LG Terkena “Risiko Apple”

Anak usaha LG Group di bidang manufaktur komponen, LG Innotek, semakin rentan dari apa yang disebut “Risiko Apple”. Pasalnya, Apple dikabarkan akan segera mengurangi ketergantungan pasokan beberapa komponen penting dari LG Innotek.
Meski LG Innotek menunjukan kinerja yang baik di semester pertama, tetapi ada kemungkinan besar margin keuntungan perusahaan akan segera jatuh karena “Risiko Apple” tersebut. Apple dan LG Electronics menjadi klien penting dan terbesar bagi LG Innotek. Penurunan margin ini akan terus berlanjut bila pihaknya tidak segera menemukan pelanggan baru yang lebih potensial untuk gantikan Apple.
“Innotek memiliki klien bermasalah. Mereka telah menghasilkan pendapatan dengan menjual komponen kepada LG Electronics dan Apple. Tetapi margin yang sangat tipis. Jika Innotek gagal menambah pelanggan baru, maka posisinya akan jatuh ke pemasok suku cadang ‘kelas dua’,” kata salah seorang manajer senior di sebuah bank investasi yang berbasis di Eropa. Sumber tersebut juga mengatakan, bank tak akan mempertimbangkan untuk membeli saham Innotek lagi, dilansir harian Korea Times.
Unit bisnis LG Innotek sendiri yakni memproduksi layar LCD dan LED, tuner digital, motor atau mesin penggerak, modul sirkuit pelindung, modul nirkabel, kamera dan power, serta frekuensi radio (RF) untuk perusahaan lain yang bergerak di bisnis ponsel, layar, jaringan, dan mobil elektrik.

Seorang manajer pembiayaan di sebuah bank investasi yang berbasis di Seoul, Korea Selatan menyarankan agar Innotek menjual sahamnya. Ada beberapa risiko yang menurutnya bisa merugikan lini utama bisnis Innotek, yakni permintaan LED lebih lambat dari yang diperkirakan, persaingan yang kian ketat untuk modul kamera dan permintan yang lamban untuk unit komponen backlight display.
“Masalahnya adalah Apple malah meminta Innotek untuk memasok modul kamera tapi dengan diskon yang besar. Perusahaan (Innotek) tidak bisa menolak karena mereka ingin diakui sebagai salah satu pemasok Apple terpercaya,” kata sumber lain yang menjabat sebagai manajer di bank yang berbasis di Eropa.
Pihak Innotek pun mengakui, adanya sejumlah masalah yang berhubungan dengan risiko Apple tersebut. “Pembuat iPhone sedang mencari sumber pemasok selain Innotek. Dampak dari ‘efek Apple’ akan berumur pendek, tetapi itu tidak baik,” kata seorang pejabat Innotek yang enggan disebutkan namanya.
“Risiko Apple” sendiri memang telah melanda di sebagian pemasok komponen perangkat Apple. Foxconn misalnya, yang sudah mulai mencari pelanggan baru, seperti Intel dan Sony karena mitranya itu mulai mengurangi pasokan. Hal ini tak lepas dari semakin menurunnya penjualan perangkat Apple, termasuk iPhone dan iPad dalam beberapa bulan terakhir. Otomatis hal ini berakibat pada menurunnya permintaan komponen tersebut ke sejumlah pemasok. Dengan demikian, memburuknya pangsa pasar yang dimiliki Apple turut berdampak langsung bagi masa depan bisnis mitra pemasoknya.















