Direct Release: 5G di Garis Terdepan Perubahan

Reading time:
October 27, 2022

[Bangkok, Thailand, 25 Oktober 2022] Forum Huawei Global Mobile Broadband Forum (MBBF) ke-13 resmi dibuka hari ini di Bangkok dengan kata sambutan dari Rotating Chairman Huawei, Ken Hu.

“5G telah tumbuh lebih cepat daripada teknologi seluler generasi sebelumnya,” cetus Hu membuka sambutannya. “Dalam waktu hanya tiga tahun, kita telah melihat kemajuan yang sangat solid dalam hal penyebaran jaringan, layanan konsumen, dan aplikasi dalam industri.”

“5G saat ini melaju di jalur cepat,” lanjutnya, “dan kita semua perlu merasa bangga dengan kemajuan yang telah kita capai. Akan tetapi, banyak hal lain yang dapat kita lakukan untuk memaksimalkan nilainya. Kita perlu bekerja sama untuk sepenuhnya melepaskan potensi jaringan 5G dan memperluas dampaknya dalam bentuk layanan seperti cloud dan integrasi sistem. Bersama-sama, kita dapat mendorong lompatan perkembangan dalam jaringan 5G, aplikasinya, dan industri secara keseluruhan.”

Huawei

Ken Hu berbicara dalam MBBF 2022

Sampai dengan Oktober 2022, lebih dari 230 operator telekomunikasi di seluruh dunia telah meluncurkan layanan 5G komersial. Totalnya, lebih dari tiga juta base station 5G telah terpasang untuk melayani lebih dari 700 juta pelanggan.

Di sektor telekomunikasi, layanan pelanggan masih merupakan penyumbang pendapatan terbesar bagi bisnis operator telekomunikasi atau pengelola jaringan (carrier). Seiring dengan peningkatan penetrasi 5G, kian banyak orang yang merasakan sendiri pengalaman yang jauh lebih mengesankan, sehingga mendorong pergeseran dalam perilaku konsumen, salah satunya adalah lonjakan trafik video high definition (HD). Muncul berbagai aplikasi seluler baru dengan memanfaatkan kecepatan 5G yang jauh lebih tinggi serta latensi yang lebih rendah, yang kemudian mendongkrak rata-rata konsumsi data pengguna (DOU) menjadi dua kali lipat serta meningkatkan rata-rata pendapatan per pengguna (ARPU) sebesar 20% – 40%, berkontribusi pada pertumbuhan pendapatan bisnis operator telekomunikasi secara stabil dari lini bisnis konektivitas.

Pada saat yang sama, aplikasi B2B 5G berkembang menjadi mesin pencetak dan pendorong pendapatan baru bagi operator telekomunikasi, yang menciptakan pendapatan dalam jumlah cukup besar dari sejumlah sektor industri seperti migas, manufaktur, dan transportasi.

Tak sekadar inovatif, aplikasi-aplikasi ini juga menghasilkan nilai komersial secara nyata bagi bisnis operator telekomunikasi. Sebagai gambaran, pada tahun 2021, sebuah operator telekomunikasi di Tiongkok berhasil meraup lebih dari CNY3,4 miliar (sekitar USD500 juta) pendapatan baru yang dihasilkan dari lebih dari 3.000 proyek 5G industrial. Yang tak kalah mengagumkannya, proyek-proyek ini juga menghasilkan pendapatan hingga 10 kali lipat dari yang dihasilkan oleh berbagai layanan data dan TIK terintegrasi.

Aplikasi B2B 5G digadang-gadang akan menjadi alur pendapatan dengan pertumbuhan tercepat bagi operator telekomunikasi. Teknologi 5G memampukan terciptanya berbagai inovasi dalam skenario layanan, aplikasi, dan model bisnis, yang semuanya akan membuka jalan bagi peluang pertumbuhan industri yang tak terbayangkan sebelumnya. “Untuk dapat menangkap semua peluang ini,” tegas Hu, “ada sejumlah hal yang perlu kita lakukan.”

Membangun jaringan untuk menciptakan pengalaman pengguna yang lebih baik

Cakupan yang lebih luas bukanlah satu-satunya tujuan membangun jaringan, sebab idealnya jaringan dibangun guna mengoptimalkan berbagai bentuk pengalaman pengguna. Sebagai contoh, operator telekomunikasi di Tiongkok telah mengoptimalkan jaringan mereka untuk TikTok dan layanan video populer lainnya, pertama-tama dengan memangkas gangguan penundaan input hingga 50% dan frame freeze (gambar berhenti) hingga 90%. Dengan pengalaman video yang lebih mulus, konsumsi data meningkat dua kali lipat dan menarik lebih banyak konsumen untuk menggunakan layanan 5G.

