The Artist: Film Melodramatik Tanpa Dialog dari Prancis

Reading time:
February 17, 2012

Pernahkah Anda menyaksikan film bisu yang pernah populer di industri perfilman di era 1920-an? Saya pribadi hanya bisa mengingat-ingat dengan samar penampilan Charlie Chaplin dengan pantomimnya yang sangat jenius dan mimiknya yang membuatnya begitu berkarakter meskipun tidak mengucap sepatah kata pun. Selain itu, film bisu sangatlah asing bagi saya.

the artist movie poster

The Artist menjadi salah satu film yang bisa dibilang brilian di penghujung 2011. Sang Sutradara, Michel Hazanavicius, menyajikan film ini dengan cara yang mungkin pernah dipikirkan beberapa sutradara tetapi tidak berani mengeksekusinya: berbentuk film bisu, tanpa suara percakapan, hanya diiringi musik. Film melodrama ini berkisah mengenai kehidupan aktor di era film bisu, George Valentin (Jean Durjadin), yang mendapatkan ketenarannya sebagai aktor film bisu. Tanpa sengaja, ia bertemu dengan Peppy Miller (Bérénice Bejo), salah satu penggemar beratnya, yang menciumnya dan adegan tersebut berhasil diabadikan dan dipublikasikan oleh pers. Peppy kemudian melanjutkan karirnya sebagai figuran di beberapa film dan sempat kembali bertemu dengan George. Mereka pun sempat mengalami cinta lokasi.

video artist anatomy articleLarge v2

Ketika era film bisu berakhir, studio tempat George bernaung banting setir memproduksi film-film “bersuara”. Sebagai aktor kawakan, George menolak perubahan tersebut dan mencoba membuat film bisunya sendiri. Ketika itu semua terjadi, Peppy Miller sedang menjajaki karirnya dan semakin tampil gemilang setelah era “bersuara” muncul. Di sinilah konflik dalam kehidupan George dan Peppy mulai terpampang. Keduanya berada di bidang yang sama tetapi dengan idealisme yang berbeda. Siapakah yang akan bertahan pada akhirnya? Apakah hubungan romantis yang pernah terjadi di antara keduanya akan bersemi kembali?

Otentik dan Bergelimangan Penghargaan!

Tidak heran jika film ini mendapatkan sambutan yang luar biasa di penayangan perdananya di Festival Film Cannes 2011. Bahkan, sang aktor utama, Jean Durjadin, mendapatkan penghargaan sebagai Aktor Terbaik. Satu faktor penting yang harus dimiliki film bisu adalah mimik dan ekspresi para pemainnya yang sempurna—karena penonton mendapatkan pemahaman dan “feel” dari tiap adegan hanya dari mimik dan ekspresi—dan film ini memilikinya! Tidak ada satu penonton pun yang akan melepaskan pandangan dan rasa kagum mereka melihat penampilan Jean dan Bérénice yang begitu all out. Chemistry di antara keduanya terjalin dengan baik dan mereka menunjukkan bakat mereka tidak hanya sebagai aktor dan aktris, melainkan juga dalam hal menari! Aspek lainnya, seperti lighting, sinematografi, musik, dan lainnya pun terasa tanpa cacat. Penonton seperti disuguhi film bisu yang benar-benar berasal dari era-nya,  bukan film yang dikondisikan seperti era yang pernah ada.

esq the artist tuxedos 112211 xlg

Film ini berhasil meraih nominasi terbanyak (enam nominasi) di penghargaan Golden Globe ke-69 dan berhasil memenangi tiga di antaranya, yaitu Best Motion Picture – Musical and Comedy, Best Original Score, Best Actor – Motion Picture Musical or Comedy. Selain itu, film ini juga berhasil memenangi tujuh penghargaan di BAFTA (dari total 12 nominasi), dan 10 nominasi Academy Awards. Di Prancis, film ini mendapatkan 10 nominasi dalam Cesar Awards.

Film ini mengandung banya aspek yang membuatnya kuat. The Artist berhasil menyuguhkan tontonan yang tidak hanya berfokus ke kisah cinta, melainkan juga mengenai perjuangan dan nilai-nilai kehidupan. Salah satu film yang harus masuk ke dalam “daftar film yang harus ditonton tahun ini”!

Tanggal rilis:
12 Oktober 2011 (Prancis)

Genre:
drama

Durasi:
100 menit

Sutradara:
Michel Hazanavicius

Pemain:
Jean Durjadin, Bérénice Bejo, John Goodman, James Cromwell

Studio:
La Petite Reine
ARP Sélection

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

April 26, 2026 - 0

Review ASUS ROG Strix G16 (G615): Laptop ROG Kelas Atas dengan RTX 5080, Sekencang Apa?

Ini adalah Laptop Gaming Monster dari ASUS yang performanya super…
April 13, 2026 - 0

Review Axioo Hype AI 5: Racikan Kencang Merk Lokal dengan Intel Core Ultra

Ini Laptop tipis dan ringan pertama dari Axioo dengan prosesor…
April 10, 2026 - 0

Review ADVAN Workplus AI: Makin “Plus” Buat Kerja Berat dan Main Game

Laptop tipis dan ringan ini punya tipe GPU yang mirip…

Gaming

April 25, 2026 - 0

Update Besar Slay the Spire 2 Picu Gelombang Review Negatif

Kehadiran update besar untuk Slay the Spire 2 justru memicu…
April 25, 2026 - 0

Xbox Fokus Perkuat Game Pass Dengan Tekankan Harga dan Fleksibilitas

Xbox tetapkan Game Pass sebagai prioritas layanan utama, dengan fokus…
April 24, 2026 - 0

Avalanche Studios Buka Rekrutmen untuk Proyek Game AAA Baru

Kreator dari seri Just Cause, Avalanche Studios, membuka rekrutmen untuk…
April 24, 2026 - 0

Xbox Tinggalkan Branding Microsoft Gaming & Siap Evaluasi Eksklusivitas

Xbox resmi kembali ke branding lama mereka, sambil siapkan untuk…