PSP-Go Semakin Murah

Reading time:
October 26, 2010

Jika kita membicarakan handheld gaming yang mungkin paling tidak mampu merebut hati para gamer untuk memilikinya, maka kita pasti sedang membicarakan PSP-Go, handheld terbaru Sony yang bisa dibilang merupakan sebuah kegagalan. PSP-Go selalu mencatat angka penjualan terendah di bursa persaingan konsol di Jepang, bahkan lebih rendah dibandingkan konsol pendahulunya, Playstation 2.

psp go

Handheld yang dirilis pada tanggal pada akhir tahun 2009 ini memang memuat beberapa kesalahan besar dalam desain dan feature yang ditawarkan di dalamnya. Secara fisik handheld ini tidak terlalu nyaman digenggam dan cukup menyulitkan para gamer untuk menikmati bermain secara maksimal. Kesalahan terbesar lainnya adalah hilangnya slot UMD sebagai slot disc permainan yang ada pada PSP pendahulunya, sehingga PSP-Go hanya dapat memainkan game yang didownload secara digital. Sementara Sony sendiri tetap memproduksi game dalam bentuk UMD yang membuat para gamer menjadi lebih memilih untuk menggunakan PSP versi pendahulunya.

Dengan tingkat penjualan yang rendah dan popularitas sebagai produk gagal, Sony melancarkan strategi terakhir untuk memastikan penjualan yang lebih baik dari handheld ini. Sony Computer Entertainment Japan melakukan pemotongan harga secara drastis, dari kisaran harga sekitar 26.800 Yen ( $US 329) menjadi 16.800 Yen ($US 200), hampir 50 persen dari harga sebelumnya. Hal ini membuat harga PSP-Go di Jepang sekarang berada pada kisaran harga yang sama dengan PSP-3000.

Sementara di Indonesia, saya sendiri jarang melihat handheld ini dipilih ketika gamer memutuskan untuk membeli sebuah handheld gaming. Mungkin karena handheld ini masih belum bisa memainkan game bajakan yang marak di Indonesia secara maksimal, oleh karena itu para gamer masih memilih handheld PSP terdahulu yang lebih stabil. Tetapi setidaknya penurunan harga ini, dan mungkin juga akan terjadi juga di Indonesia, memberikan alternatif pilihan handheld dengan harga lebih terjangkau.

Update : Amerika Serikat dan Inggris juga memperoleh potongan harga, membuat harga PSP-Go di sana hampir setara dengan harga PSP-Go di Jepang.

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

April 29, 2026 - 0

Review Axioo Pongo 755 AMD: Sama Kencangnya, Sama Komplitnya, Lebih Murah Harganya

Ini Laptop Gaming pertama dari Axioo dengan prosesor AMD Ryzen.…
April 27, 2026 - 0

Review Acer Predator Helios 16 AI: Laptop Gaming 16″ Paling “Monster” dari Acer!

Ini adalah Acer Predator Helios 16 AI! Walaupun ukurannya 16…
April 26, 2026 - 0

Review ASUS ROG Strix G16 (G615): Laptop ROG Kelas Atas dengan RTX 5080, Sekencang Apa?

Ini adalah Laptop Gaming Monster dari ASUS yang performanya super…
April 13, 2026 - 0

Review Axioo Hype AI 5: Racikan Kencang Merk Lokal dengan Intel Core Ultra

Ini Laptop tipis dan ringan pertama dari Axioo dengan prosesor…

Gaming

April 30, 2026 - 0

Film Nintendo Berikutnya Garapan Illumination Dikabarkan Rilis April 2028

Sebuah film Nintendo baru garapan Illumination dilaporkan muncul di jadwal…
April 30, 2026 - 0

Nama WUCHANG: Fallen Feathers Dibeli Digital Bros

Digital Bros resmi membeli IP WUCHANG: Fallen Feathers dari Chengdu…
April 30, 2026 - 0

Windrose Janjikan Daerah Baru Bernama Ashlands via Roadmap

Windrose bagikan roadmap terbarunya dengan janji akan bawakan daerah baru…
April 29, 2026 - 0

EA Sebut 85 Persen Proses QA Mereka Kini Sudah Gunakan AI

EA mengungkap sekitar 85 persen proses quality assurance mereka kini…