikan juga di industri e-commerce dan ekspedisi (shipping).
  • Pelatihan untuk meningkatkan kesadaran pengguna merupakan hal penting untuk melindungi perusahaan dan pengguna terhadap upaya phishing. Melatih karyawan untuk mengenali upaya phishing bisa menurunkan tingkat click mereka terhadap email, tautan, dan lampiran berbahaya dari 33% ke 13%.
  • Mengurangi jumlah email phishing yang lolos ke inbox email karyawan memang hal yang penting. Namun, perusahaan harus menyadari karyawan bisa terpancing serangan phishing. Ada baiknya melengkapi perusahaan dengan tindakan isolasi (containment) yang termasuk penyaringan web, software antivirus, dan otentikasi multi-faktor atau otentikasi ganda.

Cara Kerja Phishing

Teknologi dan metode penipuan phishing sebenarnya sudah cukup umum dan tak banyak berubah selama beberapa tahun terakhir. Penjahat menggunakan trik psikologis untuk memancing korban hingga mempercayai dan mengakses formulir dan aplikasi web palsu.

Pelaku phishing (phishers) biasanya melakukan proses tiga langkah berikut ini dalam menjalankan skema penipuan mereka:

  1. Pemilihan Target (Target Selection). Menemukan korban yang cocok, beserta alamat email dan latar belakangnya, guna mencari titik psikologi yang tepat untuk memancingnya.
  2. Rekayasa sosial (Social Engineering). Menyiapkan pancingan dengan umpan yang tepat agar dimakan korbannya, untuk mencuri kredensial dan menanamkan malware. Dalam kasus spear-phishing atau teknik penyebaran email seolah dari rekan atau organisasi yang telah dikenal korban sebelumnya, setiap umpan akan disesuaikan dengan calon korbannya. Di akhir tahun, phisher akan memanfaatkan tutup tahun fiskal dan momen liburan sebagai bagian dari aktivitas mereka.
  3. Rekayasa Teknis (Technical Engineering). Menciptakan metode untuk meretas korban yang termasuk diantaranya membuat website palsu, menciptakan malware, dan menyembunyikan serangan dari pemindai keamanan.

Melindungi Diri dari Phishing dan Fraud

Untuk konsumen:

Sangat penting untuk memahami bahwa alamat email bisa dipalsukan atau dipelesetkan (spoofed). URL spoofing adalah proses menciptakan URL palsu yang seringkali terjadi dalam serangan phishing. Berikut beberapa tanda-tanda yang harus diwaspadai:

  1. Penyingkatan URL (shortened URL) dari layanan seperti bit.ly dan lainnya bisa membahayakan. Pengguna sebaiknya membuka tab baru di browser dan mencari konten atau website yang menjadi referensi.
  2. Peringatan sertifikat (certificate warning) terlihat dari browser ketika sertifikat keamanan website tidak berlaku, bukan yang terbaru, atau tidak dikeluarkan oleh otoritas sertifikat terpercaya. Ketimbang mengabaikan peringatan ini, khususnya jika pengguna merasa situsnya aman-aman saja, ada baiknya mencari situs tersebut di window terpisah pada browser.
Share
Tags:

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

October 29, 2026 - 0

Review Lenovo Legion Pro 5i Gen 10: Laptop Gaming Premium dengan RAM 32 GB Paling Worth It?

Ini adalah laptop High Performance kelas atas yang super worth…
October 28, 2026 - 0

Review HP Omnibook Ultra 14 (2026): Super Tipis, Desain Mewah, Performa Maksimal

Ini adalah laptop kelas premium dari HP yang beneran mewah!…
October 26, 2026 - 0

Review Infinix XBOOK 14 Neo: Laptop 2026 yang Terjangkau, Ringan, dng Warna Bodi Ceria

Laptop dengan nama “NEO” ini ternyata harganya mulai dari 7…
October 23, 2026 - 0

Review Axioo Hype Ai 5 (G3): Kencang & Irit dgn Intel Core Series 3 Wildcat Lake, Harga Terjangkau!

Ini salah satu laptop “Core 5 Series 3” paling terjangkau…

Gaming

October 29, 2026 - 0

Valve Tambahkan Dukungan CD Drive ke Steam Frame dalam Hitungan Menit

Valve tambahkan dukungan CD drive ke kernel Steam Frame setelah…
October 29, 2026 - 0

Sony Hadiahkan US$50 Ribu Untuk Hacker Penemu Komponen Jailbreak

Sony membayar hadiah US$50.000 untuk hacker yang melaporkan celah keamanan…
October 29, 2026 - 0

Epic Games Akan Latih AI Untuk Dukung Unreal Engine

Epic Games akan mengubah EULA Unreal Engine agar game yang…
October 29, 2026 - 0

Nintendo Switch 2 Lite Dikabarkan Pakai Chip Samsung yang Hemat Daya

Nintendo Switch 2 Lite dirumorkan memakai platform Samsung 8LPU+ yang…