Sony Patenkan Teknologi Prediksi Frame untuk Kurangi Input Lag

Reading time:
October 19, 2026

playstation 6 sony handheld ps6

Sony mematenkan teknologi prediksi frame untuk PlayStation untuk kurangi input lag di Frame Generation dengan memperkirakan aksi pemain.
Peranan teknologi Frame Generation seperti DLSS dan PSSR untuk membuat game terlihat lebih mulus dengan menghasilkan frame tambahan memang sangat membantu performa game saat ini. Namun, ada satu masalah yang belum sepenuhnya teratasi, yaitu membuat respons kendali tidak nyaman dan terasa janggal, terutama untuk game yang andalkan parry dan dodge mechanic seperti Stellar Blade di Switch 2. Guna mengatasi masalah itu, Sony menghadirkan teknologi prediksi frame yang dijelaskan dalam paten barunya. Berbeda dengan teknologi sebelumnya yang hanya menyisipkan frame tambahan di antara dua frame asli, teknologi ini mencoba memperkirakan gambar berikutnya berdasarkan input pemain. Stellar Blade sony shift up Paten yang diajukan Sony pada 15 Oktober 2026 dan dikabarkan via Patentlyze tersebut menjelaskan sistem yang menggabungkan gambar hasil render, data gerakan, dan input dari controller untuk memprediksi frame selanjutnya. Informasi itu diproses melalui encoder dan decoder untuk menghasilkan frame sintetis yang dapat ditampilkan sebelum frame asli berikutnya tersedia. Secara teori, mekanika ini bisa membantu mengurangi jeda respons yang kerap menjadi kelemahan teknologi Frame Generation konvensional. Kekuatan utamanya terletak pada penggunaan prediksi berdasarkan tindakan pemain. Misalnya, ketika pemain menekan tombol lompat, sistem dapat memperkirakan bahwa karakter akan memasuki animasi melompat dalam beberapa frame berikutnya. Dengan memanfaatkan hubungan antara input dan respons visual tersebut, sistem berupaya menghasilkan gambar yang lebih sesuai dengan aksi yang sedang dilakukan pemain. Teknologi ini memiliki kemiripan konsep dengan rollback netcode yang kerap digunakan dalam game fighting seperti Street Fighter 6. Teknologi tersebut memprediksi tindakan atau keadaan permainan sambil menunggu informasi yang sebenarnya tersedia, lalu melakukan koreksi jika prediksi meleset. Bedanya, teknologi Sony menerapkan gagasan prediksi tersebut pada pembentukan frame visual. Paten ini juga menyebut mekanisme alternatif non-AI untuk mengantisipasi situasi ketika prediksi tidak dapat diandalkan. Meski demikian, teknologi ini masih sebatas paten dan belum menjadi fitur yang dipastikan hadir di PlayStation 5 maupun console generasi berikutnya. Dokumen tersebut juga tidak merinci akan adanya kebutuhan perangkat keras tambahan, tetapi hal itu belum cukup untuk memastikan bahwa implementasinya dapat berjalan optimal di console yang sudah beredar. Jika teknologi ini berhasil diterapkan, Frame Generation akan menjadi lebih bisa diandalkan terutama untuk game yang membutuhkan refleks tinggi dalam hitungan frame, seperti pada game action, game balapan, dan game fighting. Jika Sony mampu mengatasi risiko prediksi yang keliru, teknologi ini bisa menjadi kekuatan besar dalam pengembangan teknologi grafis PlayStation. Bagaimana menurut Anda sendiri akan teknologi prediksi frame di Frame Generation seperti ini?

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

October 29, 2026 - 0

Review Lenovo Legion Pro 5i Gen 10: Laptop Gaming Premium dengan RAM 32 GB Paling Worth It?

Ini adalah laptop High Performance kelas atas yang super worth…
October 28, 2026 - 0

Review HP Omnibook Ultra 14 (2026): Super Tipis, Desain Mewah, Performa Maksimal

Ini adalah laptop kelas premium dari HP yang beneran mewah!…
October 26, 2026 - 0

Review Infinix XBOOK 14 Neo: Laptop 2026 yang Terjangkau, Ringan, dng Warna Bodi Ceria

Laptop dengan nama “NEO” ini ternyata harganya mulai dari 7…
October 23, 2026 - 0

Review Axioo Hype Ai 5 (G3): Kencang & Irit dgn Intel Core Series 3 Wildcat Lake, Harga Terjangkau!

Ini salah satu laptop “Core 5 Series 3” paling terjangkau…

Gaming

November 1, 2026 - 0

Bungie Bagikan Status Unvaulting Destiny 2 & Destiny Legacy

Bungie mengungkap progres Destiny 2 Unvaulting, jadwal pemulihan hingga 2028,…
November 1, 2026 - 0

Audio-Technica Umumkan ATH-M50xSTS-WL StreamSet Untuk Streamer & Gamer

Audio-Technica ATH-M50xSTS-WL menawarkan headset wireless yang dilengkapi mikrofon profesional, noise…
October 31, 2026 - 0

Dune: Awakening Umumkan Expansion Gratis Blood and Ice

Dune: Awakening siapkan konten ekspansi gratis Blood and Ice untuk…
October 31, 2026 - 0

Honkai: Star Rail Version 4.7 Bawa Kisah Penutup Planarcadia Arc

Honkai: Star Rail Version 4.7 akhirnya membawa kisah penutup dari…