Review Corsair Hydro Series H105: Water Cooling dengan Penampilan Baru Dan Radiator Lebih Tebal

Reading time:
February 26, 2014

Pengujian

Berikut ini adalah program yang kami gunakan dalam pengujian:

  • LinX 0.6.4 – Aplikasi yang kami gunakan untuk memberi beban kerja kepada prosesor. Dengan aplikasi ini, kami juga sekaligus membebani Memory Controller pada prosesor dengan mengatur agar LinX menggunakan seluruh memory yang tersedia.
  • Core Temp 1.0 RC3 – Aplikasi yang digunakan untuk memantau suhu prosesor selama pengujian. Aplikasi ini juga dapat memberikan data minimum dan maksimum suhu yang dicapai.

Skenario Pengujian

Skenario pengujian kami sebagai berikut:

  • Memberikan Full Load kepada CPU selama +/- 30 Menit dan Idle Time +/- 3 Menit.

Dengan skenario pengujian ini, mari kita lihat performa dari Corsair H105 ini. Kami menjaga suhu ruangan berkisar diantara 27oC – 28oC.

*NB: Keadaan Idle adalah keadaan sistem didiamkan setelah mendapatkan load setelah pengujian.

Hasil Pengujian

Suhu yang tercantum di grafik adalah suhu rata-rata dari seluruh core prosesor selama pengujian berlangsung. Untuk suhu idle, kami mengukur suhu setelah sistem didiamkan 3 menit setelah pengujian full-load selesai dilakukan.

Untitled

 

2

Terlihat dalam grafik bahwa Corsair H105 dalam keadaan default dapat menahan full load dan memberikan sedikit margin dengan Corsair H80 ,di kisaran +/- 2oC . Dari hasil pengujian kami,  saat kondisi full load dalam prosesornya berjalan default suhunya ada di kisaran 61oC  dan idle 33o. Dalam keadaan prosesor ter-overclock, Corsair H105 menahan full load dan memberikan suhu 82.4odan idle di kisaran 33.4oC.

Kesimpulan

Corsair Hydro Series H105 merupakan produk water cooling Corsair terbaru. Produk ini memiliki radiator 240 mm seperti H100i namun dengan ketebalan seperti H80i. Perangkat ini tidak dilengkapi dengan aplikasi Corsair Link. Dalam pengujian kami, water cooling ini mampu menahan ganasnya Core i7-4960X di kisaran suhu yang masih terbilang wajar untuk sebuah prosesor 6 Core 12 Thread ini.

SONY DSC

Fan yang disertakan Corsair dalam paket penjualan ini memiliki kecepatan 800-2700 RPM. Pada saat dijalankan dalam mode AUTO, suara kipas tidak terlalu mengganggu. Namun, saat kipas dinyalakan secara maksimal, suaranya akan terasa kurang bersahabat bila Anda gunakan untuk sehari-hari. Ukuran radiator yang besar pun menjadi kendala jika ingin memasang RAM yang ber-heatspreader tinggi pada casing yang kami gunakan.

Untuk kemudahan, pemasangan mounting waterblock dari perangkat ini dapat dilakukan tanpa menggunakan obeng atau tools tambahan lainnya (kecuali untuk pemasangan fan pada radiator, Anda memerlukan obeng). Tekanan yang dihasilkan juga cukup baik sehingga kontak waterblock dengan prosesor cukup baik. LED yang terdapat pada waterblock menambah manis penampilan H105 ini. Di beberapa toko di Indonesia, Corsair H105 ini sudah dijual dengan kisaran harga Rp 1,3 juta.

Kelebihan

– Radiator tebal

– LED yang menarik

– Kipas yang diberikan pada paket penjualan memiliki 800 – 2700 RPM

– Pemasangan yang tergolong mudah

Kekurangan

– Radiator tebal membuat pemasangan konfigurasi push pull menharuskan Anda untuk menggunakan casing khusus.

– Pada casing Carbide 400R yang kami gunakan, radiator ini menimbulkan masalah saat pemasangan RAM ber-heatspreader tinggi.

– Tidak memberikan tambahan Thermal Paste untuk maintenance atau kesalahan pemasangan.

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

April 29, 2026 - 0

Review Axioo Pongo 755 AMD: Sama Kencangnya, Sama Komplitnya, Lebih Murah Harganya

Bodi Form Factor Clamshell atau Laptop Klasik Material Metal untuk…
April 27, 2026 - 0

Review Acer Predator Helios 16 AI: Laptop Gaming 16″ Paling “Monster” dari Acer!

Bodi Acer Predator Helios 16 AI Nah untuk desain, ini…
April 26, 2026 - 0

Review ASUS ROG Strix G16 (G615): Laptop ROG Kelas Atas dengan RTX 5080, Sekencang Apa?

Bodi ASUS ROG Strix G16 (G615) Form Factor Clamshell atau…
April 13, 2026 - 0

Review Axioo Hype AI 5: Racikan Kencang Merk Lokal dengan Intel Core Ultra

Bodi Axioo Hype AI 5 Form Factor Clamshell atau Laptop…

Gaming

May 6, 2026 - 0

Xbox Hentikan Integrasi Asisten AI Copilot di Console Mereka

Pimpinan Xbox secara resmi menghentikan pengembangan asisten berbasis AI Copilot…
May 6, 2026 - 0

Unity Resmi Luncurkan Unity AI Beta Untuk Buat Game via Prompt

Unity resmi memperkenalkan Unity AI Beta, tools berbasis AI yang…
May 6, 2026 - 0

Battlefield 6 Season 3 Bawa Kembali Map Ikonik Golmud Railway

Battlefield 6 resmi rilis trailer baru untuk Season 3 dengan…
May 6, 2026 - 0

ARC Raiders Mulai Terapkan Regional Pricing

Embark Studios resmi menerapkan regional pricing untuk ARC Raiders mulai…