Overclocking Dengan Bantuan CoolerMaster VorteX Plus

Reading time:
August 14, 2010

Pengujian

Selanjutnya, kami masuk ke dalam sesi pengujian atau bisa disebut juga sesi “penyiksaan” HSF ini. Pertama, tim Jagat OC melakukan pengujian suhu dan stability test pada kondisi kecepatan prosesor default dengan tegangan 1,25 Volt. Pada saat idle, suhu prosesor bertahan pada 18~23 derajat celcius. Pada saat beban penuh, suhu berubah menjadi 59~64 derajat celcius. Prosesor ini pun lulus uji kestabilan pada prime 95.

Kami kemudian meng-overclock prosesor ini hingga 4 Ghz dengan tegangan prosesor yang sama 1,25 Volt. Prosesor yang memiliki 6 core inti dengan kecepatan masing-masing 4 Ghz ini pun kembali diuji dalam test kestabilan. Pada suhu Idle, prosesor sudah berada di suhu 27~33 derajat celcius. Pada saat beban penuh, prosesor ini mendapat kenaikan suhu yang cukup signifikan hingga mencapai 72~80 derajat celcius. Kali ini, prosesor masih dapat melewati uji kestabilan.

Setelah melalui pengujian pada kecepatan 4 Ghz , Jagat OC pun melanjutkan pengujian pada kecepatan 4,2 Ghz . Pada kecepatan ini tegangan prosesor sebesar 1,25 v sudah tidak bisa menjaga kestabilan sistem. Untuk membuat  sistem menjadi stabil, prosesor diberi tegangan 1,331 v. Pada tegangan ini, suhu prosesor meningkat cukup tinggi. Suhu idle menjadi 31~39 derajat celcius dan suhu full load menjadi 87~101 derajat celcius (!). Walaupun lolos dalam stability test dalam waktu sekitar 5~10 menit, akan tetapi tetap saja, pada kecepatan 4,2 Ghz dengan tegangan 1,331v  suhu beban penuh mencapai 101 derajat celcius pada salah satu core prosesor. Hal ini  sudah jelas dapat memperpendek umur prosesor karena overheat.

Karena kami masih mencintai prosesor core i7 i980X milik kami, maka  Jagat OC pun memutuskan untuk tidak meng-overclock lebih dari ini untuk test kestabilan prime 95. Selain prime 95 pun , Jagat OC juga melakukan benchmarking dengan 3D Mark Vantage CPU test dan Wprime Hwbot 2.0 pada kondisi default hingga 4,2 GHz untuk melihat peningkatan/scaling performance yang ada. Pengujian benchmark-benchmark ini lebih ringan dibanding pengujian prime95.

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

May 27, 2026 - 0

Review Polytron Luxia with AMD Ryzen 5: Rp 7 Jutaan, Kencang, Upgradeable, 5X USB, ADP+

Bodi Form Factor Clamshell atau Laptop Klasik. Material Polikarbonat dengan…
May 25, 2026 - 0

Review Acer TravelMate X4 14 AI: Laptop Bisnis AI Cepat, Ringan & Produktif

Bodi Acer TravelMate X4 14 AI Form Factor Clamshell atau…
May 21, 2026 - 0

Review ASUS Zenbook DUO 2026 (UX8407AA): Desain Baru, Makin Kokoh, Makin Kenceng!

Bodi ASUS Zenbook DUO 2026 Form Factor Clamshell atau Laptop…

Gaming

June 12, 2026 - 0

Stellar Blade Blood Rain Janjikan Karakter Protagonis Yang Lebih Kuat

Evie, protagonis baru untuk Stellar Blade: Blood Rain, dipastikan Shift…
June 12, 2026 - 0

Gears of War: E-Day Siapkan Campaign Dengan Durasi Terpanjang

The Coalition memastikan campaign di Gears of War: E-Day akan…
June 12, 2026 - 0

Roblox Diklaim Ingin “Jalan Damai” Untuk Ratusan Gugatan Keamanan Anak

Roblox diklaim ingin selesaikan lebih dari 150 gugatan terkait dugaan…
June 12, 2026 - 0

Xbox Kaji Ulang Strategi Console Next-Gen Mereka

Xbox sedang mengevaluasi kembali pendekatan untuk Project Helix, dengan faktor…