[PR] VMware Umumkan Proyek Open Source Apache Hadoop Untuk Menjalankan Private dan Public Cloud

Reading time:
June 22, 2012
vmware logo

Kontribusi Proyek ‘Serengeti’ dan Apache Hadoop Baru ini Menjadikan VMware vSphere® Sebagai Platform Terbaik untuk Enterprise Hadoop yang Elastis dengan Tingkat Ketersediaan Tinggi 

JAKARTA, 20 Juni 2012 – VMware, Inc. (NYSE: VMW), pemimpin global dalam virtualisasi dan infrastruktur  Cloud, hari ini mengumumkan proyek berbasis Open Source terbaru, “Project Serengeti” guna membantu perusahaan menggelar secara cepat, mengelola dan memperluas skala Apache Hadoop baik di lingkungan virtual maupun Cloud. Selain itu, VMware juga bekerja sama dengan komunitas Apache Hadoop untuk berkontribusi menyediakan berbagai extension sehingga komponen-komponen  kunci dalam framework tersebut cocok untuk virtualisasi. Dengan demikian, skalabilitas Apache Hadoop menjadi lebih elastis sekaligus meningkatkan kinerjanya di lingkungan virtual.

“Apache Hadoop memiliki potensi untuk mengubah bisnis dengan cara memberikan kesempatan bagi perusahaan untuk memberdayakan potensi data dalam jumlah besar guna  menciptakan keunggulan kompetitif,” kata Jerry Chen, Vice President, Cloud and Application Services, VMware. “Hal ini adalah satu sisi dari perubahan besar yang terjadi pada aplikasi,  dan perusahaan tengah mencari jalan untuk menggabungkan teknologi baru ini ke dalam portofolio mereka. VMware bekerja sama dengan komunitas Apache Hadoop guna memfasilitasi TI enterprise sehingga mereka bisa menggelar dan mengelola Hadoop dengan mudah di lingkungan virtual dan cloud.”

Saat ini Apache Hadoop bangkit menjadi standar de facto untuk pengelolaan data berukuran besar (Big Data).  Namun, kompleksitas penggelaran dan operasionalnya, kebutuhan peranti keras tersendiri dan kekhawatiran tentang keamanan dan jaminan tingkat layanan menghambat perusahaan memanfaatkan kekuatan Hadoop. Melalui proses pemisahan (de-coupling) node-node Apache Hadoop dengan infrastruktur fisik, VMware membawa semua manfaat dari infrastruktur Cloud ke Hadoop. Manfaat tersebut antara alain penggelaran secara cepat, tingkat ketersediaan yang tinggi, utilisasi sumber daya secara maksimal, elastisitas dan sistem multi-tenancy yang aman bagi Hadoop.

Serengeti dapat diunduh secara gratis dengan lisensi Apache 2.0, dan merupakan seperangkat peralatan penggelaran “one-click” yang memungkinkan perusahaan meningkatkan kemampuan platform VMware vSphere® untuk menggelar klaster Apache Hadoop dalam hitungan menit, termasuk komponen Hadoop yang bersifat umum seperti Apache Pig dan Apache Hive.  Setelah memakai Serengeti untuk menjalankan Hadoop pada platform VMware vSphere, perusahaan dapat meningkatkan kemampuan seperti high-availability, fault-tolerance dan migrasi secara live pada klaster Hadoop.

“Hadoop harus ramah terhadap teknologi dan praktik-praktik teknologi TI  dalam lingkup enterprise jika ingin menjadi ‘warga negara’ kelas satu dalam infrastruktur TI. Lingkungan yang haus sumber daya dari klaster ‘Big Data’ membuat virtualisasi penting diakomodasi oleh Hadoop,” ujar Tony Baer, Principal Analyst OVUM. “Keterlibatan VMware dalam proyek Apache Hadoop dan proyek Serengeti Apache baru merupakan hal yang penting untuk memberikan fleksibilitas yang dibutuhkan perusahaan dalam membuat prototipe dan menerapkan Hadoop.”

VMware bekerja sama dengan vendor utama yang mendistribusikan Apache Hadoop, termasuk Cloudera, Greenplum, Hortonworks, IBM dan MapR untuk mendukung berbagai kegiatan distribusi.

