bidwin Resmi Meluncur, Berburu Gadget Kini Bisa Lewat Lelang Online
Jakarta, 29 Oktober 2026 – PT JBA Indonesia memperkenalkan bidwin, merek khusus lelang elektronik yang memungkinkan masyarakat berburu ponsel, laptop, tablet, hingga perangkat kantor melalui lelang online.

bidwin dikembangkan dari layanan lelang elektronik JBA yang sudah berjalan sejak Mei 2025 melalui situs lelang.jba.co.id. Kini, layanan tersebut punya identitas merek sendiri dan bisa diakses melalui situs bidwin.co.id.
Sudah Punya 5.000 Peserta Lelang
Sistem lelang bidwin sepenuhnya berjalan secara online dengan metode timed auction, yaitu lelang berbatas waktu. Proses lelang berlangsung setiap Kamis pukul 12.00–20.00 WIB.

Sejak diperkenalkan, bidwin telah mengumpulkan lebih dari 5.000 peserta terdaftar. Dari awal tahun hingga Oktober 2026, lebih dari 3.000 unit elektronik telah dilelang, dengan rata-rata sold ratio di atas 55% setiap bulan. Angka ini menunjukkan persentase barang yang berhasil terjual dalam proses lelang.
COO JBA Indonesia, Deny Gunawan, menyebut bidwin ingin membangun ekosistem lelang elektronik yang mengutamakan kepercayaan, akses yang lebih luas, efisiensi, dan nilai tambah bagi penggunanya. Untuk itu, JBA juga mengajak pemilik aset, distributor, peritel, dan pelaku industri lainnya untuk ikut berpartisipasi.
Baca Juga: SHARP Hadirkan Rice Cooker Bersertifikat Halal Pertama di Indonesia • Jagat Review
Gelar Lelang di Indocomtech 2026
Peluncuran resmi bidwin berlangsung di Indocomtech 2026, Hall A JICC Senayan. Dalam acara tersebut, bidwin menggelar lelang ratusan unit elektronik, termasuk ponsel, laptop, dan tablet, baik secara online melalui situs resminya maupun secara langsung di lokasi pameran.

Pengunjung juga bisa mengecek harga gawai dan laptop di booth bidwin, serta berkonsultasi jika ingin menitipkan barang untuk dilelang.
JBA sendiri merupakan balai lelang yang berpengalaman di bidang otomotif dan telah melelang lebih dari 1 juta unit kendaraan, termasuk mobil, sepeda motor, dan alat berat. Melalui bidwin, JBA memperluas bisnisnya ke aset nonotomotif, khususnya elektronik dan produk gaya hidup.















