Fokus ke Smart home, Tizen OS Bakal Didukung AI dengan Cara Unik
Dalam event Samsung Developer Conference 2023, Samsung menegaskan komitmen mereka untuk teknologi smarthome yang lebih canggih lagi. Salah satu strateginya yaitu dengan mendorong OS buatan mereka sendiri yaitu Tizen OS ke level yang lebih tinggi.

Ya, buat kalian yang belum begitu familiar dengan TIzen, ini adalah sistem operasi buatan Samsung yang telah dirilis sejak tahun 2012 silam. Meski awalnya Samsung ingin menggarap OS ini untuk perangkat smartphone dan gadget lain, tapi belakangan Samsung memfokuskan pengembangan Tizen ke perangkat home appliances mereka.
Tizen OS Bakal Dibekali AI dengan Cara Unik
Salah satu tantangan utama yang dihadapi Samsung adalah mengintegrasikan kecerdasan buatan (AI) ke dalam perangkat elektronik rumah tangga, yang dari segi kemampuan komputasinya, tidak begitu kuat. Tidak seperti perangkat lain seperti smartphone maupun tablet, biasanya perangkat elektronik rumah tangga hanya dibekali dengan spesifikasi yang seadanya.
Baca Juga: Tak Mau Bergantung ke NVIDIA, OpenAI dan Microsoft Mau Bikin Chip AI sendiri • Jagat Review
Nah untuk mengatasi hal ini, Samsung telah memperkenalkan teknologi Home AI Edge yang inovatif. Teknologi ini memungkinkan perangkat elektronik rumah tangga yang punya kemampuan komputasi yang lemah, untuk terhubung dan meminta bantuan perangkat lain yang punya kemampuan komputasi lebih tinggi, dalam memproses AI. Ya, seperti yang kita tahu kalau Samsung punya eksosistem Smart Things yang memungkinkan semua perangkat elektronik dan gadget Samsung terhubung satu sama lain.
Jadi untuk proses AI ini, sebagai contoh misalnya kita ingin menggunakan fitur AI pada mesin cuci, maka proses komputasi AI akan dilakukan di perangkat lain yang terhubung seperti misalnya smartphone atau tablet. Baru kemudian perintah berikutnya dijalankan di perangkat mesin cuci tersebut.
Dengan pengenalan teknologi Home AI Edge, ini menandai era baru di mana peralatan rumah tangga dapat berkomunikasi dan berkolaborasi secara efisien. Hal ini tidak hanya meningkatkan kinerja peralatan, tetapi juga mempertahankan fokus pada desain yang menarik, dan harga yang terjangkau bagi konsumen.
Sehingga, untuk bisa menikmati fitur-fitur AI, konsumen tidak perlu membeli perangkat elektronik rumahan dengan spesifikasi komputasi yang tinggi, yang tentunya bakal meningkatkan harga perangkat itu sendiri.
















