[PR] Kegiatan Demo Simpatik ANTI LELET (Komunitas I Hate Slow)

Jakarta, 12 September 2011 — Kelompok yang menamakan diri Komunitas ‘I Hate Slow’ mulai hari ini hingga 14 September nanti menggelar demo atraktif dan simpatik di beberapa kota, antara lain di Jakarta, Bandung, Semarang dan Surabaya.
Demo simpatik yang mengangkat topik Anti-Lelet dan Anti-Lamban ini digerakkan secara bersama-sama oleh individu-individu yang terbentuk menjadi kelompok berkat partisipasi mereka sebagai anggota komunitas dunia maya ‘I Hate Slow’ yang selama ini banyak bertukar pikiran tentang bagaimana mengatasi gaya hidup lamban yang hampir menjadi budaya sehari-hari bangsa ini dan menghambat kemajuan di berbagai bidang.

“Kami adalah sekumpulan individu-individu yang selama ini prihatin terhadap budaya lamban yang terbukti banyak menghambat kemajuan. Banyak yang menganggap persoalan layanan lamban hingga kemacetan lalu lintas adalah hal biasa yang tidak berdampak, namun sesungguhnya banyak sekali produktivitas yang terhambat karena berbagai kelambanan. Saatnya memulai dari diri kita sendiri untuk mengubah budaya lamban menjadi budaya cepat, tepat, dinamis dan berorientasi progresif,” tutur Dewa, perwakilan Komunitas I Hate Slow.

Komunitas I Hate Slow melakukan demo simpatik dengan menggelar spanduk besar bertuliskan ajakan untuk meninggalkan budaya lelet jika ingin maju di saat lampu lalu lintas menunjukkan warna merah tanda berhenti. Pengguna jalan raya diharapkan dapat menangkap secara jelas isi pesan dan seruan yang disampaikan oleh komunitas yang berasal dari sosialiasi dunia maya www.ihateslow.com dan akun twitter @i_hateslow.
















