[PR] Bersama Sennheiser PX 210 BT, Nikmati Kebebasanmu

Reading time:
September 1, 2010

September 2010, Jakarta, Indonesia — Duduk di kereta bersama Nelly Furtado, menunggu di airport bersama Rihanna, atau berjalan-jalan santai di waktu senggang bersama Joe Cocker: PX 210 BT dari Sennheiser menjamin kesempurnaan suara, kapanpun Anda beraktifitas – tanpa terbatasi oleh kabel. Headphone lipat (foldable) yang high end ini adalah model entry level pada top-of-the-range kelas nirkabel dari Sennheiser. Teknologi Bluetooth dengan codec baru apt-X memastikan bahwa data audio ditransmisikan dalam kualitas optimal.

PX 210 BT telah dirancang khusus untuk digunakan oleh pemain Bluetooth. “Musik dan pidato direproduksi dalam kualitas yang sangat baik, sembari melengkapi kebebasan gerakan Anda,” kata Maurice Quarré, Kepala Manajemen Produk Elektronik Konsumen di Sennheiser, menggambarkan kualitas dari headphone baru ini. PX 210 BT memiliki jangkauan transmisi hingga sepuluh meter, yang berarti bahwa sumber audio dapat dengan mudah disimpan dalam tas atau ransel ketika Anda beraktifitas. Kontrol dari PXC 210 BT terletak langsung pada earpiece-nya. Mereka dapat digunakan untuk mengaktifkan atau menonaktifkan fungsi Bluetooth, mengatur volume dan memilih lagu individu. Dan bahkan jika Anda ingin menghabiskan lebih banyak waktu ditemani Rihanna, Joe Cocker atau band favorit Anda, itu bukan masalah: baterai lithium polymer yang dapat diisi ulang memungkinkan Anda menggunakan headphone selama 12 jam sebelum perlu diisi ulang.

No cables and no loss of sound quality

Mendengarkan musik memang lebih menyenangkan apabila Anda tidak dibatasi oleh kabel, terutama bila kualitas suaranya seperti yang diinginkan. PX 210 BT memiliki magnet neodymium yang kuat yang menjamin gambar suara sealami mungkin dengan respons frekuensi 15 hingga 22.000 Hertz. Sennheiser telah mematenkan diafragma Duofol hampir menghilangkan gelombang berdiri secara menyeluruh.

“Sennheiser tidak akan berkompromi sama sekali ketika sudah menyangkut kualitas suara,” kata Stephen Wray, Wakil-Presiden Perizinan di APTX. Itu juga berlaku untuk headphone nirkabel mereka. Dengan codec apt-X yang baru, PXC 210 BT menjamin transmisi Bluetooth dengan hanya delay minimum dan kualitas audio yang luar biasa. Sennheiser adalah salah satu produsen pertama yang menggunakan format ini pada headphone. “Dengan penggunaan apt-X, maka pelanggan Sennheiser kini dapat menikmati apa yang kita sebut stereo Bluetooth audiophile,” tambah Stephen Wray. Untuk sumber audio yang belum mendukung codec apt-X baru, PX 210 BT secara otomatis beralih ke format standar transmisi Bluetooth A2DP. Tetapi peralatan ini bahkan dapat dibuat apt-X capable dengan menggunakan adaptor terpisah yang tersedia.

Comfortable on the move

PX 210 BT tidak hanya tampak hebat, tetapi juga sangat nyaman: dengan berat hanya 105 gram, ukuran yang mungil, bantalan telinga yang lembut, sangat cocok dan nyaman di telinga Anda. Mekanisme lipatan (folding) dan carrying case yang ringkas, menjadikannya teman seperjalanan yang ideal.

PX 210 BT telah tersedia dari bulan Agustus melalui distributor resmi Sennheiser di Indonesia, yaitu PT Astrindo Senayasa. Unit yang dijual sudah termasuk baterai lithium polimer yang dapat diisi ulang, kabel, dan pengisi daya baterai dengan adaptor yang dapat digunakan di negara-negara yang berbeda.

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

April 29, 2026 - 0

Review Axioo Pongo 755 AMD: Sama Kencangnya, Sama Komplitnya, Lebih Murah Harganya

Ini Laptop Gaming pertama dari Axioo dengan prosesor AMD Ryzen.…
April 27, 2026 - 0

Review Acer Predator Helios 16 AI: Laptop Gaming 16″ Paling “Monster” dari Acer!

Ini adalah Acer Predator Helios 16 AI! Walaupun ukurannya 16…
April 26, 2026 - 0

Review ASUS ROG Strix G16 (G615): Laptop ROG Kelas Atas dengan RTX 5080, Sekencang Apa?

Ini adalah Laptop Gaming Monster dari ASUS yang performanya super…
April 13, 2026 - 0

Review Axioo Hype AI 5: Racikan Kencang Merk Lokal dengan Intel Core Ultra

Ini Laptop tipis dan ringan pertama dari Axioo dengan prosesor…

Gaming

April 30, 2026 - 0

Film Nintendo Berikutnya Garapan Illumination Dikabarkan Rilis April 2028

Sebuah film Nintendo baru garapan Illumination dilaporkan muncul di jadwal…
April 30, 2026 - 0

Nama WUCHANG: Fallen Feathers Dibeli Digital Bros

Digital Bros resmi membeli IP WUCHANG: Fallen Feathers dari Chengdu…
April 30, 2026 - 0

Windrose Janjikan Daerah Baru Bernama Ashlands via Roadmap

Windrose bagikan roadmap terbarunya dengan janji akan bawakan daerah baru…
April 29, 2026 - 0

EA Sebut 85 Persen Proses QA Mereka Kini Sudah Gunakan AI

EA mengungkap sekitar 85 persen proses quality assurance mereka kini…