Uni Eropa Ingin Royalti Artis di Platform Streaming Musik Lebih Adil dan Layak
Para anggota parlemen Uni Eropa sedang menggaungkan regulasi baru untuk memastikan keadilan kompensasi bagi para seniman di platform streaming musik. Proposal ini tidak hanya menyasar skema pembagian royalti, tapi juga transparansi algoritma yang memengaruhi rekomendasi dan promosi musik.
Salah satu fokus utama regulasi ini adalah menjamin supaya artis-artis kecil juga bisa menerima bayaran yang layak. Masalahnya, sistem royalti saat ini cenderung menguntungkan label dan artis besar, sementara seniman dan genre kurang populer jadi terpinggirkan. Algoritma rekomendasi yang ada di platform-platform musik tersebut, seringnya kerap mengarahkan pendengar hanya ke karya-karya tertentu, jadi sulit bagi musik lain untuk mendapatkan eksposur.
Selain keadilan royalti, regulasi ini juga ingin mengatur penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam platform streaming. Diperkirakan, kerangka hukum resmi dari Uni Eropa untuk regulasi terkait royalti platform musik ini masih butuh waktu untuk dirampungkan.
Baca Juga: Ikuti Jejak Google, YouTube Akan PHK Ratusan Karyawan • Jagat Review
Dan rupanya, isu yang sama juga sedang juga mencuat di Inggris, di mana regulator setempat tengah menyelidiki dampak algoritma pada kebiasaan pendengar dan keadilan bayaran artis. Isu ini sendiri berkembang dari keresahan dari para artis yang merasa tidak mendapatkan hak yang sama baik dari segi bayaran maupun eksposure.
Platform streaming sendiri saat ini bisa dibilang telah mendominasi pendapatan di industri musik. Secara global, sekitar 67% pendapatan industri musik berasal dari layanan streaming. Hal ini semakin menekankan urgensi regulasi yang adil dan transparan untuk mendukung keberlangsungan dan keragaman musik di era digital.
Semoga saja kebijakan-kebijakan seperti yang dilakukan parlemen Uni Eropa ini bisa dicontoh di negara-negara lain untuk bisa lebih menghargai hak cipta dan karya-karya artis ya!