Mendorong pengembangan 5,5G

Untuk mendorong 5G ke tingkat yang lebih tinggi, Huawei bekerja sama dengan para operator telekomunikasi dan mitra industri dan mengajukan empat fitur untuk 5,5G, yang merupakan evolusi selanjutnya dari teknologi 5G: kecepatan downlink 10 Gbps, kecepatan uplink 1 Gbps, dukungan untuk 100 miliar koneksi, dan native intelligence atau kecerdasan asli.

“Seluruh pelaku industri perlu bekerja sama untuk menentukan serangkaian standar, mempersiapkan spektrum, dan membangun ekosistem 5,5G ini,” tegas Hu.

Mendorong inovasi layanan guna memaksimalkan nilai 5G

Dengan bandwidth lebar dan latensi rendah, 5G dapat diintegrasikan dengan cloud dan AI (Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan) untuk menyediakan layanan yang benar-benar baru bagi konsumen maupun dunia usaha. Operator telekomunikasi akan dapat menyajikan berbagai pengalaman baru seperti realitas terkembang (extender reality atau XR), cloud gaming, dan layanan panggilan yang diperkaya bagi konsumen individual, serta menghadirkan solusi transformasi digital yang lebih komprehensif bagi bisnis. Semua ini akan membuka aliran pendapatan baru, memberikan kesempatan bagi operator telekomunikasi untuk mengembangkan lebih dari sekadar konektivitas menuju layanan cloud dan integrasi sistem.

Digitalisasi industri adalah gelombang berikutnya dalam pembangunan ekonomi global. Sebagai pemampu utama transformasi digital, 5G membuka pintu ke dunia penuh peluang baru. Akan tetapi untuk mewujudkan ini, ekosistem TIK perlu bekerja sama dan melakukan yang terbaik yang mereka mampu. “Jika kita bekerja bersama-sama, kita akan dapat mendorong lompatan perkembangan dalam jaringan 5G, aplikasinya, dan industri secara keseluruhan,” pungkas Hu.

Global Mobile Broadband Forum 2022 diselenggarakan oleh Huawei, bersama dengan mitra industrinya GSMA dan GTI. Dalam forum tahunan ini berkumpul para pelaku industri dari kalangan operator telekomunikasi jaringan seluler, pemimpin industri vertikal, dan mitra ekosistem lainnya dari seluruh dunia, di mana mereka membahas cara-cara untuk mendorong keberhasilan komersial 5G, serta berbagai topik penting dalam industri seperti pembangunan hijau, kecerdasan, dan evolusi 5G. Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi:

https://www.huawei.com/en/events/mbbf2022.

Share
Tags:

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

October 29, 2026 - 0

Review Lenovo Legion Pro 5i Gen 10: Laptop Gaming Premium dengan RAM 32 GB Paling Worth It?

Ini adalah laptop High Performance kelas atas yang super worth…
October 28, 2026 - 0

Review HP Omnibook Ultra 14 (2026): Super Tipis, Desain Mewah, Performa Maksimal

Ini adalah laptop kelas premium dari HP yang beneran mewah!…
October 26, 2026 - 0

Review Infinix XBOOK 14 Neo: Laptop 2026 yang Terjangkau, Ringan, dng Warna Bodi Ceria

Laptop dengan nama “NEO” ini ternyata harganya mulai dari 7…
October 23, 2026 - 0

Review Axioo Hype Ai 5 (G3): Kencang & Irit dgn Intel Core Series 3 Wildcat Lake, Harga Terjangkau!

Ini salah satu laptop “Core 5 Series 3” paling terjangkau…

Gaming

October 29, 2026 - 0

Valve Tambahkan Dukungan CD Drive ke Steam Frame dalam Hitungan Menit

Valve tambahkan dukungan CD drive ke kernel Steam Frame setelah…
October 29, 2026 - 0

Sony Hadiahkan US$50 Ribu Untuk Hacker Penemu Komponen Jailbreak

Sony membayar hadiah US$50.000 untuk hacker yang melaporkan celah keamanan…
October 29, 2026 - 0

Epic Games Akan Latih AI Untuk Dukung Unreal Engine

Epic Games akan mengubah EULA Unreal Engine agar game yang…
October 29, 2026 - 0

Nintendo Switch 2 Lite Dikabarkan Pakai Chip Samsung yang Hemat Daya

Nintendo Switch 2 Lite dirumorkan memakai platform Samsung 8LPU+ yang…