Demo Room Shure STEM Ecosystem: Instalasi Mudah, Bisa Disesuaikan Kebutuhan!
Shure bersama dengan distributor resmi mereka di tanah air – SBS (Swara Bangun Solusi), mengajak media untuk berkunjung ke demo room Shure STEM Ecosystem. Demo Room STEM ini berlokasi di outlet De’Sound, Melawai Jakarta Selatan.

Oh iya, buat kalian yang belum tahu apa itu STEM Ecosystem, ini adalah ekosistem audio, yang ditujukan untuk sistem audio conference dengan kualitas terbaik. Solusi ini telah hadir di Indonesia, sejak awal Januari lalu.
Baca Juga: SHURE Luncurkan STEM Ecosystem, Ekosistem Audio Conference Tanpa Kompromi • Jagat Review
Beberapa perangkat dari STEM Ecosystem ini diantaranya Stem Speaker, STEM Table, Stem Wall, Stem Ceiling, STEM Control dan STEM Hub.
Demo Instalasi: Simple dan Mudah
Di Demo Room ini, kita bisa melihat seluruh ekosistem produk STEM yang terinstal dalam skenario ruang meeting dengan setup audio conference yang disesuaikan dengan masing-masing fungsi perangkat.

Dalam kesempatan ini juga didemokan bagaimana instalasi STEM Ecosystem dengan semua perangkat dilakukan. Langkah-langkahnya cukup sederhana, pertama yaitu semua perangkat ekosistem terlebih dahulu harus terhubung dengan ke perangkat STEM Hub.

Perangkat ini akan secara otomatis mem-pairing, semua perangkat lain menjadi satu jaringan sistem audio. Adapun jika pengguna hanya menggunakan satu perangkat, misalnya STEM Table, maka bisa langsung menyambungkannya ke perangkat PC, tanpa memerlukan STEM Hub.
Oh iya, STEM Ecosystem menggunakan network berbasis IP, jadi setiap perangkat yang terhubung akan memiliki IP Address masing-masing. Tapi pengguna tidak perlu repot mengatur IP, karena proses pairingnya secara otomatis akan mengatur IP pada setiap perangkat.

Setelah itu, semua perangkat yang terhubung akan tampil pada dashboard control, untuk nantinya bisa dikonfigurasi sesuai kebutuhan.
Fitur-Fitur Menarik
Beberapa fitur juga didemokan di Demo Room STEM Ecosystem tersebut.

Misalnya fitur RoomAdapt. Dengan fitur ini semua perangkat audio akan dikalbirasikan dengan kondisi ruangan, jadi pengguna bisa merasakan audio yang optimal baik dari tangkapan microphone maupun output dari speaker, saat melakukan konferensi di ruangan tersebut.

Selain itu fitur menarik lainnya yaitu Room Design. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk menganalisa terlebih dahulu kebutuhan audio di dalam sebuah ruangan meeting, sebelum melakukan instalasi audio.
Pengguna bisa membuat terlebih dahulu desain ruangan conference, lengkap dengan perangkat interior seperti meja dan kursi. Setelah itu, pengguna bisa mensimulasikan kebutuhan perangkat audio dalam ruangan tersebut. Apakah cakupan microphone untuk menangkap suara di ruangan tersebut sudah cukup, dan seperti apa cakupan suara yang keluar dari speaker. Dengan cara ini, pengguna bisa tahu seberapa banyak perangkat audio yang dibutuhkan.
Untuk ruangan meeting kecil dengan jumlah 4-5 orang misalnya, cukup dengan satu perangkat STEM Table maka sudah bisa mencakup kebutuhan audio semua orang di ruangan tersebut.

Sebaliknya, jika ruangan conference-nya cukup besar, semisal ukuran aula meeting. Maka bisa menggunakan STEM Ceiling dan juga STEM Wall, atau bahkan menggunakan seluruh perangkat ekosistem STEM tersebut.
Ya, memang perangkat audio dari STEM Ecosystem kalau dilihat secara keseluruhan, ini tidak begitu murah jika dibandingkan produk solusi audio conference lain. Tapi dengan kemampuannya yang scalable – bisa disesuaikan dengan kebutuhan ruangan, sebenarnya harga yang ditawarkan juga tidak begitu tinggi, apalagi untuk pengalaman audio yang benar-benar berkualitas tinggi: dari SHURE!

















