[PR] Modernisasi Jaringan Tahap II di Sumatera Utara Selesai
XL Siap Layani Lonjakan Trafik Lebaran
Medan 26 Agustus 2011, Peta bisnis dalam era globalisasi sangat cepat berubah, tantangannya pun kian kompleks. Pergeseran di bidang teknologi memacu seluruh pemain bisnis seluler mendapat tantangan agar lebih rajin berkreasi dan ulet berinovasi. PT XL Axiata Tbk (XL) mendorong percepatan kondisi ini dengan cara melakukan modernisasi jaringan, mengubah perangkat yang canggih dan efisien dari segi spesifikasi, sampai konsumsi energi.
Vice President XL West Region, Agus Simorangkir mengatakan, XL terus melakukan inovasi untuk meningkatkan layanan telekomunikasi. Inovasi yang berlangsung cepat dapat menumbuhkan pasar persaingan. “Inovasi dalam jaringan sangat perlu. Saat ini voice dan sms sudah kurang popular di dunia seluler, data menjadi lebih relevan. Dengan meningkatnya permintaan layanan data di Sumatera Utara khususnya di Medan, menjadi alasan bagi XL untuk melakukan modernisasi jaringan. Salah satunya perubahan beralih ke perangkat jaringan dari model yang lama menjadi lebih canggih dan tentunya,” terangnya.
Agus Simorangkir menambahkan, modernisasi tahap II yang telah berlangsung antara tanggal 8 – 21 Agustus 2011 ini juga dilakukan penambahan transmisi dari model TDM (Time Division Multiplexing) ke sistem IP (Internet Protokol). Sehingga akses datanya lebih cepat dan bandwidth lebih luas lagi. ”Kami berharap, selesainya modernisasi jaringan tahap II ini akan mampu mengantisipasi perkembangan ke depan, terutama di Medan yang permintaan layanan datanya bertumbuh sangat cepat. Tentu saja dengan modernisasi ini, penambahan kapasitas jaringan akan semakin terpenuhi dalam menghadapi pertumbuhan pelanggan ke depan,” katanya.
Untuk mendukungnya, harus dilakukan dengan cepat dan tuntas modernisasi jaringan XL. Sebagai wujud konkritnya, Modernisasi tahap II ini dilakukan sebanyak 40 BTS di Kota Medan dan 66 BTS yang tersebar di Kabupaten Tapanuli Selatan, Kota Sidempuan, Padang Lawas Utara dan Madina. Sedangkan penambahan 3G di Kota Medan ada 10 dan di Padang Sidempuan ada 6 buah 3G. Khusus di kota Medan, saat ini perbandingan 3G sudah 1 berbanding 1, dimana ada BTS 2G, di sana juga terdapat 3G. Perangkat-perangkat jaringan baru yang akan dipakai oleh XL juga bersifat ramah lingkungan. Perangkat baru ini memerlukan konsumsi daya yang lebih rendah, ukuran yang lebih kecil, juga mengadopsi konsep ”Single RAN”, yang bisa menggabungkan beberapa tipe BTS menjadi hanya satu BTS saja.
“Dengan selesainya modernisasi ini, kami yakin, pelanggan XL sudah semakin mudah dan nyaman dalam mengakses beragam aplikasi dengan jenis smartphone apapun di tangan. XL pun tak akan berhenti sampai di sini. Modernisasi tahap berikutnya akan berlangsung setelah Lebaran. Semoga, Lebaran dan Liburan para pelanggan XL akan semakin bermakna, tetap terjaga silaturahminya, dan tetap bisa mengakses informasi dan mendapatkan hiburan-hiburan segar melalui X. Kami atas nama Management XL – West Region (Sumatera) mengucapkan Selamat Hari Idul Fitri 1423 H, ” ujar Agus.
Agus Simorangkir menambahkan bahwa dilakukannya modernisasi ini adalah karena semakin meningkatnya kebutuhan masyarakat atas layanan data yang didukung oleh tersedianya beragam OS (Operating System) di perangkat smartphone. “Masing-masing OS ini mengklaim bahwa mereka sudah menguasai pasar tablet. Seperti Apple dan RIM yang masing-masing sudah memiki pangsa sendiri terus berkompetisi menguasai pasar tablet di dunia. Di sisi lain, perangkat kompetisi tablet berbasis Android saat ini ikut meramaikan kompetisi. Kebutuhan terhadap jaringan yang lebar dengan kecepatan maksimal agar cepat dalam mengkases data sangat diperlukan,” tegasnya.
Beragam aplikasi Jejaring Sosial pun banyak tersedia. Aplikasi-aplikasi ini mendorong para pengguna smartphone, juga pengakses internet membutuhkan ketersediaan jaringan yang andal dengan kapasitas yang besar. “Semakin bertumbuh subur pengakses dan pengguna social networking seperti facebook, e-buddy, twitter. Juga mulai bertumbuh saat ini seperti aplikasi sejenis SMS yang dikenal sebagai WhatsApp. Facebook mulai mendapat tantangan juga dari si empunya google, yang sudah meluncurkan versi beta Google +. Belum lagi dunia yang para Gamer’s On-line yang sangat fanatic dan bisa menghabiskan waktu berjam-jam untuk memainkan pertarungan online yang menghubungkan area-area yang berjauhan via Internet Protocol. Semuanya memerlukan infrastruktur jaringan yang andal,” jelas Agus.

















