[PR] ASUS Memperkenalkan Kartu Grafis GeForce® GTX 670 DirectCU II TOP

Reading time:
May 15, 2012

Jakarta, 14 Mei 2012 ― Kartu grafis non-reference ASUS GeForce® GTX 670 DirectCU II TOP menghadirkan pilihan teknologi GPU NVIDIA® 28nm “Kepler” yang menjanjikan kinerja tinggi untuk pengguna dengan segmentasi yang lebih luas. Versi TOP-selected core ini telah di-overclockdari pabrik, untuk peningkatan kecepatan. Dengan 2GB GDDR5 dan 1344 CUDA core, kartu grafis baru ini juga memanfaatkan keunggulan solusi pendinginan ASUS DirectCU. Penggunaan 8-phase DIGI+ VRM dari ASUS pada distribusi, ditambah komponen Super Alloy Power membuatnya dapat beroperasi dengan 20% lebih dingin, dan tingkat kebisingan lebih rendah dibanding kartu grafis referensi, sehingga memberikan peluangoverclock yang lebih baik memanfaatkan utility ASUS GPU Tweak. Teknologi  NVIDIA® terkini seperti GPU Boost, TXAA, dan Adaptive Vertical Sync memungkinkannya menghadirkan kinerja gaming kelas atas.

Asus GTX 670

ASUS TOP-selected Graphic Card, Hanya yang Terbaik

Serangkaian tes dilakukan oleh para ahli di ASUS untuk sekumpulan GPU NVIDIA® GeForce® GTX 670 terpilih yang paling andal, berikut komponen yang paling tangguh. Setelah melalui serangkaian pengujian ketat untuk daya tahan panas dan overlocking, GPU elit terpilih ini dipasangkan pada PCB non reference, kemudian dirakit lalu kembali diperiksa untuk memastikan kinerja maksimal dengan voltase dan temperature yang ekstrim. Hal ini yang kembuat kartu grafis ASUS seri TOP sesuai dengan standar yang diinginkan overclocker, dan tentunya dapat dengan mudah memenuhi kebutuhan gaming pada PC high-end. Hasilnya, sebuah kartu grafis pilihan dengan core pada GeForce® GTX 670 DirectCU II TOP yang sudah di-overclock  dari pabrik pada 1137MHz, untuk peningkatan frame rate yang dapat langsung dirasakan para gamer.

DirectCU II Mengurangi 20% Panas dan Tingkat Kebisingan

Pendingin DirectCU dari ASUS menggunakan heatpipe dari bahan tembaga, dengan area pelepasan panas yang 20% lebih luas, sehingga memastikan temperatur yang lebih rendah saat beroperasi. Dengan suhu operasi yang 20% lebih rendah dibanding kartu grafis referensi, membuat kartu grafis ASUS dapat lebih tahan overclocking ataupun saat menjalankan game yang intensif, dan tentunya lebih tahan lama. Pada saat idle,dual fan pada kartu grafis ini akan berputar lebih lambat sehingga memiliki tingkat kebisingan yang lebih minim dibanding kartu grafis referensi, hasilnya kartu grafis DirectCU yang memiliki tingkat kebisingan minim, lebih dingin, dengan kemampuan kinerja yang lebih hebat.

Distribusi Daya DIGI+ VRM yang Canggih, dengan Teknologi Super Alloy Power

Digital voltage regulator dan 8 power phase untuk urusan distribusi catuan daya adalah bagian utama dari ASUS DIGI+ VRM, rancangan yang sebelumnya juga telah digunakan di motherboard ASUS. DIGI+ VRM menekan power noise hingga 30%, sehingga catuan daya lebih bersih dan lebih stabil, sekaligus meningkatkan efisiensi daya hingga 15%. Hasilnya, DIGI+ VRM dapat membantu kartu grafis GeForce® GTX 670 DirectCU II TOP dapat lebih awet hingga 2.5x lebih lama dibanding kartu grafis referensi. Digabungkan dengan ASUS Super Alloy Power pada komponensolid capacitorchoke, dan MOSFET, yang menggunakan campuran materi khusus untuk dapat memebuhi kebutuhan saat beroperasi dalam kondisi overclocking dan memperpanjang umur pakainya.

Utility GPU Tweak yang Intuitif untuk Tuning Memaksimalkan Kinerjanya

Untuk dapat mengakomodasi beragam keunggulan dari teknologi GPU 28nm, ASUS terus mengembangkan utility GPU Tweak untuk kartu grafis. Versi terkini menawarkan fitur overclocking yang lebih lengkap, ditambah fungsi power target setting. ASUS GPU Tweak juga memungkinkan pengutaran kecepatan putaran fan juga fungsi update untuk driver juga BIOS. Gamer juga dapat menikmati widget monitoring untuk memantau kondisi kartu grafis, saat sedang bermain game.

Game Semakin Detil, Cepat dan Seru

GeForce® GTX 670 DirectCU II TOP yang sudah mendukung DirectX® 11 ini juga dilengkapi beberapa teknologi terdepan NVIDIA®, seperti GPU Boost yang dapat secara otomatis memaksimalkan core clock, dan TXAA yang merupakan anti-aliasing terkini. Keduanya memungkinkan tampilan dari game semakin detil dan terlihat makin nyata, juga lebih nyaman dengan Adaptive Vertical Sync. Masih ditambah dapat menikmati kehebatan teknologi NVIDIA® 3D Vision™ cukup dengan single-GPU ini.

tabel1

Spesifikasi dan fitur dapat berubah tanpa pemberitahuan sebelumnya. Kunjungi www.asus.com untuk detil lebih lanjut.

*Hasil kinerja telah diuji dan diverifikasi, namun hasil dapat bervariasi tergantung konfigurasi sistem, kondisi dan faktor lainnya.

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

July 8, 2026 - 0

Review ASUS Vivobook S14 OLED (S5406SAL): Baterai Awet, Bodi Ringkas, Multitasking Lancar

Nyari laptop yang baterainya tahan seharian? Kalian harus tonton pembahasan…
July 7, 2026 - 0

2 Tahun Laptop Snapdragon: Makin Kencang atau Makin Mengecewakan?

Eh, kalian sadar tidak? Laptop Snapdragon X Series itu udah…
July 6, 2026 - 0

Review Acer Swift Go 14 AI Pro Edition: Ringan, Ringkas, Baterai Awet dan Bisa Gaming?

Laptop se-tipis, se-ringan dan se-cantik ini bisa main game Triple-A?…
July 4, 2026 - 0

Laptop Windows RAM Cuma 8 GB? Bisa Buat Apa? feat. Infinix XBOOK 15

Harga RAM naik tinggi banget dan sepertinya susah turun dalam…

Gaming

July 8, 2026 - 0

Nintendo Ubah Desain Switch 2 di Eropa Mulai Musim Panas 2026

Nintendo akan menghadirkan Switch 2 versi baru di Eropa mulai…
July 8, 2026 - 0

Xbox Akui Game Pass Tak Tumbuh Sesuai Harapan

Pimpinan tertinggi Xbox menyebut pertumbuhan layanan Game Pass tidak memenuhi…
July 8, 2026 - 0

Nintendo Diprediksi Jadi Benteng Terakhir Game Fisik di Industri Console

Analis memprediksi Nintendo akan menjadi produsen console terakhir yang mempertahankan…
July 8, 2026 - 0

Sony Buka Peluang Naikkan Harga PlayStation Plus Lagi

Sony mungkin akan menaikkan harga PlayStation Plus lagi di masa…