[Review] Perahu Kertas: Versi Berbeda dan Tanpa Rasa

Reading time:
August 19, 2012

Oleh: Dedek Fidelis Sinabutar

Perahu Kertas Poster

Apa yang Anda harapkan ketika mengetahui salah satu novel kesukaan Anda akan diangkat ke layar lebar? Berharap adaptasi film yang akan disuguhkan tidak terlalu jauh berbeda dan mengecewakan dari versi novelnya adalah sesuatu yang wajar dan realistis, alih-alih versi film hanya mengandalkan nama besar novelnya. Pada bulan Agustus ini pun film Perahu Kertas yang diadaptasi dari novel karya Dewi ‘Dee’ Lestari resmi beredar di Indonesia.

Versi Berbeda

Perahu Kertas 1

Sebelum film Perahu Kertas beredar, Dee yang juga berperan sebagai penulis naskah cerita sudah mengingatkan di situs XXI bahwa adaptasi film tersebut akan memiliki sejumlah perbedaan dengan versi novelnya. Dengan kata lain, akan ada penambahan dan pengurangan adegan. Menurut saya, bila memang sebuah film adaptasi akan berbeda dengan versi novelnya, seharusnya segala sesuatunya benar-benar berbeda sejak awal, baik dari segi konflik maupun alur. Walaupun ada kemiripan, cukuplah dengan kadar 20-30%.  Dengan demikian, para pencinta novelnya tidak berekspektasi lebih. Entah karena kadar sok tahu saya yang memang dewa atau kenyataan, saya yakin lebih dari 50% penonton film ini adalah mereka yang sudah membaca novel Perahu Kertas.

Perahu Kertas 7

Tentunya, mereka yang sudah membaca novel Perahu Kertas berharap dapat merasakan ketepatan visualisasi Kugy yang mampu mengajak pembacanya bersimpati dengan kesedihan, kebahagiaan, dan kekecewaan yang dirasakannya. Gadis mungil dengan karakter unik dan nyentrik ini selalu berpenampilan semaunya dengan jaket lusuh milik abangnya, berbeda dengan wanita berumur 17 tahun lainnya yang fashionable. Selain itu, penonton juga berharap adanya ketepatan penggambaran Keenan, Romeo-nya mother of alien ‘Kugy’, pemuda blasteran yang mencintai seni lebih dari apa pun dan tidak peduli dengan sekelilingnya.

Namun, apa yang terjadi dengan Kugy dan Keenan versi baru? Well, silakan keluar sekarang juga dan lihatlah gadis dan pemuda yang ada di sepanjang mall atau jalan. Sama. Not unique. Ah ya, boring.

Versi yang Tanpa Rasa

Film Perahu Kertas diawali dengan adegan yang apik dari segi sinematografi.  Seorang gadis sedang berada di laut dengan menumpang sebuah perahu dan gadis itu melepaskan sebuah perahu kertas. Narasi oleh gadis tersebut pun mendominasi di awal. Mata dan telinga Anda akan dimanjakan dengan sinematografi dan alunan musik yang lebih menarik penonton ke dalam kondisi karakternya, dibanding ceritanya sendiri.

Perahu Kertas 4

Film adaptasi ini memiliki beberapa adegan yang datar dan sangat mengecewakan. Padahal kekuatan cerita ini justru terletak di adegan-adegan tersebut. Salah satunya adalah pertemuan pertama Kugy (Maudy Ayunda) dengan Keenan (Adipati Dolken) di stasiun yang terasa terlalu kebetulan. Berikutnya adalah pertemuan kedua karakter tersebut yang secara tak kebetulan terjadi di kereta menuju Jakarta, lagi-lagi mengecewakan dan datar aja.

Perahu Kertas 6

Alasan lain versi  film ini tidak memiliki rasa adalah para pemain yang memerankan tokoh Kugy, Keenan, Noni, Eko dan Wanda yang terasa sangat tidak prima, serta jauh dari harapan. Apalagi bagi yang sudah membaca novelnya. Kalaupun ada pemeran yang berhasil memenuhi ekspektasi, saya akan tunjuk Elyzia Mulachela yang memerankan Luhde dan Reza Rahadian yang memerankan Remi, serta Agus Melaz yang berperan sebagai ayahnya Keenan.

Perahu Kertas 3

Jika Anda berpikir film Perahu Kertas akan berbeda dengan film cinta-cintaan remaja a la Indonesia, apalagi film ini membawa nama besar seorang Dee dan Hanung Bramantyo, lupakan anggapan tersebut dan kembalilah ke kenyataan. Film cinta-cintaan Indonesia masih klise. Jadi, jangan terlalu kecewa. Lebih baik Anda nikmati sinematografi dan alunan musiknya. Di 20 menit terakhir, you’ll feel the touch of Dee.

Tanggal rilis:
16 Agustus 2012

Genre:
Drama

Sutradara:
Hanung Bramantyo

Pemain:
Maudy Ayunda, Adipati Dolken, Reza Rahadian, Elyzia Mulachela

Studio:
Starvision, Dapur Film

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

April 29, 2026 - 0

Review Axioo Pongo 755 AMD: Sama Kencangnya, Sama Komplitnya, Lebih Murah Harganya

Ini Laptop Gaming pertama dari Axioo dengan prosesor AMD Ryzen.…
April 27, 2026 - 0

Review Acer Predator Helios 16 AI: Laptop Gaming 16″ Paling “Monster” dari Acer!

Ini adalah Acer Predator Helios 16 AI! Walaupun ukurannya 16…
April 26, 2026 - 0

Review ASUS ROG Strix G16 (G615): Laptop ROG Kelas Atas dengan RTX 5080, Sekencang Apa?

Ini adalah Laptop Gaming Monster dari ASUS yang performanya super…
April 13, 2026 - 0

Review Axioo Hype AI 5: Racikan Kencang Merk Lokal dengan Intel Core Ultra

Ini Laptop tipis dan ringan pertama dari Axioo dengan prosesor…

Gaming

April 30, 2026 - 0

Film Nintendo Berikutnya Garapan Illumination Dikabarkan Rilis April 2028

Sebuah film Nintendo baru garapan Illumination dilaporkan muncul di jadwal…
April 30, 2026 - 0

Nama WUCHANG: Fallen Feathers Dibeli Digital Bros

Digital Bros resmi membeli IP WUCHANG: Fallen Feathers dari Chengdu…
April 30, 2026 - 0

Windrose Janjikan Daerah Baru Bernama Ashlands via Roadmap

Windrose bagikan roadmap terbarunya dengan janji akan bawakan daerah baru…
April 29, 2026 - 0

EA Sebut 85 Persen Proses QA Mereka Kini Sudah Gunakan AI

EA mengungkap sekitar 85 persen proses quality assurance mereka kini…