Hidup Bersama iPad

Reading time:
February 9, 2011

Semenjak Steve Jobs kembali ke Apple Computer -perusahaan yang didirikannya secara patungan bersama Steve Wozniak di era 70-an-, ia telah menelurkan banyak inovasi yang bukan hanya inovatif, tapi juga mampu menyetir arah trend industri komputer. Resepnya serderhana: desain simpel nan menarik serta fungsionalitas yang terbatas tapi tepat guna. Produk buatan Apple, mulai dari iMac (1998) hingga iPhone menganut filosofi serupa, yang telah terbukti efektif selama ini.

Terakhir, sekitar setahun lalu, Apple Computer membuat geger dunia IT dengan menelurkan iPad, sebuah perangkat yang tampak seperti komputer masa depan dari film fiksi ilmiah. Sebenarnya Apple bukan yang pertama kali muncul dengan ide komputer tablet, karena konsep sejenis sudah pernah dikemukakan sebelumnya lewat Ultra Mobile PC (UMPC) di permulaan dekade 2000-an. Meskipun bukan yang pertama, (sekali lagi) Apple terbukti sukses besar. Gadget besutan mereka ini laris manis walau sebelumnya sempat dipandang sinis oleh beberapa kalangan.

Dalam hati, mereka yang belum pernah menggunakan iPad mungkin bertanya-tanya, “Apa sih gunanya iPad ini?”. Nah, pepatah “tak kenal maka tak sayang” juga berlaku di dunia komputer. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, saya mencoba melibatkan iPad dalam kehidupan pribadi saya, mulai dari aktivitas di kantor, dalam perjalanan, maupun ketika bersantai di rumah. Setelah lebih jauh mengenal perangkat ini, ternyata pandangan awal saya yang sedikit skeptis terhadap iPad menjadi berubah. Berikut ini hasil penjelajahan saya!

Apple iPad: Kesan Pertama Begitu Menggoda, Selanjutnya…?

Cerita saya bermula ketika sebuah iPad mendarat di meja kerja di rumah. Begitu melihatnya, rasa penasaran langsung menyergap. Terus terang saja, walaupun memiliki sebuah iPod touch dan pernah mencoba menggunakan iPhone, saya sama sekali belum familiar dengan komputer tablet bernama iPad. Maklum, harganya yang relatif mahal menjauhkan perangkat ini dari jangkauan saya. Begitu membuka kotak kemasannya yang terlihat sederhana dengan tema warna putih, saya dibuat terkesima oleh apa yang saya temukan di dalamnya.

Kotak kemasan Apple iPad terlihat simpel dengan tema warna putih dan gambar iPad berukuran besar di bagian depannya
iPad device iPad device2
iPad backside
Ini dia benda indah bernama iPad. Dengan permukaan layar yang hitam mengkilap (glossy) serta tubuh bagian belakang yang terbuat dari lempengan aluminum, iPad tampak cantik dilihat dari sudut manapun
iPad demo
Rupanya iPad yang saya dapatkan adalah “versi demo” dengan hanya 16 GB memori internal dan koneksi WiFi, tanpa 3G. Di pasaran, iPad versi ini adalah yang paling terjangkau dengan kisaran harga “hanya” 4 jutaan rupiah

Sekilas, iPad tampak seperti sebuah iPhone berukuran besar. Selain desain fisik kedua perangkat tersebut yang bagaikan pinang dibelah dua, OS merekapun (iOS) dilengkapi user interface yang serupa.

Selain unit tablet utamanya, tidak banyak terdapat perlengkapan lain di dalam kemasan iPad. Saya hanya menemukan adaptor beserta kabel USB yang diperlukan untuk mengisi baterai perangkat ini. iPad mampu bertahan hidup hingga 10 jam dengan baterai penuh. Selain itu, juga terdapat panduan singkat multi-bahasa dalam bentuk leaflet.

iPad adaptor iPad adaptor2

Inilah unit adaptor iPad. Listrik disalurkan ke iPad melalui port USB yang terdapat di bagian belakang. Karena proses charging dilakukan dengan menggunakan interface USB, Anda dapat pula mengisi baterai iPad melalui port USB. Akan tetapi, hanya port USB yang mampu menyalurkan listrik sebesar paling tidak 1000 mA (1000 mA x 5 volt = 5 watt) seperti yang terdapat pada beberapa motherboard keluaran terbaru saja yang dapat digunakan untuk mengisi baterai iPad. Kebanyakan port USB yang hanya bisa menyediakan arus listrik sebesar 500 mA (500 mA x 5 volt = hanya 2,5 watt) sehingga tidak dapat dimanfaatkan untuk men-charge perangkat ini.

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

July 22, 2026 - 0

Review Zyrex D-Tech: Rp 6 Jutaan, AMD Ryzen Quad-Core, Bisa Upgrade, Tapi…

Harga RAM naik, harga SSD naik, harga Laptop ikut naik.…
July 20, 2026 - 0

Review Axioo Hype AMD X1: Terjangkau, Kencang, & Aman Kalau Dimaling

“Kalau punya duit 5 jutaan, dapat Laptop seperti apa?” “Bisa…
July 16, 2026 - 0

Review Dell Pro 14 Essential: Dell Bikin Laptop Bisnis Terjangkau? Performanya Gimana?

Dell jualan laptop bisnis terjangkau di Indonesia? Iya, kalian gak…
July 14, 2026 - 0

Review Lenovo IdeaPad Pro 5a (14AGP11): Desain Makin Mewah, Bodi Kokoh, Performa Mantap!

Kalau denger laptop dengan nama “Pro”, apa yang ada di…

Gaming

July 24, 2026 - 0

PlayStation Vita Disulap Menjadi Xbox Portable, Bisa Mainkan Halo & Forza

Modder menciptakan GreenVita, aplikasi homebrew yang memungkinkan PlayStation Vita menjalankan…
July 24, 2026 - 0

Penjualan Steam Deck Dikabarkan Anjlok 82% Usai Naik Harga

Analisis terbaru memperkirakan penjualan Steam Deck turun 82% setelah kenaikan…
July 24, 2026 - 0

Philips Rilis Monitor Gaming Triple-Mode 540Hz yang Terjangkau

Philips meluncurkan monitor gaming triple-mode 27 inci dengan refresh rate…
July 23, 2026 - 0

Pemain Battlefield 6 Diminta Downgrade Driver RTX 50 Pada Map Barunya

Akibat masalah pada map laut baru di Battlefield 6, pengguna…