Preview MSI GTX 780 Ti Lightning: Untuk 12 Overclocker Terpilih

Reading time:
January 25, 2014

Spesifikasi Testbed

MSI780TI_Lightning_015b

Berikut ini spesifikasi PC yang kami gunakan untuk melakukan uji perdana akan MSI GTX 780 Ti Lightning:

  • CPU : Intel Core i7-4770k ‘Haswell’ @ 4500Mhz.
  • Motherboard: MSI Z87 MPower SP
  • RAM: G.Skill Pi 2000C6 2x2GB @ DDR3-2400 CL 8-12-8-28 1T
  • VGA: MSI GTX 780 Ti Lightning
  • SSD: Kingston HyperX 3K 120GB
  • PSU: Corsair AX1200
  • CPU Cooler: Coolermaster Nepton 280L
  • VGA Cooler: Stock HSF
  • OS: Windows 7 Ultimate SP1 64-bit

 

Jalannya Pengujian

Seperti biasa, kami memulai pengujian dengan melihat spesifikasi dari VGA ini dengan GPU-Z:

screen001s2

VGA GTX 780 Ti Lightning yang dilengkapi dengan custom OC BIOS ini dijalankan clockspeed default dari GTX 780 Ti, yakni 876Mhz base clock, dan 928Mhz Boost clock. Lalu memorynya ada di 1750Mhz(efektif di DDR5-7Ghz). Kecepatan yang sama dengan kecepatan default ini tidak mengherankan, karena GTX 780 Ti Lightning ini tidak ditujukan untuk user biasa, melainkan professional overclocker yang sudah mengerti seluk-beluk overclocking.

Selanjutnya, mari kita tengok utility MSI Afterburner yang disertakan dengan VGA ini:

screen006s
*klik untuk memperbesar*

Disini mulai terlihat perbedaan yang sangat kentara. Dengan versi Afterburner yang ‘spesial’ ini, Voltase pada core GTX 780 Ti Lightning bisa ditingkatkan hingga +700mV(kurang lebih 1.9V, mengingat Vgpu default adalah 1.2V), lalu video memory voltage bisa diset hingga 2V, dan juga PLL (AUX) Voltage hingga 1.5V. Sudah jelas, pengaturan seperti ini tidak akan pernah ada di versi Afterburner biasa, karena sangat berbahaya bagi penggunanya.

Hasil Pengujian Perdana

Tanpa menunggu lama, kami langsung mencoba melakukan overclocking ringan dan singkat pada VGA ini. Kami masih menggunakan Stock HSF bawaan Lightning (@ 100% Fan speed), dan voltase vGPU yang ditingkatkan sedikit ke 1.32V(real voltage, measured by multimeter). Lalu menjalankan salah satu benchmark 3DMark terberat saat ini: 3DMark Fire Strike dan 3DMark Fire Strike Extreme. Berikut hasilnya:

3DMark Fire Strike – 12460

screen013s
*klik untuk memperbesar*

 

3DMark Fire Strike Extreme – 6360

screen010s
*klik untuk memperbesar*

Dengan voltase sebesar 1.32V, kami berhasil menyentuh max. boost clock 1341Mhz yang stabil untuk menjalankan 3DMark Fire Strike/Fire Strike Extreme. Ini adalah salah satu pencapaian clock GPU GTX 780 Ti tertinggi yang pernah ada di lab kami, dan masih menggunakan cooler bawaan. Menurut beberapa rekan kami diluar yang mendapat card ini, mereka bahkan bisa menyentuh 1300Mhz hanya dengan 1.2V vgpu. Kemudian untuk pencapaian clock video memory, kami mendapat 1950Mhz(DDR5-3900). Pencapaian memory clock yang tinggi ini bisa jadi disebabkan oleh pemilihan IC memory yang tahan dioverclock, seperti IC GDDR5 dari Samsung misalnya.

Mari kita tengok beberapa detail lain yang tercatat pada MSI Afterburner log:

screen011s
*klik untuk memperbesar*

1) Perhatikan tanda diatas yang mengacu ke angka ’39’. Ini adalah level power limit maksimal yang dilaporkan oleh GPU saat benchmark berjalan. Perlu diketahui , sebuah GTX 780 Ti normal akan melaporkan level power sekitar 85 – 95% pada keadaan default, dan tentunya pada clock 1341Mhz dengan Vgpu 1.32V, hal ini tidak mungkin terjadi. Ini menunjukkan bahwa MSI sudah melakukan modifikasi kepada algoritma power limit yang diberikan NVIDIA, untuk menjaga supaya VGA ini selalu berjalan pada kecepatan maksimalnya, dan tidak terhambat oleh power limit.

2) Temperatur maksimum VGA ini saat full load adalah 62C. Mengingat ini menggunakan cooler bawaan, dan GTX 780 Ti merupakan chip yang cukup panas saat beroperasi diatas 1.25V, stock HSF yang diberikan MSI termasuk mumpuni.

 

Kami yakin hasil yang dicapai dalam pengujian ini belum maksimal, karena limitasi suhu. Namun MSI GTX 780 Ti Lightning jelas menyimpan potensi besar, pencapaian 1341Mhz pada GPU Clock dan 1950Mhz pada Memory Clock menandakan bahwa VGA ini akan mampu berlari jauh lebih kencang lagi saat didinginkan dengan Liquid Nitrogen(LN2). Mari tunggu pengujian berikutnya yang lebih ekstrim lagi, hanya di JagatReview!

MSI780TI_Lightning_15s

 

 

 

 

 

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

April 29, 2026 - 0

Review Axioo Pongo 755 AMD: Sama Kencangnya, Sama Komplitnya, Lebih Murah Harganya

Bodi Form Factor Clamshell atau Laptop Klasik Material Metal untuk…
April 27, 2026 - 0

Review Acer Predator Helios 16 AI: Laptop Gaming 16″ Paling “Monster” dari Acer!

Bodi Acer Predator Helios 16 AI Nah untuk desain, ini…
April 26, 2026 - 0

Review ASUS ROG Strix G16 (G615): Laptop ROG Kelas Atas dengan RTX 5080, Sekencang Apa?

Bodi ASUS ROG Strix G16 (G615) Form Factor Clamshell atau…
April 13, 2026 - 0

Review Axioo Hype AI 5: Racikan Kencang Merk Lokal dengan Intel Core Ultra

Bodi Axioo Hype AI 5 Form Factor Clamshell atau Laptop…

Gaming

April 30, 2026 - 0

Film Nintendo Berikutnya Garapan Illumination Dikabarkan Rilis April 2028

Sebuah film Nintendo baru garapan Illumination dilaporkan muncul di jadwal…
April 30, 2026 - 0

Nama WUCHANG: Fallen Feathers Dibeli Digital Bros

Digital Bros resmi membeli IP WUCHANG: Fallen Feathers dari Chengdu…
April 30, 2026 - 0

Windrose Janjikan Daerah Baru Bernama Ashlands via Roadmap

Windrose bagikan roadmap terbarunya dengan janji akan bawakan daerah baru…
April 29, 2026 - 0

EA Sebut 85 Persen Proses QA Mereka Kini Sudah Gunakan AI

EA mengungkap sekitar 85 persen proses quality assurance mereka kini…