Review Modern Warfare 3: Pertempuran Terakhir Demi Kedamaian Dunia!

Reading time:
November 14, 2011

Perang Global – Beragam Terrain yang Berbeda

Modern Warfare 3 147
Menjelajahi kota London dalam kondisi terburuknya.
Modern Warfare 3 1751
Badai pasir yang ada membuat jarak pandang sangat terbatas.

Upaya Makarov untuk menghancurkan Amerika Serikat dan para sekutunya benar-benar membuat teroris ultranionalis yang satu ini harus berkonspirasi secara global untuk dapat mewujudkannya. Hal inlah yang kemudian memaksa Anda untuk berperang di semua benua yang ada di dunia, di setiap medan perang yang ada, untuk mencari informasi tentang keberadaan Makarov dan berusaha membunuhnya. Lewat upaya investigasi inilah, beragam karakter yang Anda gunakan dipaksa untuk menjelajahi semua jejak Makarov, selemah apa pun. Hal ini akan membawa Anda berperang di beberapa tempat yang belum pernah ada di Modern Warfare sebelumnya, seperti kota-kota besar di Eropa hingga desa terpencil di Afrika. Perubahan tempat berperang membawa pengalaman yang cukup unik karena Anda akan berhadapan dengan terrain yang berbeda satu sama lain. Mulai dari rerumputan, kota, hingga badai pasir yang membatasi jarak pandang. Lewat tempat-tempat ini pula lah, Modern Warfare 3 menghadirkan dramatisasi dalam gaya yang baru.

Special Ops Mode – Cara Lain untuk Teradiksi

Modern Warfare 3 2491
Special Ops Mode: Survival atau Mission Mode.

Bukan hal yang mudah untuk menemukan sebuah game FPS yang dapat membuat Anda terserap dan lupa waktu karenanya. Modern Warfare 3 merupakan salah satu yang mampu melakukan hal tersebut. Game ini menawarkan tiga hal yang dapat membuat Anda tidak dapat lepas darinya. Pertama, tentu saja single player mode yang epik. Dengan waktu penyelesaian yang cukup proporsional dan beragam aksi yang padat, gamer pasti terpanggil untuk memainkan mode ini dalam tingkat kesulitan yang lebih tinggi walaupun sudah menyelesaikan permainan secara keseluruhan. Kedua, adalah Multiplayer yang memungkinkan Anda menjajal kemampuan dengan user lain, meningkatkan level, dan memperoleh senjata baru. Bagi mereka yang tidak mampu menjajal mode multiplayer karena “alasan tertentu”, mode Special Ops menjadi opsi ketiga yang tak kalah menariknya.

Special Ops merupakan mode baru yang bisa Anda dapatkan setelah menamatkan single player Modern Warfare 3. Special Ops memuat beragam misi khusus yang meminta Anda untuk menyelesaikan sebuah objektif tertentu. Untuk Modern Warfare 3, mode ini terbagi atas dua bagian besar: Survival dan Missions. Sebagian besar misi Survival akan meminta Anda untuk bertahan dari gelombang musuh yang datang secara beruntun dan bervariasi, dari sekadar anjing hingga Juggernaut yang menyebalkan. Sementara itu, Missions akan membawa Anda kembali ke gaya permainan lawas di mana Anda dituntut untuk menyelesaikan misi khusus yang tidak bisa dianggap remeh. Beberapa di antaranya bahkan akan menawarkan sudut pandang permainan yang berbeda, misalnya menjadi pasukan khusus milik Makarov yang diperintahkan untuk menculik sang presiden.

Modern Warfare 3 251
Beragam misi yang harus diselesaikan.

Mengapa mode Special Ops ini begitu adiktif? Pada dasarnya, Activision menghadirkan sebuah konsep baru yang akan membuat Anda betah untuk berlama-lama duduk di depan layar televisi atau monitor. Berbeda dengan MW dan MW2, mode Special Ops di MW3 mengusung sebuah sistem yang sama sekali baru. Walaupun bermain solo dan offline, sistem experience dan level up diterapkan di dalamnya. Experience didapatkan dari musuh yang Anda bunuh atau misi yang berhasil Anda selesaikan.

Apa yang untungnya memiliki level tinggi? Di mode survival, level yang tinggi akan memungkinkan Anda untuk membeli beragam senjata canggih yang memang hanya terbuka di level tertentu. Senjata ini meliputi senapan, support, hingga air strike yang mumpuni. Ini pastinya akan membuat Anda lebih mudah menghadapi setiap wave yang datang dengan brutal. Sementara di mission mode, tidak akan ada pengaruh signifikan. Kedua mode ini juga membutuhkan level tertentu agar dapat membuka varian misi yang baru. Semua hal ini menjad elemen yang berhasil meramu permainan yang begitu adiktif, bahkan melebihi single player mode-nya sendiri.

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

April 29, 2026 - 0

Review Axioo Pongo 755 AMD: Sama Kencangnya, Sama Komplitnya, Lebih Murah Harganya

Bodi Form Factor Clamshell atau Laptop Klasik Material Metal untuk…
April 27, 2026 - 0

Review Acer Predator Helios 16 AI: Laptop Gaming 16″ Paling “Monster” dari Acer!

Bodi Acer Predator Helios 16 AI Nah untuk desain, ini…
April 26, 2026 - 0

Review ASUS ROG Strix G16 (G615): Laptop ROG Kelas Atas dengan RTX 5080, Sekencang Apa?

Bodi ASUS ROG Strix G16 (G615) Form Factor Clamshell atau…
April 13, 2026 - 0

Review Axioo Hype AI 5: Racikan Kencang Merk Lokal dengan Intel Core Ultra

Bodi Axioo Hype AI 5 Form Factor Clamshell atau Laptop…

Gaming

April 30, 2026 - 0

Film Nintendo Berikutnya Garapan Illumination Dikabarkan Rilis April 2028

Sebuah film Nintendo baru garapan Illumination dilaporkan muncul di jadwal…
April 30, 2026 - 0

Nama WUCHANG: Fallen Feathers Dibeli Digital Bros

Digital Bros resmi membeli IP WUCHANG: Fallen Feathers dari Chengdu…
April 30, 2026 - 0

Windrose Janjikan Daerah Baru Bernama Ashlands via Roadmap

Windrose bagikan roadmap terbarunya dengan janji akan bawakan daerah baru…
April 29, 2026 - 0

EA Sebut 85 Persen Proses QA Mereka Kini Sudah Gunakan AI

EA mengungkap sekitar 85 persen proses quality assurance mereka kini…