Mengenal Lebih Jauh Laptop dan Ultrabook Convertible

Author
Bimanto
Reading time:
December 28, 2012
intelultrabookconvertible

Microsoft Windows 8 yang beberapa waktu lalu di perkenalkan merupakan awal dari perubahan cara menggunakan sebuah perangkat notebook. Biasanya para pengguna mengoperasikan notebook dengan hanya mengandalkan keyboard dan touchpad, tetapi saat ini Anda akan diajak untuk menggunakan sebuah notebook dengan cara yang berbeda dan lebih mudah serta lebih bersahabat.

Saat ini pengguna lebih banyak harus memilih sebuah perangkat mobile, notebook atau tablet? Keduanya memang mempunyai fungsi yang berbeda, lalu bagaimana bila digabungkan dan Anda hanya perlu membawa satu perangkat saja untuk dapat menjalankan apa yang bisa dijalankan pada notebook dan tablet.

Laptop Covertible? Ultrabook Convertible? Tablet?

Laptop convertible lahir bersama dengan operation system Windows 8. Mungkin Anda belum mengenal genre yang diperkenalkan oleh Intel dan Microsoft ini. Laptop convertible adalah sebuah perangkat laptop yang dapat Anda operasikan sebagai mana layaknya sebuah laptop biasa dengan keyboard dan dapat “berubah” bentuk menjadi sebuah tablet.

Tampilan Windows 8 “Metro” UI yang berbeda dengan tampilan Windows yang sudah-sudah membuatnya sangat mudah digunakan pada sebuah perangkat yang di lengkapi dengan layar touch screen.

Ultrabook convertible adalah salah satu bagian dari para convertible yang paling menarik karena performanya yang tinggi, daya tahan baterai tinggi, dan ukuran yang tipis. Selain itu, pada umumnya bobotnya pun relatif ringan. Perpaduan konsep Ultrabook terdahulu yang ditambah dengan kemampuan metamorfosis menjadi bentuk tablet membuatnya hadir sangat menawan.

Spesifikasi

Intel tidak memberikan pakem yang pasti untuk laptop convertible, selama fungsi tablet dan notebook dapat di gabungkan dalam satu perangkat. Untuk versi ekonomis, Intel telah menyediakan prosesor Intel Atom seri Z dan akan segera disusul Intel Celeron ULV. Kedua seri prosesor ini akan banyak Anda temukan pada perangkat ini dan yang terpenting seluruh jajaran prosesor merupakan prosesor Ultra Low Voltage.

Untuk jajaran dengan Atom, dan nantinya Celeron, ini akan lebih dikenal sebagai tablet yang bisa dilengkapi dengan keyboard. Akan tetapi, kita tetap bisa melihatnya sebagai convertible. Sementara itu, produk dengan Core i3/i5/i7 yang memenuhi syarat Ultrabook dan bisa berubah menjadi tablet, akan menjadi Ultrabook convertible.

Storage atau media penyimpanan data dari perangkat-perangkat tersebut akan menggunakan SSD dan dilengkapi dengan slot MicroSD dan port mini USB. Dengan adanya slot dan port tersebut, Anda dapat mudah menambahkan kapasitas penyimpanan data atau menghubungkan storage external ke perangkat tersebut. Selain itu port lain juga dapat Anda temukan di perangkat ini seperti micro HDMI, Ethernet, D-sub, display port dan bisa di katakan hampir sama dengan port-port yang biasa Anda temukan pada notebook.

 ultrabook convertibles1

Dimensi

Tablet: Untuk yang menggunakan prosesor Atom, kita akan melihat banyak yang menyerupai Acer Iconia W510 (10″) dan Samsung ATIV versi Atom (11.6″). Ringan dan bisa bersaing dengan tablet Android/Apple adalah tujuan utama dari genre spesifik yang satu ini.

Ultrabook Convertible: Masuk dalam kategori Ultrabook mengharuskan perangkat ini tipis. Dari yang pernah kami lihat, dimensi yang di gunakan sama persis dengan dimensi kelas ultrabook dan beberapa kami menemukan lebih tipis dari ultrabook. Nantinya Anda akan menemukan ultrabook convertible dengan ukuran layar mulai dari 10″ hingga 13.3″ (atau bahkan 14″ ke atas). Untuk berat, akan sangat bervariasi, kurang lebih tidak jauh dari angka 1 Kg sehingga terasa nyaman untuk di bawa-bawa.

Cara Merubahnya

Putar, lepas atau geser, inilah yang harus Anda lakukan untuk menjadikan sebuah laptop menjadi tablet. Di pasaran, Anda akan mulai menemukan beberapa notebook convertible yang menarik tetapi sayangnya harga yang ditawarkan masih tinggi untuk saat ini, sekitar diatas Rp. 6.000.000,- untuk yang menggunakan prosesor Intel Atom seri Z. Kami akan mencoba memberikan beberapa contoh sebuah notebook convertible yang sudah dapat Anda temukan di pasaran sehingga Anda mulai bersiap-siap untuk meminangnya suatu saat.

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

April 29, 2026 - 0

Review Axioo Pongo 755 AMD: Sama Kencangnya, Sama Komplitnya, Lebih Murah Harganya

Ini Laptop Gaming pertama dari Axioo dengan prosesor AMD Ryzen.…
April 27, 2026 - 0

Review Acer Predator Helios 16 AI: Laptop Gaming 16″ Paling “Monster” dari Acer!

Ini adalah Acer Predator Helios 16 AI! Walaupun ukurannya 16…
April 26, 2026 - 0

Review ASUS ROG Strix G16 (G615): Laptop ROG Kelas Atas dengan RTX 5080, Sekencang Apa?

Ini adalah Laptop Gaming Monster dari ASUS yang performanya super…
April 13, 2026 - 0

Review Axioo Hype AI 5: Racikan Kencang Merk Lokal dengan Intel Core Ultra

Ini Laptop tipis dan ringan pertama dari Axioo dengan prosesor…

Gaming

April 30, 2026 - 0

Film Nintendo Berikutnya Garapan Illumination Dikabarkan Rilis April 2028

Sebuah film Nintendo baru garapan Illumination dilaporkan muncul di jadwal…
April 30, 2026 - 0

Nama WUCHANG: Fallen Feathers Dibeli Digital Bros

Digital Bros resmi membeli IP WUCHANG: Fallen Feathers dari Chengdu…
April 30, 2026 - 0

Windrose Janjikan Daerah Baru Bernama Ashlands via Roadmap

Windrose bagikan roadmap terbarunya dengan janji akan bawakan daerah baru…
April 29, 2026 - 0

EA Sebut 85 Persen Proses QA Mereka Kini Sudah Gunakan AI

EA mengungkap sekitar 85 persen proses quality assurance mereka kini…