Mengetik di Udara Sebagai Ganti Virtual Keyboard Pada Smartphone Anda

Reading time:
March 6, 2013

Menulis di ponsel pintar dengan jari terkadang bisa sedikit menyiksa jika tak terbiasa menggunakannya. Layar touch yang terlalu kecil untuk jari sehingga fungsi virtual keyboard menjadi lebih sulit untuk digunakan. Tak jarang juga kita sering salah mengetikkan huruf akibat virtual keyboard salah deteksi huruf yang hendak kita tekan dan mau tak mau harus mengoreksinya lagi sebelum melanjutkan pengetikkan dengan smartphone layar tersebut.

airwriting

Seorang ahli komputer dari Karlsruhe Institute of Technology di Jerman bersama dengan Christoph Amma dan beberapa  koleganya membuat sebuah inovasi baru untuk mengatasi hal tersebut. Inovasi yang dibuat oleh para ahli komputer ini adalah sarung tangan yang mampu menerjemahkan tulisan yang pengguna buat di udara menjadi bentuk teks pada perangkat ponsel pintar penggunanya. Tulisan yang dibuat di udara ini dapat dijermahkan menjadi bentuk pesan singkat, email, atau berbagai tipe aplikasi ponsel yang membutuhkan tulisan.

Sarung tangan ini dapat mendeteksi gerakan tangan menggunakan perangkat accelerometers dan gyroscopes. Gerakan tangan yang dideteksi ini akan ditransmisikan kepada komputer secara wireless, kemudian programnya mulai mengenali pola gerakan  tangan tersebut membentuk huruf tertentu sesuai dengan yang ditulis oleh penggunanya. Setelah berhasil mengenali huruf yang ditulis di udara tersebut, tulisan ini akan diubah menjadi bentuk tulisan digital di perangkat smartphone yang digunakan.

Sejauh sarung tangan ini dikembangkan, benda ini dapat mengenali kurang lebih 8.000 kata. Hanya saja, kata-kata yang hendak ditulis dengan sarung tangan ini harusnya dalam bentuk huruf kapital untuk memudahkan program bekerja dan mengubah tulisan di udara menjadi bentuk tulisan digital tersebut.

Sarung tangan ini juga belum sempurna karena masih memiliki tingkat error sebesar 11% ketika diujicobakan. Namun dalam berbagai macam uji coba yang dilakukan terus-menerus, tingkat error yang dihasilkan menurun menjadi 3%. Hal ini, menurut para ahlinya, karena sarung tangan sudah mengenali pola gerakan tangan si pengguna dalam menulis di udara, sehingga kemungkinan kesalahan yang terjadi menjadi lebih sedikit.

Selain untuk perangkat smartphone, Amma mengatakan bahwa sarung tangan ini juga akan dicoba untuk digunakan pada Google Glass. Untuk kemungkinan apakah sarung tangan ini akan bisa diproduksi massal, para tim pengembangnya belum membicarakannya lebih lanjut lagi.

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

April 29, 2026 - 0

Review Axioo Pongo 755 AMD: Sama Kencangnya, Sama Komplitnya, Lebih Murah Harganya

Ini Laptop Gaming pertama dari Axioo dengan prosesor AMD Ryzen.…
April 27, 2026 - 0

Review Acer Predator Helios 16 AI: Laptop Gaming 16″ Paling “Monster” dari Acer!

Ini adalah Acer Predator Helios 16 AI! Walaupun ukurannya 16…
April 26, 2026 - 0

Review ASUS ROG Strix G16 (G615): Laptop ROG Kelas Atas dengan RTX 5080, Sekencang Apa?

Ini adalah Laptop Gaming Monster dari ASUS yang performanya super…
April 13, 2026 - 0

Review Axioo Hype AI 5: Racikan Kencang Merk Lokal dengan Intel Core Ultra

Ini Laptop tipis dan ringan pertama dari Axioo dengan prosesor…

Gaming

April 30, 2026 - 0

Film Nintendo Berikutnya Garapan Illumination Dikabarkan Rilis April 2028

Sebuah film Nintendo baru garapan Illumination dilaporkan muncul di jadwal…
April 30, 2026 - 0

Nama WUCHANG: Fallen Feathers Dibeli Digital Bros

Digital Bros resmi membeli IP WUCHANG: Fallen Feathers dari Chengdu…
April 30, 2026 - 0

Windrose Janjikan Daerah Baru Bernama Ashlands via Roadmap

Windrose bagikan roadmap terbarunya dengan janji akan bawakan daerah baru…
April 29, 2026 - 0

EA Sebut 85 Persen Proses QA Mereka Kini Sudah Gunakan AI

EA mengungkap sekitar 85 persen proses quality assurance mereka kini…