Samsung: Ericsson Tuntut Miliaran Dolar untuk Lisensi Paten

Author
Ozal
Reading time:
August 31, 2013
samsung

Samsung Electronics mengklaim, Ericsson telah menuntut miliaran dolar lebih untuk lisensi paten pada penjanjian lisensi silang yang berakhir pada 2007 silam. Klaim raksasa smartphone asal Korea Selatan itu tertuang dalam dokumen yang diajukannya ke Komisi Perdagangan Internasional (ITC) AS pada Senin pekan ini.

“Di persidangan, Samsung siap menunjukan penawaran Ericsson untuk lisensi SEP (standards-essential patents) setelah berakhirnya perjanjian lisensi 2007 dengan penawaran tinggi yang tidak masuk akal. (Ericsson) mencari miliaran lebih dari perjanjian lisensi sebelumnya dan tawaran ini tidak konsisten dengan prinsip FRAND (prinsip fair, reasonable, dan non-discriminatory),” kata Samsung dalam dokumen yang diajukan ke ITC, dilansir Computer World.

Menurut pihak Ericsson, Samsung diminta untuk membayar di tingkat harga yang sama seperti pesaingnya, dalam hal ini Apple. Samsung pun lantas menolak. Sebab, Samsung menuduh, Ericsson telah menuntut royalti yang lebih tinggi dari portofolio paten yang sama. Hal ini semakin menambah daftar musuh Samsung di Amerika Serikat melalui sengketa lisensi paten. Sayangnya, Samsung enggan membeberkan berapa nilai angka dari miliaran doalar yang diminta Ericsson tersebut.

“Dalam negoisasi tersebut, Samsung telah membuat beberapa penawaran untuk Ericsson. Namun nilai penawaran uangnya bagi Ericsson tidak mencukupi. Mereka mencerminkan, sesuatu yang banyak dan berprinsip meningkatkan pendapatan linsensi dari Samsung ke Ericsson untuk dua lisensi silang sebelumnya,” kata Samsung yang menambahkan, hal ini tidak bisa digambarkan sebagai “penolakan untuk melakukan negoisasi”.

Ericsson juga ingin ITC melarang impor smartphone Samsung, yakni Galaxy S III, Galaxy Notes, dan  Galaxy Tab 7.7, serta produk lainnya, termasuk TV. Ericsson menuduh, produk Samsung itu telah melanggar paten yang sempat diajukan ke ITC pada Desember tahun lalu. Tak lama kemudian setelah itu, pihaknya juga mengajukan dua tuntutan lagi terhadap Samsung di Pengadilan Distrik AS untuk wilayah Texas.

Permasalahan paten teknologi itu berhubungan dengan komunikasi nirkabel dan transfer data, termasuk frekuensi radio dan standar protokol komunikasi, yakni GSM, GPRS, EDGE, WCDMA, LTE, dan 802.11 Wi-Fi. Ericsson mulai memperkarakan ini karena ingin Samsung membayar biaya lisensi untuk paten tersebut. Namun, Ericsson juga mengklaim, pihaknya selalu gagal dalam mencapai perjanjian lisensi setelah dua tahun perundingan. Akibatnya Ericsson pun menuduh, perangkat mobile Samsung masih menggunakan paten Ericsson yang seharusnya telah berakhir dan tidak diperpanjang lagi.

Sekedar informasi, Ericsson sempat dikenal masyarakat luas setelah bermitra dengan Sony dalam menciptakan perangkat ponsel dengan nama “Sony Ericsson”. Namun keduanya bercerai pada awal 2012 silam. Binsis inti perusahaan asal Swedia mencakup produksi perangkat keras dan perangkat lunak untuk jaringan telekomunikasi. Banyak produk jaringan telekomunikasi besutan Ericsson yang dipakai di beberapa perusahaan telekomunikasi di Indonesia, seperti Indosat, Axis, Telkom Group, dan XL. Mereka juga siap menghadirkan perangkat BTS LTE di Indonesia dengan beberapa operator tersebut dalam waktu cepat atau lambat.

Sumber: ComputerWorld

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

April 29, 2026 - 0

Review Axioo Pongo 755 AMD: Sama Kencangnya, Sama Komplitnya, Lebih Murah Harganya

Ini Laptop Gaming pertama dari Axioo dengan prosesor AMD Ryzen.…
April 27, 2026 - 0

Review Acer Predator Helios 16 AI: Laptop Gaming 16″ Paling “Monster” dari Acer!

Ini adalah Acer Predator Helios 16 AI! Walaupun ukurannya 16…
April 26, 2026 - 0

Review ASUS ROG Strix G16 (G615): Laptop ROG Kelas Atas dengan RTX 5080, Sekencang Apa?

Ini adalah Laptop Gaming Monster dari ASUS yang performanya super…
April 13, 2026 - 0

Review Axioo Hype AI 5: Racikan Kencang Merk Lokal dengan Intel Core Ultra

Ini Laptop tipis dan ringan pertama dari Axioo dengan prosesor…

Gaming

May 2, 2026 - 0

Metro 2039 Tembus 1 Juta Wishlist Hanya Dalam Waktu Dua Pekan

Metro 2039 mencatat permulaan yang sangat kuat dengan menembus 1…
May 2, 2026 - 0

PlayStation Beri Klarifikasi Terkait Isu DRM Game Digital

Sony akhirnya memberi klarifikasi soal kekhawatiran DRM PlayStation yang dikhawatirkan…
May 2, 2026 - 0

Xbox Tampilkan Logo Baru Sebagai Bagian Dari Rebrand Console

Xbox mulai menerapkan identitas visual barunya di console, via logo…
May 1, 2026 - 0

Battlefield 6 Buka Pre-Order Untuk Battle Pass Season 3

EA lakukan manuver monetisasi yang agresif untuk Battlefield 6, dengan…