Acer Rilis Laptop OLED 16 Inci Teringan di Dunia: Acer Swift Edge
Acer baru-baru ini merilis Acer Swift Edge secara global, yang datang sebagai laptop OLED 16 inci teringan di dunia. Spesifikasi yang disematkan pun merupakan kelas flagship, di mana Acer menargetkan laptop ini untuk memenuhi produktivitas dan kreativitas bagi pekerja hybrid modern.

Layar OLED 16 inci yang dimiliki Acer Swift Edge itu mengusung resolusi 4K, dengan tingkat kecerahan 500 nits dan 100 persen color gamut DCI-P3. Layar dengan 92 persen screen-to-body ratio tersebut juga telah mendapatkan sertifikasi VESA DisplayHDR True Black 500 dan juga TUV Rheinland Eysafe.
Baca Juga: Acer Resmikan Exclusive Store Baru di Mall Of Indonesia • Jagat Review
Sebagai laptop 16 inci OLED teringan dunia, Acer Swift Edge punya bobot hanya 1.17 kg dengan menggunakan material body aluminium alloy yang punya sifat 20 persen lebih ringan tapi dua kali lebih kuat dibandingkan dengan aluminium biasa, sangat ringan dan portabel dengan ketebalan hanya 12.95mm. Lebih ringan dari LG Gram 16 inci dengan bobot 1,18 kg.
Acer Swift Edge dilengkap keyboard dengan backlight dan webcam Full HD. Ada juga sensor sidik jari untuk otentikasi biometrik di Windows 11 yang ada di dalamnya.

Di bagian mesin, Acer Swift Edge ditenagai oleh prosesor AMD Ryzen Pro atau Ryzen 6000 Series yang digabungkan dengan grafis AMD Radeon onboard. Laptop tersebut dikemas dengan RAM LPDDR5 hingga 32GB dan penyimpanan SSD 1TB. Juga dilengkapi prosesor keamanan Microsoft Pluton yang akan memberikan perlindungan tambahan untuk berbagai serangan cyber.
Dari segi konektivitas laptop ini hadir dengan dua port USB-C, dua port USB-A, port HDMI 2.1, headphone jack 3.5mm. Cukup lengkap untuk sebuah laptop yang tipis dan ringan. Kemudian untuk jaringan internetnya sudah mendukung WiFi 6E, tak lupa juga dukungan Bluetooth untuk transfer file atau koneksi perangkat wireless.
Berapa Harganya?
Laptop Acer Swift Edge akan tersedia pertama kali untuk wilayah Amerika Utara pada bulan Oktober ini dengan harga mulai dari USD 1.5000 atau sekitar Rp 22 juta, sementara wilayah Eropa, Timur Tengah, Afrika dan China akan menyusul. Semoga saja sih akan masuk ke pasar Indonesia juga ya.













