[PR] HP dan Kementerian Pendidikan Nasional Tandatangani Nota Kesepahaman Solusi Cetak Cepat Buku Sekolah Elektronik
Jakarta, 24 September 2010 – HP dan Kementerian Pendidikan Nasional Republik Indonesia hari ini menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding, MoU) tentang solusi bagi sekolah di Indonesia untuk mencetak langsung buku-buku pelajaran bagi siswa mereka sesuai kebutuhan. Dengan kesepakatan tersebut, HP akan menyediakan perangkat yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut.

Ditandatangani pada malam pemberian Anugerah Peduli Pendidikan (APP) 2010 di Jakarta, MoU tersebut dimaksudkan untuk menjalankan misi Kemdiknas yang mencakup ketersediaan, keterjangkauan, kualitas/mutu, kesetaraan, dan kepastian/keterjaminan memperoleh pendidikan di seluruh penjuru negeri melalui pendayagunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK).
Menekankan komitmennya pada peningkatan pendidikan, Mendiknas Mohammad Nuh mengatakan, “Kami berharap melalui MoU ini beberapa kendala dalam realisasi program buku sekolah elektronik (BSE) dapat teratasi. Penyediaan buku selama ini memang masih menjadi salah satu persoalan untuk memberikan pendidikan berkualitas untuk semua.”
Nuh berharap agar di masa depan persoalan buku tidak lagi menjadi kendala di lapangan. Itu sebabnya ia bertekad tahun 2011, persoalan buku sudah harus selesai, termasuk didalamnya buku LKS atau sejenisnya.
“MoU dengan HP ini memungkinkan kami memanfaatkan secara maksimal akses ke Jardiknas (Jejaring Pendidikan Nasional) untuk memperoleh buku-buku cetak berkualitas yang terjangkau secara mudah dan murah.(1) Hal ini menjadi momentum untuk mendorong tumbuhnya masyarakat berbasis pengetahuan,” tambah Mendiknas.
Loh Khai Peng, Presiden Direktur HP Indonesia menekankan bahwa lingkup MoU ini berfokus pada pendayagunaan teknologi informasi dan komunikasi untuk pendidikan formal maupun nonformal. ”Kami memberi komitmen yang tinggi terhadap upaya peningkatan pendidikan melalui inovasi terbaik kami, produkproduk serta inisiatif untuk mendukung tujuan jangka panjang Pemerintah.”
Sebagai bagian dari MoU, HP menghadirkan inovasi ‘solusi cetak cepat’ atau print-on-demand untuk mencetak BSE sesuai kebutuhan. Sebanyak 18.000 sekolah yang telah memiliki akses internet dan terhubung dengan Jardiknas kini mendapat keleluasaan untuk mengunduh dan mencetak buku-buku pelajaran berkualitas secara hemat.(2)
Pierre Mirlesse, Vice President Managed Enterprise Solutions, Imaging & Printing Group, HP Asia Pacific & Japan menyampaikan dukungannya terhadap visi Pemerintah, “HP bekerja sama dengan pelanggan melakukan transformasi alur kerja serta konten agar mudah diakses, dibagi, dicetak serta dikelola. Para pendidik pun mulai mengkaji potensi ini untuk meningkatkan mutu pendidikan.”
Pierre juga mengungkapkan keprihatinannya pada pertumbuhan dan perkembangan kesehatan siswa dan lingkungan. “Beban membawa tas sekolah terlalu berat dapat mengganggu kesehatan. BSE adalah solusi yang efektif sekaligus menekan dampak lingkungan karena mencetak buku dapat dilakukan hanya ketika benar-benar perlu. Langkah penting Pemerintah melalui solusi cetak cepat ini akan memberi manfaat signifikan melalui buku-buku berkualitas yang kini dapat dengan mudah diperoleh secara terjangkau,” tambahnya.
(1) Informasi lebih lengkap mengenai Jardiknas (Jejaring Pendidikan Nasional) dapat diperoleh di http://jardiknas.depdiknas.go.id/
(2) Untuk mendapat akses atau informasi lebih lengkap mengenai BSE (Buku Sekolah Elektronik), kunjungi http://bse.kemdiknas.go.id/














