Yahoo Akan Selidiki Gelar Sarjana Palsu CEO Scott Thompson

Reading time:
May 9, 2012

CEO Yahoo, Scott Thompson, tengah mendapat tekanan yang cukup berat karena merebaknya kasus gelar kesarjanaan palsu yang digunakannya. Bahkan, Yahoo sendiri dikabarkan telah menyiapkan tim khusus yang ditugaskan untuk mengungkap kasus gelar sarjana palsu CEO mereka tersebut!

Scott Thompson

Gelar sarjana palsu Thompson yang dipermasalahkan tersebut adalah gelar S1 dari Stonehill College. Menurut data yang ditampilkan Yahoo, Thompson memiliki gelar di bidang akuntansi dan ilmu komputer dari Stonehill College, padahal dalam kenyataannya, dia hanya memiliki gelar di bidang akuntansi. Hal tersebut membuat pihak-pihak yang memiliki hubungan dengan Yahoo menjadi ragu apakah Thompson memiliki kemampuan yang memadai untuk memimpin perusahaan sebesar Yahoo.

Salah satu petinggi dari investor Yahoo, Daniel Loeb, merupakan sosok yang paling aktif dalam menyerukan penyelidikan terhadap gelar kesarjanaan palsu Thompson. Bahkan, Loeb juga berhasil mengumpulkan dukungan dari para investor lain untuk menyerukan tekanan pemecatan terhadap Thompson. Tekanan tersebut akhirnya membuat Yahoo membentuk sebuah tim khusus untuk menyelidiki kasus tersebut.

Tim khusus bentukan Yahoo tersebut nantinya akan bertugas untuk memeriksa proses pencarian dan perekrutan CEO baru Yahoo yang akhirnya menghasilkan keputusan penunjukan Thompson di bulan Januari 2012 lalu. Pemeriksaan tersebut juga mencakup penelusuran terhadap gelar-gelar akademis para calon sekaligus hal-hal lain yang terkait dengan gelar tersebut.

Terlepas dari kasus tersebut, keraguan atas kemampuan Thompson dalam memimpin Yahoo tampaknya tidak terbukti bila dilihat dari prestasi yang berhasil dia capai di empat bulan awal kepemimpinannya. Thompson berhasil membawa Yahoo meraih pendapatan 28% lebih tinggi dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya. Yahoo sendiri telah menunjukkan dukungan mereka terhadap Thompson dengan mengeluarkan surat pernyataan resmi kepada para pemegang saham yang isinya mengharapkan dukungan mereka terhadap sang CEO. Namun, usaha tersebut tampaknya tidak berjalan mulus sehingga perusahaan tersebut akhirnya harus membentuk tim khusus yang ditugaskan untuk menyelidiki gelar sarjana palsu Thompson.

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

April 29, 2026 - 0

Review Axioo Pongo 755 AMD: Sama Kencangnya, Sama Komplitnya, Lebih Murah Harganya

Ini Laptop Gaming pertama dari Axioo dengan prosesor AMD Ryzen.…
April 27, 2026 - 0

Review Acer Predator Helios 16 AI: Laptop Gaming 16″ Paling “Monster” dari Acer!

Ini adalah Acer Predator Helios 16 AI! Walaupun ukurannya 16…
April 26, 2026 - 0

Review ASUS ROG Strix G16 (G615): Laptop ROG Kelas Atas dengan RTX 5080, Sekencang Apa?

Ini adalah Laptop Gaming Monster dari ASUS yang performanya super…
April 13, 2026 - 0

Review Axioo Hype AI 5: Racikan Kencang Merk Lokal dengan Intel Core Ultra

Ini Laptop tipis dan ringan pertama dari Axioo dengan prosesor…

Gaming

April 30, 2026 - 0

Film Nintendo Berikutnya Garapan Illumination Dikabarkan Rilis April 2028

Sebuah film Nintendo baru garapan Illumination dilaporkan muncul di jadwal…
April 30, 2026 - 0

Nama WUCHANG: Fallen Feathers Dibeli Digital Bros

Digital Bros resmi membeli IP WUCHANG: Fallen Feathers dari Chengdu…
April 30, 2026 - 0

Windrose Janjikan Daerah Baru Bernama Ashlands via Roadmap

Windrose bagikan roadmap terbarunya dengan janji akan bawakan daerah baru…
April 29, 2026 - 0

EA Sebut 85 Persen Proses QA Mereka Kini Sudah Gunakan AI

EA mengungkap sekitar 85 persen proses quality assurance mereka kini…