“Sikat Plasma” Akan Digunakan di Dunia Kedokteran Gigi

Reading time:
December 23, 2011

Plasma adalah materi yang berada di tingkatan keempat, bersama gas, zat padat, dan zat cair. Materi ini mengandung ion dan elektron. Sinarnya menghasilkan oksigen bebas radikal yang ternyata dapat digunakan untuk “memecah” plak dan membunuh bakteri. Itulah hasil penelitian yang didapat para peneliti di Universitas Southern California.

Atas dasar itulah, mereka mengembangkan sebuah “sikat” yang akan mengeluarkan sinar plasma yang nantinya bisa digunakan para dokter gigi untuk berbagai kegiatan pengobatan gigi. Sinar plasma yang digunakan di sikat tersebut tidak akan membahayakan gigi karena tidak mengeluarkan energi panas berlebihan. Fakta yang didapat, menyinari gigi dengan sinar plasma hanya meningkatkan temperatur gigi sebanyak lima derajat.

Untungnya, sikat yang telah berhasil diuji coba oleh para dokter gigi pemberani ini membuktikan bahwa sinar plasma yang “ditembakkan” ke gigi justru tidak menimbulkan rasa panas sama sekali. Pasien hanya akan merasakan sensasi dingin layaknya disemprotkan angin.

plasma brush

Foto: Universitas Missouri

Lalu, apa fungsi sikat plasma ini nantinya? Para dokter gigi melihat bahwa sinar ini dapat berfungsi untuk dua hal besar. Pertama, untuk membersihkan lapisan plak yang ada di gigi. Sinar ini juga mampu mencapai semua bagian gigi tanpa terkecuali sehingga proses pembersihan gigi dalam lebih optimal. Kedua, sinar ini dapat membantu proses penambalan gigi dan memberikan hasil yang lebih baik ketimbang teknik penambalan tradisional (perbandingannya mencapai 60 persen lebih baik ketimbang menggunakan teknik pada umumnya).

Percobaan akan dilakukan tahun depan di Universitas Tennessee, Memphis. Para peneliti berharap alat ini dapat diterima oleh FDA (Food and Drug Administration) dan bisa digunakan oleh seluruh dokter gigi di seluruh dunia tahun 2013.

Sayangnya, sikat ini hanya akan digunakan para dokter gigi dan para peneliti belum berencana melemparnya ke pasaran umum sebagai pengganti sikat gigi. Tentunya Anda tidak ingin menyemprotkan sinar api plasma ke gigi Anda dengan sembarangan, bukan?

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

April 29, 2026 - 0

Review Axioo Pongo 755 AMD: Sama Kencangnya, Sama Komplitnya, Lebih Murah Harganya

Ini Laptop Gaming pertama dari Axioo dengan prosesor AMD Ryzen.…
April 27, 2026 - 0

Review Acer Predator Helios 16 AI: Laptop Gaming 16″ Paling “Monster” dari Acer!

Ini adalah Acer Predator Helios 16 AI! Walaupun ukurannya 16…
April 26, 2026 - 0

Review ASUS ROG Strix G16 (G615): Laptop ROG Kelas Atas dengan RTX 5080, Sekencang Apa?

Ini adalah Laptop Gaming Monster dari ASUS yang performanya super…
April 13, 2026 - 0

Review Axioo Hype AI 5: Racikan Kencang Merk Lokal dengan Intel Core Ultra

Ini Laptop tipis dan ringan pertama dari Axioo dengan prosesor…

Gaming

April 30, 2026 - 0

Film Nintendo Berikutnya Garapan Illumination Dikabarkan Rilis April 2028

Sebuah film Nintendo baru garapan Illumination dilaporkan muncul di jadwal…
April 30, 2026 - 0

Nama WUCHANG: Fallen Feathers Dibeli Digital Bros

Digital Bros resmi membeli IP WUCHANG: Fallen Feathers dari Chengdu…
April 30, 2026 - 0

Windrose Janjikan Daerah Baru Bernama Ashlands via Roadmap

Windrose bagikan roadmap terbarunya dengan janji akan bawakan daerah baru…
April 29, 2026 - 0

EA Sebut 85 Persen Proses QA Mereka Kini Sudah Gunakan AI

EA mengungkap sekitar 85 persen proses quality assurance mereka kini…