IDC: Pengiriman PC Global Meningkat 9,6% di 2025, Krisis Memori akan Guncang Pasar

International Data Corporation (IDC) telah mempublikasikan Worldwide PC Market Tracker terbarunya, di mana laporan ini menjabarkan analisa berdasarkan jumlah pengiriman PC global yang terjadi di tahun 2025.
Lewat laporannya, IDC menyebutkan terjadi peningkatan dalam pengiriman PC global di tahun 2025 yang meningkat 9,6% dari tahun ke tahun dengan total pengiriman mencapai 284,7 juta unit, meningkat 8,1% dibandingkan tahun 2024.

Hasil analisa IDC menyebutkan bahwa tahun 2025 merupakan tahun yang baik untuk pertumbuhan PC global, didukung dengan beragam faktor seperti salah satunya berakhirnya dukungan untuk Windows 10 yang akhirnya memaksa pengguna untuk peralih ke PC dengan Windows 11 yang lebih baru. Faktor lain yang mempengaruhi termasuk kebijakan tariff dari Trump yang mendorong vendor untuk menyediakan pasokan lebih banyak dari rencana semula, masa liburan dan meningkatnya kekhawatiran soal stok memori yang kian menipis.
Lenovo menduduki posisi pertama untuk pengiriman PC global di periode kuartal empat 2025 dengan pangsa pasar 25,3% dan pengiriman mencapai 61,8 juta unit. Setelah Lenovo, terdapat HP dan Dell yang memiliki pangsa pasar masing-masing sebesar 20,2% dan 14,4% di tahun 2025. Kinerja Dell sendiri terlihat baik di kuartal empat 2025 dengan pertumbuhan tahunan mencapai 18,2%.

Apple menduduki peringkat keempat untuk periode Q4 2025 maupun periode tahun ke tahun, tetapi Apple mencatat pertumbuhan yang solid dengan total pengiriman 25,6 juta unit pada tahun 2025. Sementara ASUS berada di posisi kelima dengan pangsa pasar 7,2% dengan tingkat pertumbuhan yang kuat13,4% pada tahun 2025, terbaik kedua setelah Dell.
IDC memproyeksikan bahwa tahun 2025, karena dipicu krisis memori akibat permintaan untuk AI yang lebih tinggi, akan mengubah dinamika pasar secara signifikan. Spesifikasi memori pada PC mungkin akan diturunkan untuk menghemat persediaan memori dengan harga jual rata-rata juga akan meningkat karena vendor akan memprioritaskan sistem kelas menengah dan premium untuk mengimbangi biaya komponen yang lebih tinggi.
Berbagai merk besar seperti Lenovo, Apple, dan HP diprediksi mampu bertahan melewati krisis ini, tetapi mungkin tidak demikian untuk berbagai merk kecil untuk bertahan di pasar.
(sumber)












