Logitech Pro X2 Superstrike, Mouse Gaming Tanpa Switch Mekanikal
Logitech resmi merilis mouse terbaru mereka yaitu Logitech Pro X2 Superstrike, dan ada satu teknologi menarik justru ada di sistem kliknya. Mouse ini tidak lagi mengandalkan switch mekanis seperti kebanyakan mouse gaming lain. Di dalamnya ada teknologi bernama Superstrike dengan sistem Haptic Inductive Trigger System atau HITS.

Cara Kerja HITS di Logitech Pro X2 Superstrike
Mekanismenya memakai induksi elektromagnetik dari kumparan logam dan magnet untuk membaca tekanan. Karena tidak ada bagian yang saling menekan secara fisik, proses registrasi klik dibuat lewat perubahan medan elektromagnetik.
Metode ini diklaim memangkas latensi sampai 30 ms dibanding switch mekanis tradisional. Buat game kompetitif yang menuntut reaksi cepat, perbedaan waktu sekecil itu bisa terasa saat adu refleks.
Karena tidak ada klik fisik, Logitech menambahkan aktuator haptic untuk menciptakan sensasi tekan di jari. Jadi yang dirasakan oleh pengguna yaitu simulasi getaran terkontrol, bukan hentakan komponen mekanis. Konsepnya mirip sistem umpan balik haptic di trackpad laptop modern.
Pengguna bisa mengatur bagaimana tombol merespons. Tersedia 10 level aktuasi dan 5 titik reset rapid trigger. Artinya, jarak respons klik bisa dibuat sangat pendek atau sedikit lebih dalam sesuai gaya bermain. Kekuatan efek haptic juga dapat diatur dalam 6 tingkat melalui Logitech G HUB.
Baca Juga: HP Turut Umumkan Produk Periferal HyperX Terbaru • Jagat Review
Urusan sensor, Logitech Pro X2 Superstrike masih pakai Logitech Hero 2. Rentang DPI ada di 100 sampai 44.000, kecepatan tracking 888 IPS, dan akselerasi 88 G. Polling rate mencapai 8.000 Hz lewat Lightspeed, membuat data gerakan dan klik dikirim sangat sering ke PC.
Baterai diklaim tahan sampai 90 jam sekali isi daya. Pengisian memakai USB C dan mouse ini kompatibel dengan Powerplay untuk suplai daya nirkabel berkelanjutan. Bentuk bodi dan ukuran masih sama dengan Pro X Superlight 2, dengan bobot sedikit lebih berat.
Logitech Pro X2 Superstrike dijual dengan harga USD 179,99 atau kisaran Rp 3 jutaan. Sistem klik tanpa switch fisik seperti ini menurut kalian bakal terasa lebih presisi, atau justru klik mekanis klasik masih lebih punya feel yang meyakinkan? Pasti baru akan tahu kalau sudah dicoba langsung.
















