Penjualan Kulkas Sharp Naik hingga 40% Berkat Sertifikasi Halal
Sertifikasi halal ternyata bisa memengaruhi penjualan produk elektronik rumah tangga. PT Sharp Electronics Indonesia (SEID) mengungkapkan, penjualan kulkas mereka meningkat hingga 30–40% setelah produk tersebut mengantongi sertifikat halal.
Andry Adi Utomo, National Sales Senior General Manager Sharp Indonesia, menyebut hasil tersebut menjadi bekal bagi Sharp untuk mengembangkan lini produk elektronik rumah tangga bersertifikat halal. Kini, Sharp membidik penjualan rice cooker atau penanak nasi hingga dua kali lipat lewat produk terbarunya.

Kulkas, Microwave, hingga Rice Cooker Bersertifikat Halal
Sharp kini punya sejumlah produk dapur yang telah mengantongi sertifikat halal dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Selain kulkas dan microwave, Sharp baru merilis dua model rice cooker bersertifikat halal, yakni KS-B18MG dan KS-C18MH dengan kapasitas 1,8 liter.
Sertifikasi tersebut mencakup material dan komponen produk yang bersentuhan dengan makanan, termasuk lapisan antilengket pada panci rice cooker. Proses produksi dan perakitannya juga melalui audit untuk memastikan tidak ada kontaminasi bahan non-halal.
Bagi konsumen Muslim, sertifikasi ini memberikan kepastian tambahan saat memilih peralatan dapur. Status halal pada produk elektronik bukan berarti alat tersebut sebelumnya haram digunakan, melainkan memberikan jaminan terkait bahan dan proses produksinya sesuai ketentuan halal.
Baca Juga: SHARP Hadirkan Rice Cooker Bersertifikat Halal Pertama di Indonesia • Jagat Review
Perluas Edukasi ke Berbagai Daerah
Sharp juga berencana memperluas edukasi mengenai sertifikasi halal pada peralatan rumah tangga, termasuk ke kota-kota lapis kedua dan ketiga di Indonesia. Upaya ini disiapkan untuk menjangkau lebih banyak konsumen menjelang musim belanja akhir tahun, Ramadan, dan Lebaran.
Melihat kenaikan penjualan kulkas hingga 40%, menarik untuk melihat apakah strategi serupa bisa mendorong penjualan rice cooker Sharp mencapai target dua kali lipat. Keberhasilan tersebut tentu bergantung pada respons konsumen terhadap produk bersertifikat halal serta kebutuhan pasar di masing-masing daerah.















