Menyoal Smartwatch, Apple Bakal Perang Paten Lagi di Cina

Author
Ozal
Reading time:
July 6, 2013

Upaya Apple melindungi merek dagang smartwatch andalannya iWatch di Cina bakal tersandung masalah. Sial bagi Apple, merek dagang yang mirip dengan nama iWatch ternyata telah terdaftar di sana dengan nama “iWatching”.

iwatch

Menurut laporan yang dilansir dari media lokal Sina Tech, ada sembilan perusahaan lokal yang telah mendaftarkan merek dagangnya itu di negeri tirai bambu. Tiga perusahaan dari sembilan itu masuk dalam kategori jam tangan dan sisanya di produk aksesoris komputer.

Namun di satu sisi Apple mungkin beruntung. Terdapat beberapa merek dagang lokal yang dinilai tidak sah karena telah memasuki masa kedaluwarsa. “Saat ini, merek dagang tiga perusahaan ‘iWatch’ tidak aktif. Sehingga merek dagang saat ini ‘iWatch’ dalam periode vakum. Setiap bisnis dan individu sama-sama dapat mengikuti prosedur untuk menerapkannya, Apple pun bisa.” kata Guo, seorang pengacara di Shanghai.

Sementara itu, merek dagang Cina yang serupa dengan nama “iWatch”, yakni “iWatching” menjadi merek dagang perusahaan di Taiwan untuk produk aksesoris komputer. Terlebih, nama “iWatching” merupakan merek dagang yang sah dan diakui.

Walau begitu, menurut Guo, Apple mungkin masih memiliki kesempatan dalam mendaftarkan merek dagangnya untuk produk smartwatch di Cina. “iWatching dan iWatch adalah merek yang sama. Jika Apple “iWatch” dalam kategori aksesoris komputer, pemohon akan mengalami kesulitan,” tambah Guo.

iwatch 2

Bukan kali ini saja Apple tersandung masalah merek dagang di Cina. Tahun lalu, Apple harus membayar US $ 60 juta kepada perusahaan Taiwan, Proview, atas gugatan kepemilikan merek dagang iPad di Cina.

Pengacara IT senior di The Wealth of Nation, Yu Goufu mengatakan, terdapat tiga cara bagi Apple dalam memecahkan masalah merek dagang yang menimpanya. Pertama, menurut hukum di Cina, merek dagang tidak dapat digunakan selama tiga tahun berturut-turut. Sehingga, Apple dapat mengajukan permohonan pencabutan pemilik merek dagang lain. Ini dilakukan Apple ketika bersengketa dengan Proview. Namun sayangnya, Proview membuktikan dirinyalah yang lebih berhak mempertahankan merek dagangnya itu.

Solusi kedua, lanjut Dia, Apple dapat melakukan pendekatan membeli merek dagang atau izin dengan membayar sejumlah uang yang besar. Dan terakhir, bila kedua solusi yang ditawarkan gagal, Apple harus mengurungkan niatnya menjual iWatch di negara dengan penduduk paling banyak di dunia itu.

“Namun, berdasarkan pengalaman masa lalu, Apple kemungkinan besar melakukan pendekatan dengan membayar uang yang besar untuk membeli merek dagang,” ungkapnya.

Untuk diketahui, pengajuan merek dagang di CIna memang sedikit unik. Undang-undang Cina memberikan pendaftaran merek dagang untuk kata-kata bahasa Inggris. Tetapi hanya dengan merek dagang Inggris tidaklah cukup. Bahkan itu berlaku untuk perusahaan yang belum memasuki pasar Cina dan tidak memiliki nama resmi Cina. Akan lebih aman untuk menerjemahkan merek dagang dengan cara yang berbeda dan mendaftarkan nama mereka sebanyak mungkin. McDonald misalnya, yang mendaftarkan hampir 300 merek dagang di Cina, termasuk istilah kata Cina yang berbeda untuk mewakili kata “McDonald” “Mc,” dan bahkan “M,”.

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

April 29, 2026 - 0

Review Axioo Pongo 755 AMD: Sama Kencangnya, Sama Komplitnya, Lebih Murah Harganya

Ini Laptop Gaming pertama dari Axioo dengan prosesor AMD Ryzen.…
April 27, 2026 - 0

Review Acer Predator Helios 16 AI: Laptop Gaming 16″ Paling “Monster” dari Acer!

Ini adalah Acer Predator Helios 16 AI! Walaupun ukurannya 16…
April 26, 2026 - 0

Review ASUS ROG Strix G16 (G615): Laptop ROG Kelas Atas dengan RTX 5080, Sekencang Apa?

Ini adalah Laptop Gaming Monster dari ASUS yang performanya super…
April 13, 2026 - 0

Review Axioo Hype AI 5: Racikan Kencang Merk Lokal dengan Intel Core Ultra

Ini Laptop tipis dan ringan pertama dari Axioo dengan prosesor…

Gaming

April 30, 2026 - 0

Film Nintendo Berikutnya Garapan Illumination Dikabarkan Rilis April 2028

Sebuah film Nintendo baru garapan Illumination dilaporkan muncul di jadwal…
April 30, 2026 - 0

Nama WUCHANG: Fallen Feathers Dibeli Digital Bros

Digital Bros resmi membeli IP WUCHANG: Fallen Feathers dari Chengdu…
April 30, 2026 - 0

Windrose Janjikan Daerah Baru Bernama Ashlands via Roadmap

Windrose bagikan roadmap terbarunya dengan janji akan bawakan daerah baru…
April 29, 2026 - 0

EA Sebut 85 Persen Proses QA Mereka Kini Sudah Gunakan AI

EA mengungkap sekitar 85 persen proses quality assurance mereka kini…