Nokia Tetap Lanjutkan Bisnis Lain Mereka

Author
Cerira
Reading time:
September 7, 2013

Setelah kabar mengejutkan yang menyatakan bahwa Nokia telah dibeli raksasa software Microsoft dengan nilai $7.2 milyar beberapa hari yang lalu dan membuat banyak pihak berasumsi bahwa Nokia secara keseluruhan telah berada di bawah Microsoft, ternyata hal tersebut tidak benar. Muncul penjelasan tambahan bahwa Microsoft ternyata hanya membeli divisi hardware saja, alias hanya membeli bisnis ponsel Nokia saja dan tentunya bisnis lain yang selama ini sudah dimiliki Nokia masih akan dijalankan Nokia dan tentunya akan memberikan aliran keuntungan ke Nokia sendiri.

Nokia-Siemens-Networks-corporate-office2

Ada 3 divisi yang masih bisa diandalkan Nokia pasca diakuisisinya divisi harwarenya beberapa hari yang lalu. Meskipun terlihat sedikit, tetapo nampaknya 3 divisi tersebut malah akan memberikan keuntungan yang lebih besar bagi Nokia. Ketiga divisi tersebut adalah platform mapping HERE, 16.000 paten serta tentunya bisnis jaringan Nokia Solutions and Networks (NSN).

HERE merupakan salah satu produk yang kuat bagi Nokia yang sebelumnya pernah disebut dengan Ovi Maps dan Nokia Maps. Tak seperti bisnis piranti kerasnya, Nokia masih menahan platform softwarenya ini. Dengan masih dimilikinya HERE, tak hanya lisensi software ke Microsoft untuk Bing yang akan didapatkan Nokia namun juga bisa membuka penawaran baru pada aplikasi lainnya, salah satunya adalah HERE Auto yang merupakan platform terhubung pada mobil yang diluncurkan Nokia Agustus lalu.

Yang kedua dan masih akan mendatangkan banyak keuntungan untuk Nokia adalah portofolio paten yang dimiliki Nokia. Paten yang dimiliki Nokia sebanyak 16 ribu yang menjadi bisnis besar bagi perusahaan asal Finlandia ini. Menurut beberapa analis, paten tersebut bernilai hingga $4 milyar dimana Nokia telah melisensi patennya tersebut ke lebih dari 40 perusahaan. Bahkan Nokia belum merasa malu untuk menuntut para pelanggar hak paten yang dimilikinya, termasuk BlackBerry dan HTC. Ligitasi sendiri mungkin cukup melelahkan, tetapi juga bisa berarti uang yang sangat besar.

Dan divisi ketiga yang masih dimiliki Nokia adalah Nokia Solution and Netwoks (NSN) yang merupakan bisnis Nokia di bidang jaringan dan telekomunikasi. Komitmen Nokia untuk menyeriusi bidang ini sendiri diwujudkan dengan membeli saham Siemens yang selama ini ikut berkolaborasi dalam bisnis ini sebesar 50% dengan nilai $2.22 milyar. Sejauh ini, bisnis dari NSN ini sendiri tidak terpengaruh dengan penjualan divisi hardware Nokia dan menurut CEO NSN Rajeev Suri, bagi NSN hal tersebut adalah bisnis biasa dan NSN tetap fokus pada eksekusi strategi mereka, melengkapi restrukturisasi dan menghadirkan inovasi terdepan dalam industri ini bagi para konsumennya setiap hari.

Sekali lagi, setelah akuisisi tersebut Nokia memang menyusut menjadi perusahaan yang lebih kecil dari sebelumnya. Namun hal tersebut juga bisa berarti akan membawa hal yang lebih baik lagi. Menanggapi berita penjualan divisi utama Nokia, pada bursa saham Helsinki, para investor membantu meningkatkan saham Nokia hingga 47%. Bagi para investor nampaknya semakin ramping Nokia maka hal tersebut akan semakin baik.

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

April 29, 2026 - 0

Review Axioo Pongo 755 AMD: Sama Kencangnya, Sama Komplitnya, Lebih Murah Harganya

Ini Laptop Gaming pertama dari Axioo dengan prosesor AMD Ryzen.…
April 27, 2026 - 0

Review Acer Predator Helios 16 AI: Laptop Gaming 16″ Paling “Monster” dari Acer!

Ini adalah Acer Predator Helios 16 AI! Walaupun ukurannya 16…
April 26, 2026 - 0

Review ASUS ROG Strix G16 (G615): Laptop ROG Kelas Atas dengan RTX 5080, Sekencang Apa?

Ini adalah Laptop Gaming Monster dari ASUS yang performanya super…
April 13, 2026 - 0

Review Axioo Hype AI 5: Racikan Kencang Merk Lokal dengan Intel Core Ultra

Ini Laptop tipis dan ringan pertama dari Axioo dengan prosesor…

Gaming

April 30, 2026 - 0

Film Nintendo Berikutnya Garapan Illumination Dikabarkan Rilis April 2028

Sebuah film Nintendo baru garapan Illumination dilaporkan muncul di jadwal…
April 30, 2026 - 0

Nama WUCHANG: Fallen Feathers Dibeli Digital Bros

Digital Bros resmi membeli IP WUCHANG: Fallen Feathers dari Chengdu…
April 30, 2026 - 0

Windrose Janjikan Daerah Baru Bernama Ashlands via Roadmap

Windrose bagikan roadmap terbarunya dengan janji akan bawakan daerah baru…
April 29, 2026 - 0

EA Sebut 85 Persen Proses QA Mereka Kini Sudah Gunakan AI

EA mengungkap sekitar 85 persen proses quality assurance mereka kini…