Survei Symantec: Terjadi Perbedaan Antara Tujuan dan Realitas Proyek Cloud Computing

Author
Deliusno
Reading time:
June 23, 2011

Symantec New Logo

Symantec hari ini mengumumkan hasil-hasil temuan mereka mengenai survei Virtualization and Evolution to The Cloud 2011. Menurut hasil dari penelitian tersebut, ternyata terdapat beberapa kesenjangan (gap) antara ekspektasi dan kenyataan dalam mengungkap evolusi pasar.

Saat ini, dari 3700 perusahaan di dunia yang disurvei oleh Symantec, 81% hingga 84% perusahaan tersebut sudah mendiskusikan masalah adopsi cloud computing. Dari beberapa model cloud computing yang ada, menurut hasil penelitian, virtualisasi desktop/endpoint dianggap yang paling mature. Hasil penelitian tersebut menyebutkan 40% responden mengganggap virtualisasi ini yang paling mature. Nilai terendah didapat Private Storage-as-a-Service, yaitu sebesar 34%.

Symantec juga menanyakan kepada para responden yang telah mengimplementasi cloud computing, apakah hasil yang mereka inginkan dan kenyataan yang diperoleh di lapangan. Ternyata terjadi beberapa kesenjangan (gap) di antara ke-duanya. Data-data yang diperoleh akan dipaparkan di bawah ini.

IMG 0435

Dari segi virtualisasi server, kesenjangan terbesar di dapat dari masalah uptime (11%), kemampuan mengadaptasi teknologi baru secepat mungkin (10%), dan agility (15%). Besar rata-rata kesenjangan antara hasil yang ingin dicapai dengan kenyataan adalah 6%.

Dari segi virtualisasi storage, kesenjangan terbesar terdapat dari agility (25%), scalability (45%), dan kemampuan mengadaptasi teknologi baru secepat mungkin (35%). Besar rata-rata kesenjangan di antaranya adalah 28%.

Sisi virtualisasi endpoint/desktop merupakan yang terbaik, menurut para responden. Segi ini tidak memiliki kesenjangan sama sekali. Harapan mereka terhadap dukungan desktop virtual dan kemampuan kompatibilitas aplikasi meningkat dari yang mereka duga.

Private storage-as-a-service memiliki nilai rata-rata yang sama dengan virtualisasi storage, yaitu 28%. Di antaranya disumbang dari keinginan mengurangi kompleksitas (47%) dan waktu untuk mendapatkan sumber daya baru (24%).

Hybrid/Private cloud computing mengalami kekecawaan paling tinggi, yaitu 36%. Nilai tersebut disumbang dari scalability (54%), mengurangi capex (54%), dan alokasi biaya komputas (46%).

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

May 27, 2026 - 0

Review Polytron Luxia with AMD Ryzen 5: Rp 7 Jutaan, Kencang, Upgradeable, 5X USB, ADP+

Ini dia Laptop pertama Polytron dengan prosesor AMD Ryzen. Harganya?…
May 25, 2026 - 0

Review Acer TravelMate X4 14 AI: Laptop Bisnis AI Cepat, Ringan & Produktif

Kata siapa bisnis UMKM ga butuh Laptop canggih?! Apalagi sekarang…
May 21, 2026 - 0

Review ASUS Zenbook DUO 2026 (UX8407AA): Desain Baru, Makin Kokoh, Makin Kenceng!

Kerja serius pakai laptop thin and light biasa? Kurang mantap…

Gaming

June 17, 2026 - 0

Studio Double Fine Ikut Terancam Restrukturisasi Xbox

Restrukturisasi Xbox dikabarkan mengancam Double Fine, kini tengah berupaya mencari…
June 17, 2026 - 0

Ninja Theory Dikabarkan Terancam Ditutup Oleh Restrukturisasi Xbox

Gelombang restrukturisasi Xbox dikabarkan mengancam masa depan Ninja Theory, kreator…
June 17, 2026 - 0

Xbox Dikabarkan Akan Tutup Kreator South of Midnight, Compulsion Games

Compulsion Games dikabarkan terancam ditutup oleh Xbox. Studio di balik…
June 17, 2026 - 0

Pimpinan Treyarch Resmi Pensiun Setelah 22 Tahun Arahkan Studio

Mark Gordon resmi pensiun setelah 22 tahun memimpin Treyarch membangun…