SK hynix Cetak Rekor Pendapatan
Nama SK hynix memang relatif jarang terdengar di kalangan konsumen umum. Namun, berkat kondisi pasar memori yang sedang tinggi-tingginya belakangan ini, perusahaan asal Korea Selatan tersebut mulai lebih sering menjadi sorotan. Di tengah kondisi tersebut, SK hynix berhasil mencetak rekor pendapatan, mencapai lebih dari 100 triliun won dalam satu kuartal saja.
Namun, di balik kinerja keuangan yang positif tersebut, SK hynix masih memberikan sedikit peringatan terkait kelangkaan memori. Komponen ini diprediksi masih akan langka setidaknya hingga tahun 2030 mendatang.
Laporan Keuangan SK hynix Q3 2026, Cuan Terus

Dalam laporan keuangan yang diumumkan pada 28 Oktober 2026, SK hynix mencatatkan pendapatan sebesar 104,62 triliun won pada kuartal ketiga 2026. Kalau dikonversi, nilainya sekitar Rp1,43 kuadriliun. Nol yang sangat banyak.
Angka tersebut meningkat 32 persen dibandingkan kuartal sebelumnya dan 328 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Laba operasional perusahaan juga mencapai 83,33 triliun won, naik 38 persen secara kuartalan. Sementara itu, laba bersih tercatat sebesar 39,78 triliun won. Cuan besar ya. Meski begitu, laba bersih perusahaan justru turun 58 persen dibandingkan kuartal sebelumnya, dari 93,92 triliun won menjadi 39,78 triliun won.
Kinerja tersebut didorong oleh meningkatnya permintaan memori untuk AI, termasuk High Bandwidth Memory (HBM) dan produk memori server bernilai tinggi. SK hynix juga mulai meningkatkan pengiriman HBM4, generasi terbaru memori dengan bandwidth tinggi yang ditujukan untuk kebutuhan komputasi AI.
Baca Juga: SK hynix Kenalkan H-TPU, Ringankan Beban CPU Utama di Controller SSD
Kelangkaan Memori Diprediksi Berlanjut hingga 2030
Di balik pendapatan yang mencetak rekor, SK hynix memperingatkan bahwa pasokan memori masih belum mampu mengejar permintaan pasar. Perusahaan memperkirakan kondisi ini akan berlanjut hingga 2030.
Salah satu pendorong utamanya adalah perkembangan AI. Kebutuhan memori untuk pusat data AI terus meningkat, baik untuk melatih model maupun menjalankan layanan AI. Ke depannya, permintaan juga diperkirakan datang dari penerapan physical AI, seperti kendaraan otonom dan robotik.
Di sisi lain, menambah kapasitas produksi memori bukan perkara mudah. SK hynix menjelaskan bahwa proses produksi semikonduktor generasi terbaru semakin rumit, sementara pembangunan fasilitas produksi baru membutuhkan waktu yang panjang.
Perusahaan juga menyebut pasokan DRAM dan HBM untuk tiga tahun ke depan, hingga 2029, pada dasarnya sudah terserap oleh permintaan pelanggan. Penilaian tersebut menggabungkan pesanan yang sudah diamankan lewat kontrak jangka panjang dengan permintaan spesifik pelanggan yang masih dalam pembahasan dan dinilai berpeluang besar terealisasi.
Dengan kondisi tersebut, SK hynix berencana memperluas kapasitas produksi sekaligus meningkatkan daya saing produknya. Namun, perusahaan memperkirakan ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan memori masih akan menjadi tantangan dalam beberapa tahun ke depan.














