Direct Release: Fortinet Memperluas Keamanan AI dengan FortiGuard Inline AI Security Service
Layanan baru berbasis cloud menghadirkan mekanisme pengamanan AI (AI guardrails) dan inspeksi tingkat lanjut pada firewall FortiGate, didukung inovasi berkelanjutan FortiAIGate

4 November 2026 – JAKARTA, Indonesia
Ringkasan Berita
Fortinet® (NASDAQ: FTNT), pemimpin global di bidang keamanan siber yang mendorong konvergensi jaringan dan keamanan, hari ini mengumumkan FortiGuard Inline AI Security Service, layanan berbasis cloud yang menghadirkan inspeksi khusus AI dan mekanisme pengamanan AI (AI guardrails) bagi pelanggan FortiGate. Melalui solusi Fortinet yang telah mereka gunakan, organisasi memperoleh visibilitas yang lebih mendalam terhadap aktivitas AI sekaligus dapat menghentikan ancaman AI dan mencegah tereksposnya data sensitif. Inovasi berkelanjutan pada FortiAIGate mendukung kapabilitas ini melalui mekanisme pengamanan AI berkinerja tinggi, perluasan kontrol akses dan kepatuhan, visibilitas terhadap shadow AI dan agen AI, serta teknologi dari akuisisi Virtue AI baru-baru ini.
Dengan basis implementasi FortiGate yang luas, Fortinet memberikan jalur yang lebih sederhana bagi organisasi untuk menerapkan keamanan AI tingkat lanjut melalui infrastruktur yang telah mereka gunakan. Pelanggan dapat mengaktifkan FortiGuard Inline AI Security Service tanpa perlu menerapkan dan mengelola infrastruktur keamanan AI yang terpisah. Hal ini membuat keamanan AI tingkat lanjut lebih mudah diakses oleh lebih banyak organisasi. Pelanggan dengan kebutuhan keamanan, privasi, dan kedaulatan data yang lebih ketat dapat menerapkan FortiAIGate secara langsung di lingkungan mereka sendiri agar memiliki kendali lebih besar atas bagaimana dan di mana lalu lintas serta data AI diproses.
“Organisasi membutuhkan solusi keamanan AI yang mampu berkembang seiring pesatnya penerapan AI di seluruh lingkungan enterprise. Dengan menghadirkan inspeksi AI tingkat lanjut dan mekanisme pengamanan melalui FortiGate, kami menyediakan keamanan AI melalui infrastruktur yang sudah digunakan pelanggan. FortiAIGate menjadi fondasi bagi strategi yang lebih luas ini, dengan memberikan fleksibilitas kepada pelanggan dalam menerapkan dan memanfaatkan keamanan AI sesuai kebutuhan mereka terkait biaya, kinerja, privasi, dan kedaulatan data.”
– Michael Xie, Founder, President, and Chief Technology Officer, Fortinet
Keamanan AI Berbasis Cloud melalui Infrastruktur Fortinet
Melalui FortiGuard Inline AI Security Service, pelanggan FortiGate memperoleh visibilitas yang lebih mendalam terhadap aktivitas AI serta dapat menghentikan ancaman khusus AI dan mencegah data sensitif terekspos melalui infrastruktur yang telah mereka gunakan. Mekanisme pengamanan berbasis FortiAIGate memeriksa prompt dan data secara real-time serta menegakkan kebijakan keamanan, kepatuhan, dan perlindungan data dalam setiap interaksi dengan agen AI, large language model (LLM), dan tool MCP.
Layanan ini melampaui kapabilitas Fortinet yang sudah ada dalam mendeteksi penggunaan shadow AI dan menerapkan kebijakan data loss prevention (DLP) pada lalu lintas AI. Perlindungannya tidak hanya mencakup identifikasi penggunaan AI dan perpindahan data sensitif, dengan memeriksa konten interaksi AI serta menyamarkan data sensitif tanpa memerlukan infrastruktur baru untuk diterapkan dan dikelola.
Keamanan AI yang Memahami Konteks untuk Aplikasi dan Agen AI
Seiring AI mulai digunakan dalam lingkungan produksi, LLM dan agen AI otonom memperoleh akses ke data sensitif, aplikasi bisnis, dan alur kerja kritis. Perangkat keamanan tradisional memeriksa alamat IP, tanda tangan, dan payload, tetapi tidak menilai prompt dan respons untuk mendeteksi potensi ancaman. Ancaman khusus AI dapat tersembunyi dalam prompt, respons model, dan komunikasi dengan tool MCP, lalu memicu pemanggilan tool, pemanggilan API, serta tindakan agen AI otonom yang berbahaya.
