Pendeteksi AI Tumbang oleh Gambar AI

Author
Irham
Reading time:
January 12, 2026

Teknologi pendeteksi gambar AI kembali dipertanyakan setelah sebuah eksperimen sederhana menunjukkan betapa mudahnya sistem ini dikelabui. Uji coba tersebut memakai satu gambar buatan AI dan enam layanan deteksi populer. Hasilnya, hampir semuanya tumbang hanya dengan sentuhan edit ringan.

gambar AI vs pendeteksi AI

Gambar uji dibuat menggunakan Nano Banana Pro, generator gambar berbasis Google Gemini yang relatif baru. Prompt-nya tidak rumit, hanya menggambarkan seorang perempuan berpose seperti bertarung sambil memegang pisang, dengan latar kota dan orang-orang yang acuh tak acuh. Justru kesederhanaan ini yang dipakai untuk melihat sejauh mana alat deteksi bisa bekerja.

Dibuat Menggunakan Nano Banana Pro

Masalah pertama muncul dari usia teknologi itu sendiri. Karena Nano Banana Pro belum umum dipakai, banyak alat deteksi belum mengenali pola khasnya. Sebagian besar sistem masih bergantung pada data dari generator populer seperti Midjourney, DALL-E, atau Stable Diffusion. Model baru pun dengan mudah lolos dari radar.

Pada tahap awal pengujian, gambar hanya diubah formatnya dari PNG ke JPG dan metadata dihapus. Watermark Gemini masih terlihat jelas. Namun hasilnya cukup mengejutkan, dua dari enam alat justru menilai kemungkinan gambar AI tersebut rendah.

Baca Juga: NVIDIA Tunda Rilis GeForce RTX 50 SUPER ‘Tanpa Batas Waktu’ • Jagat Review

Tahap berikutnya lebih realistis. Watermark dihapus menggunakan fitur AI eraser bawaan aplikasi Windows Photos. Prosesnya hanya butuh hitungan detik. Setelah itu, satu alat tambahan ikut terkecoh. Tiga layanan bahkan menilai kemungkinan gambar buatan AI di bawah 30 persen.

Tahap terakhir menjadi penentu. Gambar diedit agar terlihat lebih “manusiawi” dengan menambahkan noise, meningkatkan kontras, memberi efek aberasi warna, dan koreksi lensa menggunakan software umum. Tujuannya sederhana, membuat gambar tampak seperti hasil jepretan kamera sungguhan yang tidak sempurna.

Hasil Deteksi: Gambar AI Disebut Asli

Hasil akhirnya benar-benar telak. Keenam alat deteksi menyatakan kemungkinan AI di bawah 5 persen. Bagi sistem tersebut, gambar perempuan dengan pisang itu kini dianggap foto asli tanpa keraguan.

Screenshot 2026 01 11 161837

Eksperimen ini menunjukkan bahwa teknologi pendeteksi gambar AI masih jauh dari kata siap. Jika hanya perlu beberapa menit dan software standar untuk mengelabui sistem, alat-alat ini bukan hanya tidak bisa diandalkan, tetapi juga berisiko. Terutama ketika digunakan di ranah serius seperti hukum, media, atau penegakan aturan, rasa aman palsu bisa menjadi masalah yang jauh lebih besar daripada ketiadaan deteksi itu sendiri.

Sumber

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

April 13, 2026 - 0

Review Axioo Hype AI 5: Racikan Kencang Merk Lokal dengan Intel Core Ultra

Ini Laptop tipis dan ringan pertama dari Axioo dengan prosesor…
April 10, 2026 - 0

Review ADVAN Workplus AI: Makin “Plus” Buat Kerja Berat dan Main Game

Laptop tipis dan ringan ini punya tipe GPU yang mirip…
March 26, 2026 - 0

Review ASUS Zenbook S16 OLED (UM5606GA): Tipis dan Ringan tapi Kencang dan Kekinian!

Ini adalah ASUS Zenbook S 16 OLED keluaran 2026. Desainnya…

Gaming

April 20, 2026 - 0

ARC Raiders Ubah Sistem Expedition, Timbulkan Pro Kontra di Komunitas

Embark Studios ubah sistem Expedition di ARC Raiders, menggantinya dengan…
April 20, 2026 - 0

Eks Karyawan Ubisoft Halifax Sepakati Deal Kompensasi Dari Serikat Pekerja

Setelah penutupan Ubisoft Halifax yang kontroversial, serikat pekerja CWA Canada…
April 19, 2026 - 0

Chief People Officer Epic Games, Monika Fahlbusch, Resmi Tinggalkan Perusahaan

Executive Officer HR di Epic Games, Monika Fahlbusch, resmi hengkang…
April 19, 2026 - 0

Iron Galaxy Kembali Lakukan PHK Demi Sesuaikan Perubahan Iklim Industri

Iron Galaxy kembali melakukan pemangkasan karyawan di tengah perubahan besar…