Farasis Energy Kembangkan Baterai Mobil Listrik Baru, Bisa Diisi 80% Kurang Lebih 9 Menit
Salah satu tantangan terbesar dalam tren mobil listrik adalah durasi pengisian daya yang jauh lebih lama dibandingkan pengisian bahan bakar kendaraan konvensional. Ya, karena mengisi daya baterai, tidak secepat mengisih bahan bakar bensin.
Namun, perusahaan baterai asal Tiongkok, Farasis Energy, menghadirkan solusi dengan teknologi baru yang memungkinkan baterai mobil listrik disi lebih cepat. Teknologi baru dari Farasis Energy ini memungkinkan baterai mobil terisi dari 10 hingga 80 persen hanya dalam 8,55 menit.

Cara Kerja Teknologi Baterai Terbaru Farasis Energy
Teknologi ini memanfaatkan pengisian daya ultra-cepat 6C, yang berarti baterai dapat menerima energi enam kali lebih cepat dari laju pengosongannya. Farasis Energy mengoptimalkan desain baterai untuk sistem lithium iron phosphate (LFP) 6C dan lithium ternary 5C. Ini memungkinkan pengisian daya berlangsung jauh lebih cepat tanpa mengorbankan keamanan dan efisiensi.

Salah satu inovasi yang diterapkan adalah solusi super pouch (SPS), yang meningkatkan area disipasi panas pada baterai LFP 6C dan ternary 5C masing-masing sebesar 4,8 dan 4,0 kali lipat. Dengan begitu, suhu baterai tetap terjaga di bawah 50°C selama proses pengisian daya cepat, tanpa khawatir overheating ataupun isu lain dalam waktu jangka panjang.
Meski menawarkan inovasi canggih, saat ini Farasis Energy masih memiliki pangsa pasar sekitar 0,48 persen di industri baterai Tiongkok. Namun, dengan teknologi baterai dan pengisian ultra-cepat ini, bukan tidak mungkin perusahaan bisa memperluas jangkauan dan bersaing lebih kuat di pasar baterai mobil listrik global.














