MAI-DxO, Dokter AI Microsoft yang Bisa Diagnosis Lebih Akurat dari Dokter Manusia

Author
Irham
Reading time:
July 5, 2025

Bayangkan datang ke dokter, tapi yang menyambut justru sistem AI yang langsung memeriksa gejala, memilih tes yang tepat, dan memberi diagnosis dengan akurasi lebih tinggi dari manusia. Kedengarannya seperti masa depan, bukan? Tapi itulah yang sedang diuji Microsoft lewat teknologi terbarunya, MAI-DxO.

MAI-DXO Microsoft AI Dokter

Tak seperti AI biasa, AI ini dirancang untuk bekerja seperti tim dokter yang saling berdiskusi dan memperdebatkan diagnosis sebelum memberi keputusan. Microsoft menyebut pendekatan ini sebagai “chain-of-debate”, yaitu serangkaian model AI yang saling mengoreksi sampai menemukan jawaban paling tepat.

Hasilnya cukup menarik. Dalam uji coba, dokter AI ini mampu mencapai akurasi diagnosis 80%, dimana akurasi dokter manusia disebut yang hanya mencapai 20%.

Dan Microsoft juga tidak asal klaim, karena sistem ini diuji dengan 304 kasus nyata dari New England Journal of Medicine. Setiap kasus dipecah seperti alur kerja dokter, yaitu mulai dari analisis gejala, pemilihan tes, hingga kesimpulan akhir.

Baca Juga: China Pamer Drone Mata-Mata Mirip Nyamuk, Sulit Dideteksi Radar • Jagat Review

Tak Hanya Lebih Akurat, Dokter AI Microsoft Bisa Lebih Hemat

MAI-DxO bukan hanya lebih cerdas, tapi juga diklaim lebih hemat. Dibandingkan dengan datang ke dokter, biaya pemeriksaan bisa ditekan 20% karena tes yang dipilih benar-benar sesuai kebutuhan.

Mustafa Suleyman, kepala AI Microsoft, bahkan menyebut dokter AI ini sebagai langkah menuju superintelijen medic, dimana AI yang suatu hari bisa membantu atau bahkan mengotomatiskan diagnosis penyakit yang rumit. Bayangkan berapa banyak biaya kesehatan yang bisa dihemat, terutama di negara yang sistem kesehatannya terkenal mahal.

Keputusan Di Tangan Mesin?

Namun, di balik potensinya, ada pertanyaan besar yang belum terjawab. Jika AI keliru mendiagnosis, siapa yang akan bertanggung jawab? Apakah pengembang sistem, rumah sakit, atau pasien yang memilih menggunakan AI?

Microsoft sendiri memang mengakui masih ada tantangan seperti bias data yang harus diperbaiki. Tapi di luar itu, persoalan etika dan hukum tentang siapa yang harus menanggung risiko jika diagnosis AI salah, jelas tidak bisa diabaikan.

AI mungkin akan jadi mitra penting di dunia medis. Tapi apakah kita sudah benar-benar siap menyerahkan keputusan soal kesehatan kita pada mesin? Bagaimana menurut kalian?

Sumber

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

January 22, 2026 - 0

Mengenal Seri Laptop HP OmniBook: Apa itu OmniBook? Kemana Spectre, Envy dan Pavilion?

Laptop-laptop yang akan kami bahas kali ini adalah laptop thin…
December 31, 2025 - 0

Saran Belanja Laptop Gaming ASUS Keluaran 2025: Ada ROG, TUF dan ASUS Gaming!

Kali ini Kita akan bahas bareng-bareng tentang lini produk Laptop…

Gaming

January 30, 2026 - 0

Divisi Meta VR Alami Kerugian Miliaran Dolar di 2025

Kerugian yang luar biasa besar kembali dialami oleh divisi Meta…
January 30, 2026 - 0

Xbox Kembali Alami Kerugian di Awal 2026

Memasuki tahun 2026, Xbox dilaporkan kembali alami penurunan keuntungan baik…
January 30, 2026 - 0

Wakil Presiden Amazon Games Tinggalkan Perusahaan Setelah 8 Tahun Berkarya

Kondisi Amazon Games tampak semakin memburuk, dengan perginya wakil presiden…
January 30, 2026 - 0

Dispatch Versi Nintendo Switch 2 Akan Disensor

Demi menjaga integritas console, Nintendo dan AdHoc Studio sepakat untuk…