FortiAIGate mengatasi risiko ini dengan menyediakan titik kontrol real-time antara aplikasi AI dan model AI. Solusi ini menganalisis interaksi dan menegakkan kebijakan secara real-time berdasarkan model, aplikasi, peran pengguna, serta konteks bisnis. Organisasi dapat:
- Menghentikan serangan AI dan kebocoran data secara real-time: Menerapkan mekanisme pengamanan AI berlapis pada prompt, respons model, pemanggilan dan respons tool MCP, aktivitas API, serta tindakan agen AI. Inspeksi dinamis mencakup teks, gambar, audio, video, dan kode, dengan latensi rendah yang terdepan di industri serta tingkat false positive yang minimal. Kemampuan DLP yang diperluas dapat mendeteksi 35 jenis informasi identitas pribadi (personally identifiable information atau PII) dan data rahasia. Dengan demikian, organisasi dapat memberikan peringatan, menolak, atau menyamarkan informasi sensitif tersebut sebelum terekspos.
- Menegakkan kebijakan penggunaan dan mengendalikan pengeluaran AI: Menetapkan izin penggunaan model, anggaran, batas pengeluaran, dan batas laju permintaan (rate limit) berdasarkan organisasi, ruang kerja, proyek, atau pengguna. Administrator akan menerima peringatan ketika pengeluaran mendekati batas yang ditetapkan, sementara permintaan akan diblokir setelah pengeluaran melampaui batas tersebut. Prompt berbahaya dan serangan Denial-of-Wallet diblokir sebelum menghabiskan token atau sumber daya komputasi GPU. Perutean cerdas mengarahkan setiap permintaan ke model yang tepat berdasarkan konten, kebijakan, dan biaya, tanpa perlu merancang ulang arsitektur aplikasi.
- Mengelola tata kelola AI di seluruh tim: Ruang kerja khusus memungkinkan setiap tim dan unit bisnis memiliki kebijakan, model, log, peran, dan izin masing-masing, dengan visibilitas serta kendali terpusat.
- Menyederhanakan kepatuhan dan auditabilitas: Menambahkan lebih dari 50 kebijakan siap pakai hanya dengan satu klik. Kebijakan ini mencakup kerangka tata kelola AI, undang-undang privasi data, regulasi industri, dan kerangka keamanan. Setiap kebijakan dapat disesuaikan, sementara auditor memperoleh log terperinci dari setiap prompt, keluaran, dan pemanggilan tool.
- Memperoleh visibilitas terhadap agen AI: Melihat agen AI yang beroperasi di seluruh organisasi serta memahami bagaimana mereka berinteraksi dengan aplikasi enterprise, API, tool, data, dan server MCP.
- Mempertahankan kedaulatan data dan fleksibilitas deployment: Menghosting FortiAIGate secara mandiri (self-hosted), baik di lingkungan on-premises maupun cloud milik organisasi, menggunakan Kubernetes dengan GPU NVIDIA. Prompt, respons, data, dan log tetap berada di dalam lingkungan organisasi.
Mengurangi Kompleksitas Keamanan AI bagi Perusahaan
Melalui pilihan deployment berbasis cloud maupun yang dihosting secara mandiri, Fortinet menawarkan pendekatan yang lebih terpadu untuk mengamankan AI tanpa menambah perangkat yang terpisah-pisah dan kompleksitas operasional.
“FortiAIGate menawarkan pendekatan yang elegan untuk mengatasi masalah yang kompleks. Alih-alih meminta pelanggan mengelola perangkat terpisah untuk keamanan AI, tata kelola, biaya, dan visibilitas agen AI, Fortinet menyatukan seluruh kapabilitas tersebut dalam satu gateway. Integrasi teknologi Virtue AI yang berlangsung cepat semakin memperkuat pendekatan ini dengan meningkatkan mekanisme pengamanan dan kinerja yang dibutuhkan pelanggan saat mulai menerapkan AI di lingkungan produksi.”
– Will Townsend, Chief Analyst, LoneStar Advisory & Research
FortiAIGate dan FortiGuard Inline AI Security Service secara bersama-sama menghubungkan inspeksi AI dan kontrol saat runtime dengan berbagai kapabilitas Fortinet yang mencakup jaringan, aplikasi, cloud, data, identitas, dan operasi keamanan. Organisasi memperoleh pendekatan yang lebih konsisten untuk mengelola risiko AI di seluruh pengguna, aplikasi, model, agen AI, dan infrastruktur, sekaligus memenuhi persyaratan kinerja, privasi, regulasi, dan kedaulatan data.