Sejumlah extension untuk  Virtualisasi, Spring Update Membantu Perusahaan Membangun dan Mengoperasikan Aplikasi Big Data

Untuk memudahkan dan mempercepat perusahaan memakai Apache Hadoop, VMware bekerja sama dengan komunitas Apache Hadoop untuk memberikan kontribusi berupa sejumlah perubahan terhadap proyek Hadoop Distributed File System (HDFS) dan Hadoop MapReduce sehingga keduanya bisa lebih cocok dengan lingkungan virtualisasi. Dengan cara ini data dan komputasi dapat didistribusikan secara optimal di seluruh infrastuktur virtual. Berbagai perubahan tersebut membantu perusahaan untuk mendapatkan klaster Hadoop yang lebih elastis, aman dengan tingkat ketersediaan yang tinggi. Ekstensi itu dapat diakses melalui: https://issues.apache.org/jira/browse/HADOOP-8468.

Dalam kesempatan ini, VMware juga mengumumkan pembaruan untuk Spring for Apache Hadoop, sebuah proyek berbasis open source yang pertama kali diluncurkan pada Februari 2012. Pembaruan ini akan memudahkan pengembang teknologi untuk perusahaan untuk menciptakan solusi manajemen dengan Apache Hadoop. Melalui pembaruan ini, para pengembang Spring bisa membangun aplikasi kelas enterprise dengan mudah dan terintegrasi menggunakan database HBase, fitur Library Cascading dan sistem keamanan Hadoop. Spring for Apache Hadoop dapat diunduh secara gratis dan tersedia dengan menggunakan lisensi berbasis open source, Apache 2.0.

Proyek dan kontribusi ini bertujuan mempercepat adopsi Hadoop sehingga perusahaan bisa mengendalikan aplikasi analitis Big Data, seperti Cetas, untuk memperoleh pandangan secara real-time, dan tepat terhadap jumlah data yang besar. VMware mengakuisisi Cetas pada April 2012 dan layanan analitis Cetas saat ini tersedia di www.cetas.net.

Sumber informasi tambahan 

  • Baca mengenai Project Serengeti: There’s a Virtual Elephant in my Datacenter yang ditulis oleh Richard McDougall, Infrastruktur Aplikasi CTO dan Principal Engineer di Kantor CTO, VMware
  • Kunjungi blog Spring for Apache Hadoop.
  • Baca whitepaper Virtualized Hadoop Performance on VMware vSphere 5
  • Kunjungi situs Proyek Serengeti
  • Temukan informasi lebih lanjut mengenai Hadoop Virtualization Extensions
  • Baca mengenai Spring for Apache Hadoop
  • Baca mengenai Hadoop pada situs vSphere
  • Pelajari lebih lanjut mengenai Cetas yang diluncurkan oleh VMware
Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

May 27, 2026 - 0

Review Polytron Luxia with AMD Ryzen 5: Rp 7 Jutaan, Kencang, Upgradeable, 5X USB, ADP+

Ini dia Laptop pertama Polytron dengan prosesor AMD Ryzen. Harganya?…
May 25, 2026 - 0

Review Acer TravelMate X4 14 AI: Laptop Bisnis AI Cepat, Ringan & Produktif

Kata siapa bisnis UMKM ga butuh Laptop canggih?! Apalagi sekarang…
May 21, 2026 - 0

Review ASUS Zenbook DUO 2026 (UX8407AA): Desain Baru, Makin Kokoh, Makin Kenceng!

Kerja serius pakai laptop thin and light biasa? Kurang mantap…

Gaming

June 12, 2026 - 0

Stellar Blade Blood Rain Janjikan Karakter Protagonis Yang Lebih Kuat

Evie, protagonis baru untuk Stellar Blade: Blood Rain, dipastikan Shift…
June 12, 2026 - 0

Gears of War: E-Day Siapkan Campaign Dengan Durasi Terpanjang

The Coalition memastikan campaign di Gears of War: E-Day akan…
June 12, 2026 - 0

Roblox Diklaim Ingin “Jalan Damai” Untuk Ratusan Gugatan Keamanan Anak

Roblox diklaim ingin selesaikan lebih dari 150 gugatan terkait dugaan…
June 12, 2026 - 0

Xbox Kaji Ulang Strategi Console Next-Gen Mereka

Xbox sedang mengevaluasi kembali pendekatan untuk Project Helix, dengan faktor…