NostalGame: Thousand Arms

Reading time:
May 20, 2011
Thousand Arms 1

Pada masa kejayaannya dulu, Playstation memang menghadirkan jajaran game RPG berkualitas yang sampai sekarang sulit ditandingi. Tidak hanya menawarkan sekadar kualitas grafis atau desain, pada masa tersebut lahir berbagai inovasi-inovasi segar untuk menghasilkan game RPG paling unik diantara yang lainnya. Berdampingan dengan franchise besar seperti Final Fantasy, game-game RPG yang lahir dari developer yang lebih kecil ternyata banyak yang menawarkan kualitas yang tidak kalah baiknya. Salah satu yang terunik dan begitu membakar di memori kepala, Thousand Arms.

Game yang dikembangkan oleh Atlus ini memang menawarkan hal yang jauh berbeda. Menggabungkan konsep RPG dengan love-simulation yang sedang tren di kala itu, Thousand Arms tidak hanya menawarkan sebuah konsep RPG yang biasa. Anda diharuskan untuk menjalin hubungan spesial dengan karakter wanita yang ada untuk mendapatkan equipment yang lebih kuat. Semakin kuat hubungan Anda, semakin kuat pula equipment yang dihasilkan. Jika saya tidak salah ingat, Thousand Arms juga merupakan game RPG pertama saya yang memberikan kesempatan untuk memilih respon terhadap sebuah percakapan. Voice acting yang dihadirkan juga termasuk inovatif di kala itu.

Thousand Arms 25

Hal pertama yang membuat saya tertarik untuk memainkan Thousand Arms sebenarnya jauh dari keinginan merasakan pengalaman bermain game ini. Rumor di seputar sekolah yang menggerakkan saya. Di saat tren musik pop Jepang sedang menjadi “hip” di telinga anak-anak muda di kala itu, nama Ayumi Hamazaki boleh jadi menjadi yang paling dikagumi. Saya juga tidak lepas dari hadirnya tren ini. Ketika teman-teman mulai membicarakan bahwa salah satu lagu Ayumi Hamasaki, “Depends on You” menjadi soundtrack utama game RPG di Playstation, maka semuanya tentu berlomba untuk segera memainkannya. Semua anak di sekolah di saat itu terpapar oleh “kecentilan” Thousand Arms dalam meramu sebuah dunia RPG yang tidak biasa.

Plot

Thousand Arms 4 Thousand Arms 12

Garis utama cerita yang ditawarkan Thousand Arms berkisah tentang kehidupan Meis Triumph, anak dari Spirit Blacksmith terkemuka di kota Kant. Namun ketika perang berkecamuk di kotanya akibat serangan dari Dark Acolytes, ayah dari Meis meninggalkan kota tersebut begitu saja tanpa memberikan perlawanan apapun. Bahkan Meis yang baru belajar menjadi seorang spirit blacksmith juga ditinggalkan begitu saja.

Dalam keadaan kelaparan dan kelelahan, Meis yang mata keranjang kemudian bertemu dengan Sodina. Ditampung oleh Jyabil, kakak Sodina yang juga seorang spirit blacksmith yang sudah sangat berpengalaman, Meis kemudian perlahan-lahan belajar menjadi seorang blacksmith yang tangguh. Belajar menyatukan perasaannya dengan sang pedang, Meis dihadapkan pada tanggung jawab yang lebih besar, menghentikan konspirasi raksasa Dark Acolytes untuk menguasai dunia. Di sinilah petualangan kita dimulai, belajar tentang kebenaran, bertemu dengan beragam karakter, menempa pedang terkuat, dan lebih banyak wanita untuk didekati, pastinya!

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

June 24, 2026 - 0

Review Lenovo Legion Pro 7i FIFA World Cup Edition: Laptop Gaming Kolaborasi Spesial Piala Dunia!

Ini adalah laptop gaming limited edition dari Lenovo, yang kolaborasi…
June 23, 2026 - 0

Review ASUS Zenbook A14 (UX3407) 2026: Laptop Snapdragon X2 Elite Paling Ringan, Irit, & Kencang

Laptop 18-Core ini bodinya tipis dan beratnya enteng banget cuman…
June 18, 2026 - 0

Review ASUS ROG Zephyrus Duo (2026): Kencang “Pol” Buat Multitasking & Gaming AAA

Laptop Gaming kekinian tuh harusnya kayak gini. Ini adalah “ASUS…
May 27, 2026 - 0

Review Polytron Luxia with AMD Ryzen 5: Rp 7 Jutaan, Kencang, Upgradeable, 5X USB, ADP+

Ini dia Laptop pertama Polytron dengan prosesor AMD Ryzen. Harganya?…

Gaming

June 24, 2026 - 0

Stop Killing Games Tak Menyerah Setelah Ditolak Parlemen Uni Eropa

Meski Komisi Eropa menolak aturan baru untuk menjaga game tetap…
June 24, 2026 - 0

Nintendo Switch Online Naik Harga di Jepang untuk Pertama Kalinya Sejak 2017

Nintendo Switch Online resmi naik harga di Jepang mulai 1…
June 23, 2026 - 0

Rumor: Xbox Project Helix Diklaim Bisa Sentuh Harga $1200

Spekulasi baru akan harga console next-gen Xbox Project Helix kembali…
June 23, 2026 - 0

Steam Machine Umumkan Harga Resmi, Model Termurah di Atas $1000

Kekhawatiran gamer yang menantikan Steam Machine akhirnya terjadi juga, ketika…