Qualcomm Ingin Wujudkan Potensi 5G mmWave di Indonesia
Qualcomm menggelar media gathering bersama awak media di Jakarta Selatan, kemarin (18/4). Dalam sesi tersebut, Qualcomm memaparkan mengenai kiprah Qualcomm di Industri teknologi, baik dalam lingkup global maupun di Indonesia.

Shannedy Ong selaku Country Director, Qualcomm Indonesia, memaparkan bahwa saat ini bisnis Qualcomm terus bertumbuh, tak hanya dari sektor mobile tapi juga ke berbagai teknologi baru yang mencakup connected intelligent edge. Hadirnya teknologi 5G menjadi faktor utama yang menjembatani beragam teknologi terbaru hadir.
Sebelumnya, bisnis Qualcomm berfokus pada layanan MSM (Mobile system/ system-on-chip Modem), MDM (Mobile Data Modem) dan licensing yang bernilai $15B. Saat ini, Qulcomm telah memiliki diversifikasi, di antaranya RF front-end, otomotif, IoT, dll, dengan nilai $100B. Pada dekade berikutnya, layanan Qualcomm akan berfokus pada connected intelligent edge dengan nilai $700B.

Sektor mobile masih menjadi core bisnis Qualcomm, dimana Qualcomm percaya diri mengklaimkan diri sebagai pemimpin industri. Platform Snapdragon telah menjadi benchmark untuk smartphone Android premium, berkat teknologi kompleks yang dimiliknya yaitu Snapdragon® Connect, Snapdragon® Smart, Snapdragon Sound™, Snapdragon Sight™, Snapdragon® Secure, dan Snapdragon Elite Gaming™. Platform terbarunya yaitu Snapdragon 8 Gen 1 yang telah menenagai beberapa flagship Android, termasuk Samsung Galaxy S22 Series.
Sektor jaringan juga jadi tetap menjadi fokus pengembangan Qualcomm. Teknologi Qualcomm sudah hadir di perangkat smartphone 5G, PC, hotspot, dan lainnya. Dan kini Qualcomm tengah berupaya mewujudkan potensi dari 5G mmWave di Indonesia. Dengan kecepatan dan kestabilan teknologi jaringan 5G mmWave, akan membuka implementasi berbagai inovasi teknologi yang belum pernah ada sebelumnya.
Qualcomm berpartisipasi dalam ajang MotoGP Mandalika dengan menggandeng Telkomsel pada perangkat 5G mmWave untuk mendemonstrasikan konektivitas Hyper 5G Telkomsel di area tersebut.

Qualcomm juga menghadirkan inovasi di luar mobile dengan 5 area pertumbuhan utama untuk connected intelligent edge, meliputi: next-gen ARM PC, metaverse, otomotif, transformasi industri, dan jaringan 5G modern.
Produk kolaborasinya dengan Lenovo yaitu Lenovo ThinkPad X13s menjadi yang bukti dari upaya Qualcomm berusaha untuk menjadi game changer di dunia komputasi yang akan menghadirkan konvergensi mobile dan PC.
Baca Juga: Lenovo Luncurkan ThinkPad X13s dengan Snapdragon 8cx Gen 3 • Jagat Review
Di Indonesia, Qualcomm bersama LITE dan seluruh anggota ekosistem dari hulu ke hilir, meluncurkan produk Libera Merdeka, produk Chromebook lokal yang ditenagai oleh Snapdragon 7c dengan skor TKDN lebih dari 47%, untuk memenuhi ketentuan dari pemerintah akan prioritas terhadap penggunaan produksi dalam negeri.
Qualcomm mendukung pengalaman VR yang superior dan telah berinvestasi dalam metaverse sejak lama dengan Snapdragon XR Space yang menyediakan beragam desain bagi OEM untuk berinovasi, seperti dengan Meta untuk produk Quest 2, yang merupakan perangkat VR bertenaga Snapdragon. Prosesor Snapdragon direkayasa untuk memberikan solusi komputasi heterogen yang efisien yang dioptimalkan secara end-to-end untuk memungkinkan akses ke metaverse.

Ke depannya otomotif tidak lagi menggunakan teknologi tradisional, melainkan teknologi otomotif layaknya komputer yang secara penuh ditenagai oleh Snapdragon Ride Platform. BMW, Stellantis dan Ferrari adalah beberapa merek yang telah berkolaborasi dengan Qualcomm untuk teknologi ini.
Transformasi digital sudah menjadi hal yang mutlak bagi semua industri dan transformasi tersebut membutuhkan teknologi yang tepat. Qualcomm adalah bagian dari transformasi tersebut yang memajukan 5G dengan mengembangkan roadmap yang lengkap akan solusi end-to-end untuk Industrial IoT (IIoT) dengan konektivitas terpadu.













