Meta Lanjutkan Pengembangan Teknologi Mengetik dengan Pikiran Tanpa Operasi Otak
Meta kembali menunjukkan perkembangan di bidang brain-computer interface (BCI) lewat versi kedua dari Brain2Qwerty. Buat yang belum tau, teknologi ini memungkinkan otak kita berinteraksi langsung dengan perangkat digital. Kehadiran teknologi ini menjadi menarik karena Meta menawarkan pendekatan yang berbeda dibandingkan teknologi serupa yang mengharuskan prosedur bedah.
Cara Kerja Meta Brain2Qwerty
Untuk membaca aktivitas otak, Meta menggunakan teknologi Magnetoencephalography (MEG) untuk mendeteksi perubahan medan magnet yang dihasilkan aktivitas neuron otak. Sistem tersebut kemudian memanfaatkan kecerdasan buatan untuk mempelajari hubungan antara aktivitas otak dan tombol keyboard yang ditekan pengguna. Dengan cara ini, sistem dapat menerjemahkan aktivitas otak kita menjadi input teks digital.
Meta menjelaskan bahwa versi kedua Brain2Qwerty dilatih menggunakan dataset yang sekitar 10 kali lebih besar dibandingkan generasi sebelumnya. Peningkatan tersebut membuat akurasi rata-rata sistem naik dari sekitar 40 persen menjadi 61 persen. Menariknya, peserta terbaik dalam pengujian ini bahkan mampu mencapai tingkat akurasi hingga 78 persen.

Berbeda dengan Neuralink milik Elon Musk yang mengharuskan prosedur bedah untuk menanamkan chip ke dalam otak, pendekatan non-invasif milik Meta ini berpotensi menawarkan solusi yang lebih aman dan minim risiko. Meta menilai teknologi ini dapat membantu pasien yang kehilangan kemampuan berbicara atau bergerak agar tetap dapat berkomunikasi. Selain itu, teknologi ini juga membuka peluang baru dalam pengembangan cara manusia berinteraksi dengan komputer di masa depan.
Baca Juga: China Pecahkan Rekor Fiber Optik Super Cepat, Tembus 51,3 Tbps!
Meski menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan, teknologi ini masih memiliki berbagai keterbatasan. Perangkat MEG yang digunakan masih berukuran sangat besar dan memerlukan lingkungan khusus agar dapat beroperasi secara optimal. Kondisi tersebut membuat Brain2Qwerty v2 saat ini masih berada pada tahap penelitian dan belum siap digunakan secara luas.Menurut kalian gimana, apakah teknologi mengetik menggunakan pikiran seperti ini nantinya bakal jadi sesuatu yang umum digunakan?














