Rekor Serangan DDos Google, 398 Juta Kali Per-detik, Ini Celahnya!
Google melaporkan serangan DDoS terkuat dalam sejarah, yang berhasil dihalau oleh Google pada bulan Agustus lalu. Tidak-tanggung-tanggung, serangan DDos tersebut dengan intensitas 398 juta request per detik.

Angka ini 7.5 kali lebih kuat daripada rekor sebelumnya. Rekor tahun lalu, serangan DDos yang diterima oleh Google yaitu sekitar 46 juta request per detik.
Serangan DDos dengan Metode Baru
Serangan DDos yang diterima oleh Google ini juga mengindentifikasi adanya metode baru yang dipakai oleh para cyber crime, untuk meretas situs web dan layanan. Serangan DDoS terbaru ini menggunakan teknik reset cepat berdasarkan stream multiplexing yang merupakan fitur penting dari protokol HTTP/2.

Dalam waktu dua menit, serangan ini telah menghasilkan lebih banyak permintaan daripada jumlah artikel Wikipedia yang dibaca sepanjang bulan September 2023. Serangan tersebut dimulai sejak akhir Agustus dan masih berlanjut.
Serangan DDoS ini menargetkan penyedia infrastruktur utama, termasuk layanan Google, jaringan Google Cloud, dan pelanggan Google. Untungnya layanan-layanan Google tetap dapat bekerja dengan baik, yaitu berkat Google berhasil infrastruktur global load balancing, sehingga Google tetap dapat menjaga fungsionalitas layanan mereka.
Baca Juga: Mobil Ferrari Bisa Dibeli dengan Mata Uang Crypto di AS • Jagat Review
Google juga berkolaborasi dengan mitra industri untuk mengidentifikasi mekanisme serangan dan mengembangkan tindakan pencegahan bersama.
Celah Keamanan di Protokol HTTP/2
Google telah menyelidiki serangan tersebut, dan ditemukan celah kerentanan pada protokol HTTP/2. Celah kerentanan diberi nomor CVE-2023-44487 dengan skor kerentanan 7.5 dari 10, dimana angka ini cukup tinggi untuk dapat dieksplotiasi oleh para hacker dalam melancarkan serangan mereka.
Selain itu Google menyarankan untuk administrator server HTTP/2, untuk memastikan pemasangan patch keamanan. Ini diklaim dapat mengatasi kerentanan CVE-2023-44487, supaya bisa mencegah dan membatasi dampak serangan ini.
















